JS : PSBB Tidak Perlu

Usulkan Perketat Keluar Masuk Kabupaten/Kota


Ratahan, MS

Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencekal  Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) belum perlu dilakukan. Bahkan dirinya memintakan Gubernur Olly Dondokambey untuk mengurungkan jika ada rencana pengusulan pelaksanaannya. Sebaliknya bupati mengusulkan agar gubernur menginstruksikan setiap kabupaten/kota untuk memperketat pintu masuk daerahnya.

“Covid adalah persoalan kita semua. Mari kita lawan. Dan PSBB tidak perlu diterapkan di Sulut,” ungkap bupati dalam rilisnya.

Menurutnya, PSBB tidak perlu dilakuan dengan catatan segenap komponen pemerintahan di Sulut lebih serius dalam menghadapi virus yang sudah menjadi pandemi ini. “Tidak perlu dilakukan. Asalkan semua kompenen pemeritah kabupaten maupun kota lebih serius lagi menghadapi Covid-19. Saya yakin kita bisa mencekal penyebarannya,” ucap bupati.

“Berkaitan dengan PSBB saya mengusulkan kepada gubernur untuk tidak melakukan atau mengajukan PSBB dengan harapan, pak gubernur menginstruksikan semua kepala daerah untuk memperketat keluar masuk orang antar daerah,” sambung bupati.

Dia mencontohkan, daerah Mitra sudah melakukan kontrol ketat kepada setiap pelaku perjalanan disetiap perbatasan wilayah Mitra. “Kami sudah melakukannya sejak bulan Maret dengan penjagaan dan kontrol yang ketat disetiap perbatasan dibantu pihak kepolisan dan TNI, ASN wartawan, hukum tua, lurah dan perangkatnya termasuk dukungan tokoh agama dan masyarakat,” beber bupati.

Setiap warga pendatang yang tak dilengkapi dokumen pendukung, tidak dibolehkan masuk. Selain itu dikatakan bupati ditanyai secara mendalam yang terkait dengan Covid-19 mulai dari riwayat perjalanan hingga hal lainnya, oleh para petugas pinut masuk. “Setiap warga pendatang ditanyai asal usul kedatangannya, maksud serta hal lainnya guna pencegahan Covid-19. Demikian pula warga yang hendak keluar,” tukas bupati.

“Jadi PSBB kami rasa tak perlu dilakukan dan sebaliknya perketat setiap pintu masuk-keluar daerah,” sambung bupati.

Diluar itu bupati pun memintakan rakyatnya untuk menahan diri ketika hendak beraktifitas diluar daerah, apalagi daerah Mitra belum ditemukan warga yang positif Covid-19. “Kondisi sekarang Covid-19 sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Oleh karenanya saya memintakan dengan sangat kepada masyarakat Mitra, kalau tidak penting untuk keluar daerah, jangan keluar daerah. Sebab kita sekarang sudah dikepung oleh daerah yang sudah mengoleksi Covid-19. Semoga saja Mitra tetap dalam lindungan Tuhan,” pungkas bupati. (recky korompis)


Komentar