Timses Jokowi Kecam Ratna Cs


KEBOHONGAN Ratna Sarumpaet yang ikut  diramaikan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah terungkap. Nada kecam bersahut-sahutan dari seantero negeri. Tak terkecuali dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Tindakan Ratna Cs itu dinilai sebagai suatu bentuk sikap yang keji mengingat saat ini Indonesia tengah berduka karena bencana di Sulawesi Tengah. "Tidak sepatutnya dan sepantasnya melakukan rekayasa seperti itu, di saat ada tragedi kemanusiaan, gempa, dan tsunami di Sulawesi Tengah," ujar Wakil Ketua Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, lewat pesan suara, Rabu (3/10/).

Karding menilai apa yang terjadi terkait kebohongan Ratna bukan hanya pekerjaan Ratna semata. Ia menuding tim Prabowo-Sandiaga juga ikut terlibat sebagai pihak yang awalnya mengungkap soal isu penganiayaan.

"Apa yang terjadi dengan Bu Ratna itu adalah rekayasa kolektif dari sekumpulan orang yang ingin memenangkan isu kekerasan ini untuk kepentingan memukul lawan politiknya. Tapi sayang, kurang cermat dan kurang hati-hati sehingga berbalik mengenai diri sendiri," kata Karding.

"Tapi saya ingin sampaikan bahwa belum jadi presiden saja sudah begitu, apalagi jadi presiden. Saya kira sangat bahaya. Ini catatan penting bagi rakyat Indonesia, jadi kita menyatakan bahwa sungguh ini adalah pembohongan publik yang luar biasa, sungguh ini rekayasa politik yang keji dan itu tidak sepatuttnya dilakukan oleh orang-orang, apalagi calon presiden," imbuhnya.

Karding mengingatkan saat ini presiden petahana Joko Widodo bersama jajarannya tengah berjuang untuk menangani gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Namun mirisnya, kubu lawan malah justru memainkan isu politik yang ternyata adalah kebohongan.

"Presiden sedang bekerja keras, tak terpikirkan oleh beliau untuk memikirkan hal lainnya kecuali untuk bagaimana menangani gempa, menangani dampak gempa, mengamankan dan melindungi masyarakatnya. Saya jujur saja tidak bersimpati terhadap apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo. Di tengah orang lagi bekerja keras, di tengah orang lagi kena musibah, malah melakukan rekayasa politik. Itu tentu sangat absurd, bahkan keji," papar Karding.

Politikus PKB ini mengajak pihak rival bergotong royong membantu korban bencana yang saat ini hidupnya masih sulit. Karding meminta kubu Prabowo-Sandiaga berhenti ‘menggoreng’ isu politik untuk menjatuhkan pihaknya.

"Ayolah kita kerja sama, sama-sama bekerja untuk melindungi anak-anak bangsa kita, yang sedang mengalami musibah, kelaparan, yang sedang kedinginan, trauma, ini butuh bantuan kita sebagai pemimpin bangsa. Setop main politik yang tidak produktif. Kita sedang prihatin, kita sedang kerja keras bagaimana bantu menangani korban-korban gempa, bekerja kemanusiaan di Sulteng tapi dikotori oleh rekayasa-rekayasa yang sungguh bertentangan dengan perikemanusiaan. Memilukan, sungguh tak punya hati," sebutnya.

Senada didendangkan, Ketua DPP PSI Tsamara Amany Alatas. "Klarifikasi Ratna Sarumpaet hari ini menunjukkan bagaimana koalisi ini tidak kompeten untuk memimpin bangsa. Seorang pemimpin tidak seharusnya asal menelan informasi.  Sebagai pemimpin, Pak Prabowo harusnya menyelidiki terlebih dahulu sebelum melakukan konferensi pers yang membuat gaduh Republik dengan tuduhan yang sangat serius: penganiayaan," ucapnya.

"Pak Prabowo dan koalisinya terbukti hanya mengandalkan emosi, dan bukan pertimbangan rasional. Karakter seperti ini tak seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Bagaimana mungkin kita percaya sosok seperti ini bisa menjadi Presiden Republik Indonesia?" imbuh Tsamara.

Kubu Prabowo dinilai tak memiliki sence of crisis. Mengingat saat ini Indonesia tengah berduka karena gempa dan tsunami di Sulteng.  "Bayangkan, ketika saudara-saudara kita di Palu dan Donggala sedang ditimpa musibah, Pak Prabowo dengan berita yang simpang siur, tanpa melakukan check and recheck lebih lanjut, langsung mengambil kesimpulan terjadi penganiayaan. Konferensi pers Pak Prabowo membuat isu ini menjadi perhatian khusus rakyat. Akibatnya, hoax tersebar ke seluruh penjuru negeri," tuturnya.

Tsamara lalu menyebut Koalisi Prabowo-Sandiaga sebagai koalisi hoax karena tak mencoba memverifikasi kebenaran penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ia menilai isu soal Ratna dijadikan alat politik demi mencapai kemenangan.

"Lebih dari itu semua, apa yang dilakukan Pak Prabowo dan koalisi hoax dengan begitu saja mempercayai Bu Ratna Sarumpaet menunjukkan bahwa kecilnya komitmen koalisi ini terhadap pemilu yang edukatif. Ini menjadi contoh bahwa segala cara bisa dilakukan untuk meraih kekuasaan. Sungguh miris," timpalnya.(dtc)

 


Komentar