Walikota JFE Terima Anugerah Kebudayaan


Jakarta, MS

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon kembali merebut pengakuan nasional. Upaya birokrasi tangguh besutan Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak (JFE) merawat dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebudayaan, jadi pemicu. Tahun 2018 ini, Kota Tomohon meraih penghargaan untuk kategori pemerintah daerah.

Demikian Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol (HumasPro) Pemkot Tomohon, Edvin M J Joseph, SSTP MSi, Selasa (25/9) malam. “Ini menjadi bentuk penghargaan dari pemerintah pusat khususnya Kemendikbud Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) bagi budayawan maupun pemerintah daerah yang fokus terhadap kebudayaan,” jelas Joseph.

“Penghargaan tersebut akan diterima langsung oleh Pak Walikota,” sambung dia.

Ia pun menambahkan, penganugerahan ini menjadi komitmen Kemendikbud, untuk mengapresiasi sosok atau tokoh yang memiliki komitmen kuat terhadap pewarisan nilai-nilai kebudayaan. “Diharapkan, lewat kegiatan ini dapat menginternalisasi nilai budaya dan membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan kebanggaan dan motivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia dalam kerangka penguatan karakter bangsa,” lugas mantan Camat Tomohon Barat itu.

Untuk diketahui, Kota Tomohon masuk dalam nominator peraih Anugerah Kebudayaan untuk kategori pemerintah daerah. Kota Tangguh menjadi salah satu kandidat terkait ekosistem yang menopang kebudayaan. Diharapkan untuk tahun 2019 Kota Bunga tergabung dalam platform Indonesiana yang saat ini telah berjumlah 9 wilayah.

Terkait anugerah tersebut, sekira petengahan Mei lalu, pihak Kemendikbud bersama tim penilai menyambangi Kota Religius. Kedatangan rombongan ini sebagai tim verifikasi dan validasi terkait pemberian Anugerah Kebudayaan.

Saat itu, rombongan Kemendikbud dan tim penilai disambut Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak (JFE). Walikota mengaku bangga, karena Tomohon dipilih sebagai nominator. “Ini merupakan salah satu visi walikota dan wakil walikota dalam kebudayaan yang telah tertuang yaitu berupa mempertahankan budaya yang relijius serta pengaruh budaya untuk perkembangan ekonomi masyarakat,” terang Tokoh Kerukunan di Indonesia itu.

Dia pun mencontohkan ciri khas yang di bawah zendeling dari Belanda, yaitu menanam bunga krisan . Bunga ini sudah memiliki ciri khas di Kota Tomohon sebab telah berasimilasi dengan iklim, sehingga telah memiliki produk unggulan yang hanya ada di tempat ini. Begitu juga dengan menanam bunga gereja yaitu krekeli yang dahulunya ditanam di pekarangan rumah. “Ini merupakan poin penting mengenai kebudayaan yang tetap dipertahankan oleh Tomohon guna juga mendongrak perekonomian. Di mana juga, sekitar 90 persen penggunaan bunga di Sulut diambil dari tempat kita,” tandas JFE. Pertemuan diikuti Hajriyanto Thohari selaku tim penilai Anugerah Kebudayaan yang juga Wakil Ketua MPR periode 2009-2014. Selanjutnya, Yayuk Sri Budi Rahayu yang menjabat Kasubdit Diplomasi Budaya Dalam Negeri.(victor rempas)


Komentar


Sponsors

Sponsors