Wacana Penundaan Pilkada, Deprov Bersikap

INR : Harus Ada Revisi Regulasi


Manado, MS

Wacana penundaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 kian menguat. Teror coronavirus disease 2019 atau covid-19 yang terus meluas di Tanah Air, jadi alasan utama. Menyikapi potensi penundaan agenda pesta demokrasi itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) buka suara.

"Memang saat ini KPU pusat telah melakukan penundaan tahapan pilkada 2020. Hanya saja tidak untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara," kata Anggota Komisi I DPRD Sulut, Imelda Nofita Rewah (INR), Kamis (26/3), saat dihubungi.

Apabila memang terjadi pergeseran jadwal pilkada, khususnya pada tahap pemungutan sampai penghitungan suara, INR menyebut sesuai mekanismenya harus ada revisi undang undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) dari Presiden.

"Kedua lembaga itu yang mempunyai wewenang, kita di daerah tinggal menyesuaikan,” ungkap Rewah.

Menurutnya, penundaan pemungutan suara baru sekedar wacana. Saat ini posisi semuanya harus menunggu situasi negara dalam mengatasi pandemic corona. Diakuinya, memang dengan musibah sekarang penundaan tahapan pilkada tentu berdampak juga pada rencana pemilihan September nanti. “Jika ada penundaan menunggu keputusan dari pusat dalam pembahasaan DPR bersama KPU atau menunggu kepres (keputusan presiden) presiden, kita di daerah menyesuaikan dengan keputusan pusat. Kita berharap bangsa kita bisa melewati semua ini,” ungkap legislator yang saat dihubungi via Whatsapp sudah melewati hari ke-14 self quarantine dalam keadaan sehat.

Dirinya berharap dan berdoa agar bangsa ini selalu dalam perlindungan Tuhan mengadapi situasi apapun. Begitu juga dengan daerah Sulut, harapannya bisa dibebaskan dari ancaman virus corona ini. “Saya sendiri dalam keadaan sehat. Puji Tuhan semua dalam perlindungan Tuhan.  Sudah hari ke-16 sehat-sehat tanpa gejala,” bebernya menjelaskan keadaannya pasca pulang dari kunjungan kerja di luar negeri beberapa waktu lalu. (arfin tompodung)


Komentar