SATU PASIEN COVID-19 SULUT SEMBUH


*OD-SK Pasang Badan Hadapi Corona

*Alokasi Rp48,5 M Untuk Penanganan

 

Manado, MS

 

Kerisauan publik Nyiur Melambai terhadap teror Virus Covid-19, sedikit terobati. Seorang pasien asal Manado yang sempat terkonfirmasi positif Corona telah sembuh. Itu menyusul hasil pemeriksaan laboratorium ketiga yang menyatakan pasien nomor 58 tersebut telah negatif dari Corona.

Tak hanya itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sulawesi Utara (Sulut) juga berkurang 2 orang. Jika sebelumnya PDP berjumlah 14 orang, kini turun menjadi 12 orang.

Kabar menyejukkan itu datang dari Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulut Steaven Dandel. Meski begitu, satu pasien Corona yang telah dinyatakan sembuh, tetap akan mendapat perawatan intensif, karena memiliki penyakit bawaan.

“Ini suatu kabar gembira bagi kita semua. Perkembangan kasus 58 (Pasien pertama yang sempat terkonfirmasi Covid-19 di Sulut, red), sudah kami peroleh. Hasil pemeriksaan laboratorium yang ketiga, negatif. Jadi kita punya dasar yang kuat, karena sudah 2 kali hasilnya negatif,” ungkap Dandel kala jumpa pers di Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Kamis (26/3) kemarin.

Pasien berusia 51 tahun itu disebut telah dipindahkan dari ruang isolasi RSUP Prof Kandou Malalayang Manado. Namun tetap dalam perawatan, akibat penyakit penyerta yang serius.

“Tapi pasien itu masih akan tetap dirawat, meski sudah dikeluarkan dari ruang isolasi. Karena pasien itu ada penyakit bawaan yang cukup serius. Yang bersangkutan itu memiliki penyakit diabetes dan gangguan ginjal,” terang Dandel lagi.

“Meski yang pasien itu sudah dinyatakan negatif (Covid-19, red), tapi belum bisa di kategorikan sudah sembuh. Sebab yang bersangkutan masih ada penyakit penyerta lainnya. Dan itu sedang ditangani oleh tim medis di RS Kandou,” sambungnya.

 

 

 

Nada optimisme pun didendangkan Dandel, menyikapi perkembangan kasus Covid-19 di Sulut. Itu menyusul hasil negatif pasien 58 serta menurunnya PDP.

“Ini mengidentifikasi penyakit Covid-19 bisa sembuh. Kita berharap masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada serta mengikuti seluruh imbauan pemerintah, guna mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Sementara pasien kedua yang positif Virus Corona sudah sementara dalam penanganan medis di RSUP Kandou Manado. Perempuan berusia 32 tahun terkonfirmasi positif karena punya kontak erat risiko tinggi dengan pasien positif Corona di Sulut.

“Yang bersangkutan telah mengikuti prosedur ketat. Ketika diumumkan sebagai daftar kontak erat langsung dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka dia langsung diperiksa. Sampelnya dikirim sejak 18 Maret lalu,” terangnya.

“Dan hasil pemeriksaan yang bersangkutan positif Covid-19. Jadi yang bersangkutan sudah diisolasi dan sedang dalam penanganan intensif dari tim medis di RSUP Kandou,” tambah Dandel.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 471 orang. Jumlahnya meningkat meningkat 104 dari Rabu (24/3), yang baru berjumlah 367 orang. “Ada ketambahan 104 ODP,” imbuhnya.

Diketahui, ada tiga tingkatan status sebelum akhirnya seseorang dinyatakan positif Covid-19. Pertama, Orang Dalam Pemantauan (ODP), yang berarti belum menunjukkan gejala sakit, namun sempat bepergian ke negara episentrum Covid-19 sehingga perlu dilakukan pemantauan.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit Covid-19, seperti mengalami demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

Sementara untuk tingkat ketiga adalah suspect, atau terduga Covid-19. Suspect Covid-19 sudah menunjukkan gejala terjangkit virus, dan diduga kuat melakukan kontak dengan pasien yang positif Covid-19.

Pemprov Sulut sendiri telah menyiapkan Rumah Sakit (RS) khusus untuk menangani pasien Covid-19. Yaitu, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano, RSUP Ratatotok Buyat, dan RSUD Kotamobagu.

