JS INCAR MANADO


Manado, MS

Ultimatum dikumandangkan James Sumendap (JS). Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) itu beri sinyal akan turun arena di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Manado 2020 mendatang.

Ambisi politik JS didendangkan usai dilantik sebagai Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) dua periode oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Selasa (25/9) kemarin.

Bagi ‘Sang Gladiator’ julukan JS, ada tiga target utama yang ada dibenaknya. Pertama, mengamankan amanat partai untuk memenangkan pasangan Joko Widodo dan Amin Ma’ruf di Pilpres 2019 mendatang. "Yang pertama tentunya saya sebagai Ketua PDIP (Mitra) akan mendukung penuh kemenangan Presiden Joko Widodo pada pemilihan Presiden April 2019 mendatang. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab saya," lugas aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu kepada wartawan.

Kemudian membangun Kabupaten Mitra bersama pasangannya Wakil Bupati Yoke Legi. "Selanjutnya melanjutkan pembangunan di Mitra. Kita punya visi misi dan tentu itu harus direalisasikan. Intinya, pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Mitra akan terus dilakukan dengan seoptimal mungkin,” paparnya.

Yang terakhir, JS menyebut Pilwako Manado. “Lalu Pilwako Manado,” lugasnya menutup wawancara, kemudian berlalu meninggalkan para kuli tinta.

Diketahui, isu JS akan maju di Pilwako Manado, telah berhembus sejak tahun 2015 lalu. Namun dalam dinamika politik, JS hanya maju di Pilwako Mitra dalam kapasitas sebagai petahana. Kepiawaian politik JS mengantarkannya sebagai satu-satunya kandidat yang melawan kotak kosong di pilkada serentak di 5 kabupaten kota di Sulut.

JS bersama pasangannya Jocke Legi pun sukses menang di pilkada serentak dan mengantarkannya sebagai Bupati Mitra dua periode. Dan Selasa kemarin, JS dan Jocke Legi resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mitra oleh Gubernur bersama 5 pasangan bupati/wakil bupati terpilih, masing-masing dari Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow Utara, Sitaro, dan Kota , Kotamobagu.

TAUFIK: SAH-SAH SAJA, TAPI RAWAN

Testimoni politik James Sumendap untuk maju di Pilwako Manado, usai dilantik sebagai Bupati Mitra, Selasa kemarin, dianggap wajar. Mengingat Pilwako Manado selalu seksi dan bergengsi.

“Saya kira sah-sah saja pernyataan politik dari JS. Sebab merebut Ibukota itu gengsi politiknya pasti lebih tinggi. Kalau di Mitra kan, JS seperti pulang kampung,” tanggap Taufik Tumbelaka, salah satu pemerhati politik Sulut kepada harian ini, kemarin malam.

Pun begitu, jebolan Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik Gadjah Mada Yogyakarta itu, menilai kicauan JS itu momentumnya tidak tepat. “Kalau ambisi politik wajar saja. Cuma mungkin momennya yang tidak pas. Sebab saat ini,  yang ditunggu masyarakat Mitra  itu bagaimana komitmennya serta janji politiknya  semasa kampanye,” ujar Bung Taufik sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, JS dikhawatirkan akan terpecah konsentrasinya bila benar-benar akan maju di Pilwako Manado. “Bisa saja tugas serta tanggung-jawabnya sebagai kepala daerah dan kepemerintahan di Mitra akan terbelah, kalau dirinya akan maju di Pilwako Manado. Itu bisa jadi bumerang baginya. Karena kalau terbagi fokus, itu sangat butuh konsentrasi tinggi,” paparnya.

Ia pun meyakini, JS telah memiliki kalkulasi khusus sehingga berani menyatakan diri untuk maju di Pilwako Manado. “Ini kan bukan isu baru. Cuma baru sekarang JS ungkap secara terang benderang. Pasti dia (JS, red) punya  kalkulasi soal itu. Namun momennya saja yang tidak pas. Karena ekspektasi warga Mitra terhadap JS masih sangat tinggi,” ulas Taufik lagi.

“Bisa saja ini juga bagian dari strategi politik. Paling tidak, JS sudah lebih dulu menyatakan diri akan maju di Pilwako Manado. Ini juga termasuk provokasi politik yang jitu,” sambungnya.

Meski begitu, bola panas yang dilempar JS itu dinilai bisa menimbulkan kerawanan politik  bagi dirinya. “Kalau beriringnya waktu, JS tak mampu mengemban amanat masyarakat Mitra, akibat terganggu di Pilwako Manado, itu bisa rawan. Dia (JS,red) bisa kena negatif campaign, karena dianggap tidak mampu menjawab kepercayaan publik,” terangnya.

“Apalagi, dalam pelantikan tadi, Pak Gubernur sudah mengingatkan kepada seluruh kepala daerah terpilih, untuk bekerja optimal bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya lagi.

Kecuali, JS telah memberikan yang terbaik bagi Mitra sebelum Pilwako Manado.  “Kalau begitu, bisa memberi nilai tambah baginya. Apalagi JS juga sudah cukup populer di Manado, karena lama berkiprah di Ibukota,” timpal putra gubernur pertama Sulut itu.

