SULUT BERDOA UNTUK PALU DAN DONGGALA


Manado, MS

Sulawesi Tengah (Sulteng) luluh lantak. Gempa bumi dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Donggala serta beberapa daerah di bagian tengah Pulau Sulawesi, Jumat (28/9), jadi pemicu. Reaksi keprihatinan mengalir deras dari berbagai penjuru negeri.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, hingga Minggu (30/9) siang, ada sekira 832 korban meninggal dunia. Sekira 821 orang di Palu dan 11 orang di Donggala. Informasi paling teranyar sejauh ini didapat dari Palu, sedangkan 3 wilayah lain yang terdampak yaitu Donggala, Sigi dan Parigi, terkendala jalur komunikasi yang putus. Selain korban meninggal, dikabarkan sekira 540 warga luka-luka dan sementara mendapat perawatan intensif. Puluhan ribu orang masih dalam pengungsian.

Situasi memiluhkan di wilayah bencana, memantik reaksi keprihatinan. Di Sulawesi Utara (Sulut), berbagai upaya telah dilakukan masyarakat dan pemerintah. Langkah mengumpul hingga mengirimkan bantuan material dan relawan kemanusiaan, telah dilakukan. Selain itu, dukungan dalam bentuk doa terus diberikan.

Uskup Manado MGR Rolly Untu menyampaikan rasa prihatin dan berbelasungkawa akan kejadian yang meminta korban nyawa tersebut. “Kita juga ingat akan banyak orang yang menjadi korban menderita akibat gempa bumi dan tsunami ini. Kami mengajak umat katolik dan masyarakat pada umumnya, mari kita menyatakan solidaritas, keprihatinan kita dan terutama berdoa bagi penderitaan mereka dapat diringankan guna mengurangi penderitaan ini sebagai bagian dari kehidupan yg dialami tidak dikehendaki dan tak disangka-sangka terjadi,” tandas Uskup Rolly.

Masyarakat di Sulut, kata dia, harus berperan meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara yang menderita.”Kami pula turut mengajak umat Katolik lewat bantuan yang akan digalang dalam Keuskupan Manado melalui rekening yang akan ditentukan. Tuhan memberkati hidup kita sekalian,” kunci Uskup Rolly.

Hal senada disampaikan Pdt Hendry Runtuwene STh. Mantan Sekretaris BPMS Sinode GMIM, meminta warga Nyiur Melambai khususnya GMIM, untuk mendoakan warga yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Poso, Donggala dan sekitarnya. Selain itu, langkah konkrit dalam membantu saudara-saudara yang terkena musibah.  “Tentu saja, ada keprihatinan mendalam atas terjadinya tsunami dan gempa di Palu dan Donggala. Harapan kami sebagai sesama saudara, mari kita berdoa kepada Tuhan, agar para korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Khusus bagi warga yang kehilangan anggota keluarganya, agar tabah dan kuat serta meyerahkan sepenuhnya setiap beban hidup kepada Tuhan,” harap Runtuwene.

Demikian juga disampaikan pimpinan pemuda dan remaja GPdI Sulut, Pdt Fanny Potabuga. Ia pun berharap warga Sulut khususnya jemaat GPDI untuk bergumul bagi Palu dan sekitarnya.

Sulawesi menurut Fanny, berada pada jalur yang berbahaya karena ada di sekitar lempeng. Sewaktu-waktu, bisa terjadi patahan. “Tapi lebih dari semua itu ada skenario ilahi yang sudah dinubuatkan. Mari kita dukung korban-korban lewat doa-doa kita,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sulawesi Utara (Sulut) Stefa BAN Liow berharap, semua korban gempa bumi dan tsunami bersabar. Ia pun meminta untuk tetap kompak dalam menghadapi musibah ini. “Kejadian seperti ini tidak bisa kita duga. Marilah kita sebagai Bangsa Indonesia untuk terus mendoakan dan membantu warga Palu, Donggala dan sekitarnya yang terkena musibah ini. Tuhan pasti memberikan kekuatan dan ketabahan bagi semua korban khususnya bagi warga yang kehilangan anggota keluarganya,” tutur Liow, Minggu (30/9) malam.

Terpisah, Gubernur Olly Dondokambey SE mewakili pemerintah dan masyarakat Sulut, menyatakan turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami masyarakat Donggala dan Palu. Ia berharap masyarakat tetap tabah dalam menghadapi cobaan. “Pemprov Sulut siap membantu pemulihan keadaan masyarakat Donggala dan Palu pasca terjadinya bencana alam,” lugas Gubernur Olly.

Selanjutnya, Walikota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) menyatakan keprihatinan dan dukacita yang mendalam atas musibah bencana gempa bumi dan tsunami ini. Terlebih khusus, kata GSVL, bagi warga kawanua Manado, yang diketahui banyak berdomisili di Kota Palu dan Donggala. “Untuk itu, kita turut mendoakan agar keluarga ditinggalkan diberi ketabahan dan warga kawanua lainnya yang selamat diberi pertolongan dan kesehatan. Mari kita turut Doakan warga kawanua Manado yang tertimpa musibah, untuk diberi ketabahan dan kekuatan menerima cobaan tersebut,” kunci Ketua Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM itu.