PENUHI INSTRUKSI JOKOWI, PEMPROV BERGERAK CEPAT

 

Penanganan virus Covid-19 dikebut Pemprov Sulut. Tak-tanggung, wadah birokrat besutan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) mengalokasikan anggaran sebesar Rp48,5 miliar untuk penanganan Corona di bumi Nyiur Melambai.

Kebijakan itu untuk menyikapi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (ratas) online penanganan Corona di Indonesia dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3).

Maklum dalam ratas online tersebut, Presiden meminta Pemda untuk melakukan realokasi anggaran guna mempercepat penanganan Covid-19 sesuai dengan lnstruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dana puluhan miliar itu akan digunakan untuk pengadaan seluruh keperluan dan kebutuhan dalam penanganan Covid-19. “Semua alat kelengkapan untuk menangani Covid-19 harus sudah diadakan. Ini perintah dari Bapak Gubernur. Semua kelengkapan seperti rapid test, masker, sarung tangan dan lain-lain sudah harus ada secepatnya,” ungkap Wagub Steven Kandouw didampingi Sekdaprov Edwin Silangen kala memimpin rapat bersama Satgas Covid-19 Sulut di Kantor Gubernur, Kamis (26/3) kemarin.

Kandouw juga mengingatkan pentingnya kesiapan rumah singgah di Sulut untuk merawat pasien Covid-19. “Rumah singgah harus siap beserta alat-alat pendukung lainnya. Dokter, perawat dan tenaga surveilans harus dianggarkan dana stimulus,” lugasnya lagi.

Setiap praktek poli juga diminta untuk dibatasi jam kerjanya.   “Semua poli-poli batasi jam kerja agar dapat membantu tenaga dokter dan perawat dalam menangani Covid-19,” pinta Kandouw.

Tak hanya itu, ia juga meminta seluruh fasilitas atau tempat umum dan pusat keramaian di Sulut harus dilengkapi bilik disinfektan untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Semua usaha seperti supermarket dan tempat-tempat keramaian atau tempat umum harus dibuatkan bilik disinfektan,” lugasnya.

“Masyarakat juga harus terus menerapkan physical distanting atau menjaga jarak, bila berada di supermarket, pasar atau tempat umum lainnya,” sambung Kandouw.

Selain itu, Satgas Covid-19 diminta untuk proaktif memberikan informasi terhadap perkembangan penanganan  Virus Corona di Sulut. “Satgas Covid-19 harus mengumumkan jumlah orang dalam pengawasan di setiap kabupaten dan kota. Ini perintah Pak Gubernur,” imbuhnya.

 

WARGA SULUT AKAN SEGERA TES CORONA MASSAL

Keterbatasan alat tes spesimen Virus Covid-19 sempat jadi kendala dalam penanganan Corona di Nyiur Melambai. Maklum, selama ini, setiap pasien yang terduga terinfeksi Corona, meski diperiksa di laboratorium balai besar kesehatan di luar Sulut.

Namun kini, Sulut akan segera memiliki  Rapid Test atau alat tes cepat untuk mendeteksi warga, apakah terjangkit Corona atau tidak. Alat bantuan dari Pemerintah Pusat sedianya akan tiba, Kamis (26/3) malam.

Tak ayal, dalam waktu dekat ini, warga Sulut bakal melakukan tes Corona massal. Terutama warga yang masuk kategori ODP, PDP, serta yang punya kontak erat risiko tinggi dengan pasien positif Corona.

“Malam ini (Rapit Test tiba di Sulut,red). Lagi kita tunggu,” kata Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Sulut Steven Dandel, kepada Media Sulut, Kamis (26/3) kemarin.

Rapid Test yang dikirim dari Jakarta disebut didatangkan oleh pesawat TNI Angkatan Udara bersama Alat Pelindung Diri (APD) yang akan digunakan oleh tim medis.

 

bersamaan dengam Alat Pelindung Diri (APD), di Bandara Sam Ratulangi, yang diangkut pesawat TNI AU.

"Untuk APD, akan diserahkan ke rumah sakit   baik rujukan maupun penunjang. Totalnya 17 Rumah Sakit,” timpal Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut.

Sebelumnya, Gubernur Olly Dondokambey telah memastikan Pemerintah Pusat akan mendatangkan rapid test untuk masyarakat Sulut. Itu diungkap Olly usai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden RI Joko bersama Gubernur se-Indonesia lainnya, baru-baru ini. “Pemerintah Pusat akan bantu 3.000 rapid test untuk Sulawesi Utara,” ujar Olly.

