Positif Corona di Sulut Jadi 82 Orang, MINSEL-TALAUD ‘JEBOL’


Manado, MS

Kekebalan Minahasa Selatan (Minsel) dan Kepulauan Talaud terhadap ‘Virus China’, luntur. Racun Covid-19 telah menjalar di dua kabupaten tersebut. Data Gugus Covid-19 Pemprov Sulut hingga Rabu (13/5), wilayah berjulukan Teguh Bersinar dan bumi Porodisa, resmi mengoleksi satu kasus positif Corona.

Jebolnya ‘pertahanan’ Kabupaten Minsel dan Kepulauan Talaud, langsung jadi buah bibir. Sebab sejauh ini, dua daerah tersebut dinilai zona aman Covid-19.  Penambahan dua kasus positif, diumumkan bersamaan dengan 6 kasus baru lainnya di bumi Nyiur Melambai. Dengan ketambahan 8 kasus baru, maka total orang terkonfirmasi positif Corona di Sulawesi Utara (Sulut) berjumlah 82.

“Kabupaten Minsel dan Kabupaten Kepulauan Talaud yang sebelumnya belum ada kasus terkonfirmasi positif, kini kedua daerah itu miliki masing-masing satu kasus,” terang Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut, Steaven Dandel.

Untuk kasus di Talaud (kasus 75) yakni pria 41 tahun. Dia masuk cluster Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri. Sedangkan Minsel (kasus 80), adalah pria 46 tahun. Diketahui, pasien tidak memiliki riwayat perjalanan.

Selanjutnya, kata Dandel, kasus 76 adalah pria 17 tahun dari Minahasa (cluster Gowa). Kasus 77 yaitu pria 30 tahun alamat Manado (cluster Gowa). Kasus 78 adalah pria 21 tahun dari Minahasa (cluster Gowa) dan kasus 79, pria berusia 44 asal Manado. Kasus 79 ini memiliki riwayat kontak erat dari perjalanan. Kemudian kasus 81, adalah pria 31 tahun dari Minahasa Utara (Minut), tetapi bersangkutan asal Jawa Tengah (Jateng). Ia memiliki kontak erat pelaku perjalanan. Terakhir kasus 82 adalah perempuan 7 tahun asal Bitung, kontak erat dengan kasus 37, 38 dan 64 atau masih satu keluarga.

Dari 82 orang terkonfirmasi positif, Dandel menambahkan, 47 pasien sementara dirawat, sembuh 30 dan meninggal 5 orang. “Untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ada 102 orang dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) berjumlah 125 orang. Ada dua PDP meninggal. Masing-masing, perempuan 71 tahun asal Manado dan perempuan 52 tahun asal Minahasa," lugasnya.

CEP MINTA WARGA JANGAN PANIK

Kabupaten Minsel telah mengoleksi satu orang terkonfirmasi positif Corona. Itu langsung mendapat atensi dari Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE (CEP). Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati CEP langsung memimpin rapat terbatas dengan tim gugus tugas, guna mengambil langka-Langka cepat dalam hal pencegahan penyebaran.

"Saya minta warga tetap tenang dan tidak panik namun tetap waspada. Dan kalau tidak penting tidak boleh keluar rumah, dan harus jaga jarak, dan selalu gunakan masker," ungkap CEP.

Bupati Minsel dua periode ini juga meminta kepada warga untuk tetap disiplin serta mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah pusat, provinsi dan daerah, apabila ke luar rumah dan bertemu dengan siapa saja. "Yang pasti saya minta pengawasan di perbatasan harus lebih ditingkatkan lagi, dan setiap desa juga harus tetap waspada," tutur Paruntu

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Minsel, dr Erwin Scouthen dalam rilis kepada koran ini mengatakan, Kabupaten Minsel memiliki satu pasien yang positif Covid-19. "Lelaki Umur 46 dan saat ini sedang dirawat di RS Bethesda Tomohon. Pasien dirawat sejak tanggal 5 Mei dengan gejala-gejala awal yakni batuk, flu dan sesak napas," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pasien tersebut berprofesi sebagai petani dan tidak pernah ada riwayat ke luar daerah. "Pasien tidak ada riwayat perjalanan maupun kontak erat, pasien tidak perna melakukan perjalanan ke wilayah yang sudah terinfeksi," lugasnya.

KASUS POSITIF TALAUD MERUPAKAN OTG

Masyarakat bumi Porodisa tercengang. Wilayah di ujung utara Nyiur Melambai ini, resmi mengoleksi 1 orang positif Covid-19.

Informasi yang dirangkum media ini, pasien positif Corona yang berdomisili di wilayah Mangaran itu merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Demikian Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Kerry Monangin. "OTG mangaran terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil swab pertama negatif. Namun pada hari ini 13 Mei, telah keluar hasil swab yang kedua dan ternyata positif," terang Monangin, kemarin.

Dia menambahkan, pihaknya telah memperpanjang masa isolasi OTG tersebut dan melakukan pengobatan lanjutan. "Statusnya menjadi pasien terkonfirmasi positif. Sesuai juknis, hari ini kami juga mengambil sampel swab ketiga serta swab pertama untuk 4 orang kontak erat/keluarga, dan langsung dikirim ke Manado. Besok juga akan diambil swab keempat untuk OTG yang positif tersebut serta swab kedua untuk 4 kontak erat. Kondisi pasien positif saat ini tidak ada keluhan atau gejala," lugas Monangin.

COVID-19 BUKAN AIB, SETOP STIGMA NEGATIF

Masalah serius mendera pasien terkonfirmasi positif bersama keluarga. Indikasi adanya stigma negatif mulai terendus. Sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat diminta harus ditingkatkan.

Hal itu dibenarkan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut, Steaven Dandel. Dia mengakui gugus tugas banyak menerima keluhan dari keluarga pasien terkonfirmasi positif. "Mereka mulai tersisi dalam kehidupan bermasyarakat. Saya mengajak semua masyarakat jangan menjauhi keluarga pasien positif. Kita harua bantu edukasi karena virus Covid 19 bukan aib," kata Dandel.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Melisa Gerungan, meminta sosialisasi untuk penyadaran kepada masyarakat masif dilakukan.

Bagi politisi muda PDIP Sulut ini, penolakan terhadap mereka yang berstatus ODP, PDP ataupun yang sudah positif terpapar Covid-19 bersama keluarga, berpotensi menimbulkan persoalan baru. Sikap tersebut, bagi dia, malahan akan membuat orang yang positif Covid-19 semakin menutup diri. "Karena kan Virus Corona ini bukanlah aib. Jadi mereka yang terkena tidak harus dikucilkan," jelas Gerungan, Rabu kemarin.

Jalan keluar terbaik, menurutnya, pemerintah semakin gencar memberikan edukasi kepada masyarakat. Perlu menguatkan kesadaran kepada publik bahwa mereka yang ODP, PDP dan positif bukanlah aib. "Harus terus sosialisasi. Berikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa ini bukan hal yang buruk, bukanlah aib. Jadi jangan merasa terkucilkan kalau sudaha terkena. Sosialisasi ini penting," tutur anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini.

Di sisi lain, Melisa berharap, masyarakat harus jujur, apabila sudah melakukan interaksi atau kontak dengan yang masuk PDP. "Supaya tidak merugikan orang lain. Kalau sudah PDP itu akan membahayakan orang lain. Nanti akan berjangkit," tutup Melisa.(sonny dinar/jos tumimbang/serma)

 


Komentar