PEMPROV DAN PEMDA SALURKAN BANTUAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pemerintah daerah se-Sulut, langsung bersikap. Pasca gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan sekitarnya, bantuan logistik hingga tenaga relawan, langsung dikirim ke lokasi bencana.

Merujuk instruksi Gubernur Sulut, Minggu (30/9), tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di bawah pimpinan Kepala BPBD Joy Oroh, langsung bergerak ke Kota Palu melalui pelabuhan laut Amurang. Tim membawa bantuan logistik untuk masyarakat. "Jika tidak ada hambatan direncakan besok (hari ini, red), tim tiba di Kota Palu," jelas Kepala Biro (Karo) Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong, Minggu (30/9).

Bantuan yang akan diberikan Pemprov Sulut berupa matras 100 lembar, selimut 100 lembar, tikar 100 lembar, kain sarung 400 lembar, karung 2000 lembar, sarung tangan 240 pasang, family kit 50 paket, kidsware 100 paket, perlengkapan dapur 20 paket, makanan siap saji 20 paket, lauk pauk 60 paket, makanan tambahan gizi 60 paket, sandang 60 paket dan masker 1000 lembar.

Selain tim BPBD Sulut, tim Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) ProfKandou manado, juga sedang menuju Palu melalui Gorontalo. Tim terdiri atas Spesialis Bedah Onkologi,  Spesialis  Bedah Tulang, Spesialis Anastesi dan tim perawat serta tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut yang dijadwalkan akan berangkat membawa obat obatan di Palu, Senin (1/10).

Selain Pemprov, aksi keprihatinan juga ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow  (Bolmong). Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow melalui Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bolmong, memastikan Senin (1/10) hari ini, Pemkab akan mengirimkan bantuan, baik berupa makanan serta tim reaksi cepat.

“Bencana di Palu dan Donggala mendapatkan perhatian dari Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah. Kami ditugaskan membuka posko donasi bantuan bencana gempa bumi dan Tsunami,” terang Haris Dilapanga.

“Sebanyak 9 personil serta bantuan berupa pakaian layak pakai 84 karung, beras 90 kilogram, mie instan 58 karton, air mineral 55 karton, susu 3 karton, energen 70 sachet, pempers bayi 54 pcs dan perlengkapan sholat 1 dos. Itu akan dikirim ke Palu dan Donggala," terang Dilapanga.

Hal serupa dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Secara spontan dan sukarela, pimpinan Perangkat Daerah (PD) ramai-ramai mengumpulkan dana untuk disumbangkan. Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Manado, Peter KB Assa mengatakan, aksi spontanitas dilakukan untuk meringankan beban masyarakat Palu dan Donggala.

Sumbangan yang terkumpul akan disalurkan bersama bantuan tahap kedua dari Pemkot Manado. “Sebelumnya, Pemkot Manado melalui BPBD telah memberikan bantuan bagi korban bencana Palu dan Donggala. Kita ingin meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Ini adalah aksi spontanitas para pejabat di lingkup Pemkot Manado. Jika sudah terkumpul semua, sumbangan ini akan diteruskan kepada masyarakat Palu dan Donggala bersama dengan bantuan Pemkot Manado melalui BPBD Manado,” jelas Assa, Minggu (30/9)

Rasa senasib sepenanggungan juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Untuk membantu korban gempa dan tsunami ini, warga secara sukarela mengumpulkan bantuan.

Seperti dilakukan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bolmut, Sabtu (29/9) kemarin. Mereka terlihat mengumpulkan donasi di jalur Trans Sulawesi tepatnya di Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang. “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang saat ini tertimpa musibah di Sulteng,” tandas Adris Patingki, pengurus IPM Bolmut.

Tidak hanya elemen masyarakat Bolmut, namun juga hal yang sama dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut. “Pemkab Bolmut sedang melakukan koordinasi open donasi untuk musibah yang dialami saudara-saudara dan kerabat kita di Sulteng. Perkembangan siang ini, seluruh bantuan akan di koordinasikan dengan BPBD Provinsi Sulut dan bergerak bersama seluruh BPBD kabupaten/kota. Pertimbangan menunggu akses jalur darat yang terputus, untuk bisa diakses kembali,” tutur Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Bolmut, Khristanto Nani.

Selanjutnya, Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban mengakui, bantuan kemanusiaan untuk Palu dan Donggala, telah dipersiapkan lewat BPBD Kota Bitung. Tim ini akan diberangkatkan sekira jam 5 sore, Minggu (30/9) dari Pelabuhan Samudera Bitung menuju lokasi bencana.

“Ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palu dan Donggala serta beberapa daerah sekitar akibat gempa dan Tsunami,” tandas Lomban.

Adapun bantuan yang dipersiapkan, antara lain, tenaga relawan dari BPBD Kota Bitung 13 orang, genset 3 unit untuk membantu pasokan listrik, chanshaw 3 unit dan tenda 3 unit. “Semuanya dipersiapkan untuk membantu penanganan darurat bagi pengungsi,” jelasnya.