Dijelaskan Olly, Rapid test sendiri adalah metode tes cepat virus Corona. “Kita akan melakukan tes massal Covid-19 dalam waktu dekat ini. Karena Sulut termasuk zona merah penyebaran Covid-19, terutama di Manado," imbuhnya.

Sebelumnya, Olly telah menegaskan Pemerintah Provinsi Sulut akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyikapi penyebaran Virus Corona.  Salah satunya dengan melakukan pergeseran APBD hampir Rp50 Miliar untuk penanganan Covid-19.

 

 

 

"Kita putuskan, yang pertama kita akan geser anggaran TPPAD. Jadi semua yang dapat anggaran itu sampai desember, enam bulannya kita tarik. Jadi pegawai (ASN) sudah berkorban untuk penanganan Covid-19," tegas Olly.

Selain anggaran TPPAD, Olly juga akan mencopot anggaran yang belum prioritas yang akan dihibahkan kepada daerah nantinya akan digeser untuk penanganan COVID-19.

"Kita sudah persiapkan untuk beli masker dan lainnya dengan dana cadangan bencana sebesar tiga setengah miliar. Ini saya pikir kurang, makanya saya koordinasikan dengan Menteri Keuangan sama Menteri Dalam Negeri sehingga bisa melakukan pergeseran anggaran untuk melakukan persiapan-persiapan guna mencegah Covid-19 berkembang," jelas Olly.

Anggaran itu akan dipergunakan juga untuk menambah ruang isolasi pasien Covid-19. "Kita akan menyiapkan pembiayaan dana untuk menunjang apabila suspek nya bertambah. Jadi tempat untuk isolasi kita akan siapkan (lebih besar) karena saat ini kemampuan Rumah Sakit Umum Daerah untuk menampung pasien yang betul-betul positif baru sampai sepuluh tempat tidur. Nah ini yang akan kita tingkatkan sampai delapan puluh tempat tidur," terangnya lagi.

 

"Kita juga sudah menganjurkan kepada seluruh Rumah Sakit agar mempersiapkan tempat-tempat isolasi menjaga apabila ini (Covid-19) berkembang terus," jelas Olly.

Olly juga akan mempersiapkan Rumah Singgah yang akan digunakan sebagai deteksi dini bagi masyarakat yang diduga terkena Covid-19. "Rumah singgah ini dimaksudkan apabila terdeteksi dalam pengecekan suhu badannya sampai 38, kita tempatkan (sementara) di Rumah Singgah," timpalnya.

Ia pun meminta segenap stakeholder, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat untuk bersatu hati berdoa, memohon dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjaga dan melindungi warga Sulut dan Indonesia terhindar dari pandemi Virus Corona.

“Mari kita segenap masyarakat Sulut dimanapun berada, kita bersatu hati berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melindungi dan meluputkan kita dari wabah virus corona yang sedang melanda dunia. Kita yakin dengan iman percaya, doa kita menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan ditengah-tengah situasi dan kondisi saat ini,” ujar Gubernur Olly yang turut didampingi Wagub Steven Kandouw.

Gubernur j berharap masyarakat Sulut untuk tidak panik dan tetap tenang dengan berbagai informasi saat ini, namun harus tetap waspada. “Masyarakat harus tetap tentang, tidak panik dan tidak langsung terprovokasi dengan pemberitaan. Harus dicek apakah benar atau hoax. Selain itu masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat menjaga imun tubuh, konsumsi makanan bergizi sayuran dan buah-buahan,” imbuh Gubernur Olly.

Ia juga meminta agar masyarakat menghindari keramaian yang berpotensi menyebabkan terkena virus tersebut. “Keramaian atau kegiatan yang tidak perlu supaya dikurangi dulu sembari menjaga pola hidup sehat di rumah dan lingkungan sekitar,” pintanya. “Jadi sekali lagi saya himbau kepada rakyatku, mari torang bersatu hati berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jaga kebersihan dan rajin berolahraga serta jadikan pola hidup sehat sebagai gaya hidup, tidak terprovokasi berita hoax dan kurangi keberadaan dan kegiatan di lokasi keramaian. Niscaya Tuhan selalu beserta kita,” tutup Gubernur pilihan rakyat ini.(sonny dinar)

 


Komentar