Covid-19 di Sulut, ODP Berkurang, PDP Bertambah


UPAYA penanganan wabah Corona diseriusi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulawesi Utara (Sulut). Data pemantauan virus Corona terus diperbaharui dan dinformasikan secara terbuka ke publik.

Update terakhir, Selasa (31/3), pada pukul 18:01 Wita, jumlah Orang Dalam Pemantuan (ODP) 361 orang dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 18 orang.

Data itu menunjukkan adanya pengurangan 16 ODP dan adanya ketambahan PDP 1 orang. Itu merujuk dari data, Senin (30/3), pukul 18.00 Wita, dimana ODP 377 orang dan PDP 17 orang.

Sementara untuk Pasien Positif Covid-19, datanya tetap berjumlah 2 orang, dengan catatan 1 tengah dirawat dan  1 pasien sembuh. Satu pasien yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium 2 kali negatif.

Hal itu diungkap Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel. “Sampai sore ini, yang ODP ada 361 orang. PDP-nya yang bertambah 1, jadi 18 orang. Karena kemarin (Senin, red), PDP baru 17 orang,” ungkap Dandel kepada wartawan, Selasa (31/3) kemarin.

Lanjut Dandel, ada tambahan satu kasus yang tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Prof Kandou Malalayang Manado. “Yang dirawat itu, berstatus PDP,” katanya.

Pun begitu, ia memastikan belum ada tambahan pasien positif Covid-19 di Sulut. “Dari hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan dalam dua hari ini, belum ditemukan ada yang positif Covid-19,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dandel juga telah memastikan Pasien pertama yang terjangkit virus Corona di Sulut, sudah negatif dari penyakit mematikan tersebut. Itu menyusul 2 kali hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan pasien  kasus nomor 58 itu telah negatif Covid-19.

Pun begitu, pasien asal Kota Manado itu telah meninggal. Dan Dandel memastikan pria berusia 51 tahun, meninggal bukan karena Corona, melainkan akibat gagal ginjal stage 5.

Diketahui, Pemprov Sulut telah menyiapkan Rumah Sakit (RS) khusus untuk menangani pasien Corona. Yaitu, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano, RSUP Ratatotok Buyat, RSUD Kotamobagu.

Sementara itu ada tiga tingkatan status sebelum akhirnya seseorang dinyatakan positif Covid-19. Pertama, Orang Dalam Pemantauan (ODP), yang berarti belum menunjukkan gejala sakit, namun sempat bepergian ke negara episentrum COVID-19 sehingga perlu dilakukan pemantauan.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit Covid-19, seperti mengalami demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

Dan untuk tingkat ketiga adalah suspect, atau terduga Covid-19. Suspect Covid-19 sudah menunjukkan gejala terjangkit virus, dan diduga kuat melakukan kontak dengan pasien yang positif Covid-19. (sonny dinar)


Komentar