Finalis Remaja Teladan GMIM Sambangi Gedung Cengkih


Manado, MS

Finalis pemilihan remaja teladan Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Mereka dibawa untuk belajar tentang wawasan pemerintahan di Provinsi Sulut.

Dalam dialog bersama sejumlah anggota dewan, para finalis remaja teladan sangat antusias mengemukakan pertanyaan. Salah satunya mempertanyakan tentang bagaimana anggota dewan menampung aspirasi dari masyarakat. Ketika itu, Anggota DPRD Sulut, Raski Mokodompit menjelaskan, agenda reses yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Selain program yang sudah terjadwalkan ini, dewan pula menerima aspirasi dari siapa saja masyarakat yang datang ke Kantor DPRD Sulut. "Saat reses kita sama dengan turun lapangan untuk ambil apsirasi ke masyarakat. Ada 3 kali dalam setahun. Semua ada 45 anggota dewan dari 6 dapil di Sulut dan 15 kabuapten kota," ungkapnya saat dialog, Rabu (1/8), di ruang serba guna kantor DPRD Sulut.

Ia mengungkapkan, aspirasi resmi yang diterima akan disahkan dalam rapat paripurna untuk diperjuangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Aspriasi yang disampaikan punya kewenangan masing-masing. Misalnya, jalan. Ada jalan kewenangan pusat, ada jalan keweanngan provinsi dan kewenangan kabupaten kota," pungkasnya.

Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM, Michaela Paruntu menyampaikan, pemilihan remaja teladan ini ada beberapa tahapan. Mulai tes tertulis, wawancara, karantina, talent show sebelum malam final. "Road show ini diatur panitia. Kenapa dipilih PDRD Sulut karena sebelumnya memang sudah pernah datang. Dan supaya adik remaja bisa dapat materi tentang seperti inilah pemeintahan provinsi Sulut. Wilayah GMIM mencakup setengah dari provinsi dari 7 kabuapten kota yang ada. Anak zaman sekarang daripada tahu dari luar, baiknya tanya langsung kepada orang yang berkualitas," kunci Paruntu yang ikut menghentar para finalis remaja teladan GMIM ini.

Diketahui, dalam dialog tersebut dihadiri pula anggota dewan seperti, Cindy Wurangian, Meiva Lintang dan Inggrid Sondakh. (arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Sponsors