Kenaikan Harga Bapok Hantui Warga Mitra


Ratahan, MS

Efek wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ikut melilit harga bahan pokok (bapok). Kenaikannya yang berangsur-angsur, mulai menghantui warga khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). 

Gerak menanjak harga bapok tersebut dimulai dari beras hingga rempah terlebih cabe. Ditambah lagi, adanya social distancing yang mempengaruhi aktivitas pasar, membuat sejumlah bapok mengalami kenaikan.

Beras premium contohnya. Sebelumnya Rp11 ribu mengalami kenaikan seribu rupiah. Parahnya, harga cabe sempat menyentuh di kisaran Rp60 ribu per kilogram disertai gula pasir yang kini menyentuh Rp20-an ribu per kilogramnya. Kekhawatiran warga pun kini tertuju terhadap kebutuhan setiap hari. Meski di satu sisi diperhadapkan dengan Virus Corona. “Saya juga kaget mau beli rica (cabe, red) harganya sudah 60 ribu,” ucap Tante Yani dan Tante Vanda warga Ratahan.

Mereka mengakui jika kenaikan harga sembako dikarenakan situasi dan kondisi saat ini. “Apalagi pasar di sini (Ratahan, red) cuma sekali seminggu sekali,” tukas mereka.

Namun mereka memintakan pihak pemerintah untuk dapat turun tangan terkait kenaikan ini. “Sebab bisa saja dimanfaatkan oknum tertentu dalam menampung bapok,” ketus mereka.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Made Alit ketika dikonfirmasi, mengakui jika ada beberapa bapok mengalami kenaikan. “Sampai data minggu lalu, memang ada kenaikan mulai dari beras, bawang putih hingga gula,” ucapnya.

“Kalau cabe memang ada dikisaran 50 ribu rupiah. Tapi kalau ada kenaikan, akan kami cross check terlebih dahulu,” sambungnya.

Selain beras dan cabe, mengenai kenaikan bawang putih dan gula pasir dikatakannya sudah secara nasional. “Kalau gula pasir dan bawang putih itu memang ada kenaikan secara nasional dan sementara dicarikan solusi oleh pemerintah pusat,” beber Alit.

Terkait kenaikannya berkaitan erat dengan Virus Corona, Alit tak dapat memastikannya. “Kalau itu saya belum tahu kalau ada kaitannya,” pungkasnya. (recky korompis)


Komentar