Di samping itu,  telah disiapkan bantuan susulan lainnya berupa bahan makanan, selimut, terpal, makanan untuk bayi dan ibu hamil yang rencananya akan diberangkatkan, Senin (1/10) via darat.

“Kami berharap bantuan yang disalurkan ini bisa membantu mengurangi beban para korban dan pengungsi akibat bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala,” kunci Lomban.

Di Kota Tomohon, untuk membantu korban bencana di Palu dan sekitarnya, jajaran Polres Tomohon telah menyiapkan bantuan kemanusiaan untuk dikirim. Diakui Kapolres AKBP IK Agus Kusmayadi, bantuan yang akan diberikan bagi korban bencana berupa beras, pop mie, perlengkapan bayi, susu bayi, sikat dan pasta gigi, makanan cepat saji dan banyak lagi.

TIM MEDIS SULUT DITERJUNKAN

Bencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang Kota Palu ikut mengorek rasa empati para tim medis di Sulut. Khususnya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr Kandou, sejumlah personil diturunkan sebagai bantuan ke lokasi yang terletak di Provinsi Sulteng tersebut.  

Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Dr dr Khalid Saleh, langsung menyiapkan Tim Tanggap Darurat yang ada di RSUP Kandou untuk segera diberangkatkan ke lokasi bencana gempa bumi dan tsunami, Jumat (28/9) sekitar pukul 17.00 WITA.

Tim ini turun besama Plt Dirut didampingi Plh Dirut Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, Direktur Medik dan Keperawatan dr Celestinus Eigya Munthe.  Sementara yang bertindak sebagai koordinator dalam Tim Tanggap darurat ini, Direktur Keuangan dan Administrasi Umum Dewi Anggraini, Kepala Bidang Pelayanan Medik dr Hanry Takasenseran, Kepala Bidang Keperawatan Ns Suwandi Luneto  dan Plt Kasubag Hukormas John Robert Tuwaidan. Bersama tim, mereka saling berkoordinasi dan langsung melakukan pertemuan singkat di ruang Dirut terkait dengan persiapan pengiriman Tim Tanggap Darurat ke Sulteng.

Dr dr Khalid Saleh yang juga Dirut RSUP DrWahidin Sudiro Husodo Makassar saat terjadinya gempa bumi di Sulteng,  berada di Kota Manado, tepatnya di RSUP Kandou Manado. Beliau langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat yang ada di RSUP Kandou Manado dan juga RSUP Dr Wahidin Sudiro Husodo Makassar, untuk diberangkatkan ke lokasi bencana dalam rangka membantu dan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Koordinator Tim dr Celestinus Eigya Munthe mengatakan, Tim Tanggap Darurat RSUP Prof Dr RD Kandou Manado diberangkatkan ke lokasi bencana pada Sabtu (29/9). “Yang terdiri dari 7 orang, masing-masing dua dokter, tiga perawat bedah dan dua penata anastesi,” jelasnya.

Lanjut Munthe yang juga sebagai Direktur Medik dan Keperawatan, aksi ini merupakan pendahuluan untuk menghitung kebutuhan penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana. Tim pertama reaksi cepat ini akan bertugas selama satu minggu. Itu dimulai dari tanggal 29 hingga 5 Oktober 2018 atau selama masa tanggap darurat.  “Nanti akan disusul tim selanjutnya yang akan membawa peralatan lebih lengkap dan terukur. Saat ini tim yang akan diberangkatkan akan membawa obat-obatan dan peralatan emergency yang dibutuhkan termasuk implan bagi korban patah tulang,” kuncinya.

POLDA DAN KODAM KIRIM PERSONIL

Dukungan bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulteng, terus berdatangan. Adapun bentuk dukungan yang diberikan beragam, baik materi maupun tenaga. Seperti dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) dan Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Merdeka.

Polda Sulut diketahui telah mengirimkan Tim Medis Bidang Dokkes, Tim SAR K9 bersama kendaraan khusus, 3 personil Sabhara dan anjing pelacak. Tim SAR ini dilepas oleh Direktur Sabhara Polda Sulut Kombes Pol Bambang Suwardi pada Sabtu, (29/9) malam sekira pukul 20.20 WITA dari Markas Sabhara Polda. “Tim akan melalui jalan darat menuju Kota Palu, kita harapkan personil kita bisa berbuat semaksimal mungkin untuk membantu mengevakuasi korban bencana gempa disana,” ujar Suwardi.

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) XIII, Mayjen TNI Tiopan Aritonang melepas 2 SSK Yonif 713 dan 2 SSK 714 Prajurit Kodam XIII/Merdeka, 15 tim medis Kodam menggunakan pesawat. Sementara melalui jalur darat personil yang dikirimkan menggunakan 4 truck ( 2 fuso, 1 NPS, dan 1 Hino ) serta 1 unit Strada dan 1 unit Mobil Innova. Perjalanan darat dari Kota Manado (Sulut) menuju Kota Palu memakan waktu kurang lebih 30 jam perjalanan.(tim ms)


Komentar


Sponsors

Sponsors