Sebelumnya,  dalam pelantikan dan pengambilan sumpah lima kepala daerah hasil Pilkada serentak serentak 27 Juni 2018 lalu di gedung DPRD Sulut, Selasa kemarin, Gubernur Olly Dondokambey meminta seluruh kepala daerah yang baru dilantik, termasuk JS agar dapat bekerja optimal dalam melaksanakan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat di didaerahnya. "Selamat berjuang! Kalau kita bersatu dalam bekerja bagi kepentingan masyarakat, pasti kita menang. Satu untuk semua. Semua untuk satu," lugas Olly.

Seluruh kepala daerah dituntut harus mampu melakukan konsolidasi, baik dalam tubuh jajaran pemerintahan, guna menggalang sinergitas kerja dengan segenap stakeholders pembangunan, maupun dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, DPRD, Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan kalangan lainnya. "Kerjasama sangat penting. Kalau kita mau sukses mari kita bekerja bersama-sama," tandasnya.

EKSPEKTASI WARGA MITRA TERHADAP JK-Ok TINGGI

Sepak terjang James Sumendap (JS) di era kepemerintahannya yang pertama bersama Ronald Kandoli di Mitra tergolong sukses. Berbagai program pro rakyat yang digelontorkan politisi PDIP itu, berhasil memikat sekaligus mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat Mitra.

Tak heran, di Pilkada Mitra 2018, JS yang berpasangan dengan Jocke Legi kembali dipercayakan warga Mitra untuk yang kedua kali menahkodai daerah berjulukan patokan esa itu. Harapan yang besar warga pun ditaruh di pundak  JS.

“Kami berharap di era kepemimpinan Bupati JS yang kedua kali ini, Mitra akan menjadi lebih baik lagi, terus berkembang, dan mampu bersaing dengan daerah lainnya baik dilevel nasional maupun internasional,” pinta Naldo Adong Walelang, warga Ratahan.

Senada disampaikan Ika Pandaleke. Ia berharap pasangan Js-Ok akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mitra. “Peningkatan dari sisi ekonomi perlu menjadi perhatian besar, apalagi daerah Mitra sempat masuk dalam kategori miskin. Pembenahan pembangunan yang sudah dilakukan harus dapat dimanfaatkan masyarakat yang ada. Kepala daerah sebagai pengambil kebijakan pun harus dapat memotivasi jajarannya sebagai penggerak dimasyarakat. Kami kira sinkronisasi pembangunan yang terencana akan dapat memberikan efek positif bagi masyarakat Mitra,” ujarnya.

Ungkapan serupa dilayangkan Maxi Deen salah satu pemerhati pembangunan di Mitra. Gebrakan pembangunan yang dilakukan JS pada periode pertama sebagai bupati, dinilai telah banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Grafik pembangunan dapat terlihat dari pembangunan infrastruktur jalan serta sarana pendukung lainnya diberbagai sektor. Ia pun berharap itu akan diteruskan secara berkesinambungan selama 5 tahun kedepan. “Tentu kami sangat berharap akan ada peningkatan yang lebih signifikan lagi, baik dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Mitra. Itu tentu yang sangat diimpi-impikan oleh publik,” paparnya.

“Selain disektor pembangunan, kami juga berharap user dapat meningkatkan sumber daya masyarakat Mitra, membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya serta memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berbuat bagi Mitra,” tandasnya.

Tak hanya itu, euforia masyarakat Mitra atas dilantiknya James Sumendap dan Jocke Legi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mitra tergolong besar. Itu tergambar saat warga menyambut JS-Ok usai dilantik oleh Gubernur, Selasa kemarin.

Mulai dari gerbang masuk utama kabupaten dikawasan Gunung Potong Pangu hingga kantor bupati di Kelurahan Wawali Pasan, segenap elemen masyarakat termasuk jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), sudah berjejer di jalan protokol yang ada.

Bahkan sejak sore menjelang malam hari, jalan-jalan protokol di Ratahan sudah dipadati warga dari berbagai kelompok masyarakat. Tak ketinggalan para siswa turut berjejer di jalan protokol menuju kantor bupati menyambut kedatangan JS-Ok.

Saat tiba di Mitra,  kedua top eksekutif itu, diarak disepanjang jalan sejak di gerbang masuk utama kabupaten hingga di pusat kota Ratahan. Sesampai dikawasan kantor bupati pun keduanya sudah disambut oleh seluruh jajaran ASN.

Lagi-lagi, harapan terbersit dari benak warga.  “Mudah-mudahan bapak bupati dan wakil bupati akan dapat terus membangun Mitra menjadi lebih baik lagi,” kata Vian Manawan dan Sindi Porajow sejumlah warga Mitra, yang ikut menyambut kehadiran JS-Ok kemarin.

Menariknya, keduanya sempat berharap JS-Ok akan akur hingga di akhir kepemerintahan mereka. Itu menyusul, ketidak-harmonisan yang sempat melanda JS – Ronald Kandoli diakhir kepemerintahan pasangan Bupati dan Wakil Bupati periode 2013-2018 itu. “Mudah-mudahan mereka akur hingga selesai periode kepemimpinannya,” sambung keduanya.

Asa yang sama diutarakan sejumlah ASN Mitra. “Semoga Mitra akan lebih baik lagi dan terus berkembang maju. Semoga Mitra akan semakin hebat dibawah kepemimpinan Pak Bupati JS dan Pak Wakil Bupati. Kami sebagai ASN siap mendukung sepenuhnya dan menyukseskan seluruh program pak bupati dan pak wakil bupati,” kunci sejumlah ASN penuh semangat. (sonny dinar/recky korompis)


Komentar


Sponsors

Sponsors