GSVL Beber Alasan Pindah Nasdem


MISTERI berpindahnya Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) dari Partai Demokrat (PD) ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem), terkuak. Persoalan hukum, bukan jadi penyebab hengkangnya GSVL dari top leader Bintang Mercy Nyiur Melambai.

Walikota Manado dua periode ini resmi berlabuh di Partai Nasdem terhitung 27 September 2018. Saat itu, Ketua Umum (Ketum) Surya Paloh, terlihat mengenakan jaket berlambang Nasdem kepada GSVL di acara pembekalan calon legislatif Partai Nasdem di Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Mulai minggu kemarin tanggal 27 September, dengan kesadaran saya sendiri, tanpa ada yang memaksa saya bergabung dengan Partai Nasdem,” aku GSVL, Kamis (4/10) malam.

Ia pun menjelaskan alasannya bergabung dengan partai yang dinakhodai Surya Paloh itu. “Kalau masih ingat bulan yang lalu, kita so sempat publikasi ke masyarakat bahwa Demokrat Sulut mendukung Pak Jokowi untuk presiden periode 2019-2024. Dan memang, itu tidak sejalan dengan keputusan DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Karena, DPP mengawal Pak Prabowo dan Sandiaga Uno,” terang GSVL.

“Saya merasa tidak nyaman bersebrangan dengan keputusan DPP. Feeling saya, nantinya ke depan komunikasi antara saya dan teman-teman di Demokrat Sulut nanti kurang harmonis dengan DPP. Nah, daripada terjadi begitu, nanti ada konflik-konflik politik ke depan. Lebih baik saya yang mengambil langkah menghindar dari problem ini,” tutur dia.

Demokrat dan Nasdem, kata GSVL, beda tipis. Sebab, dua partai ini nasionalis dan religius. Menariknya, Nasdem merupakan satu-satunya partai yang mempublikasikan diri sebagai partai anti mahar. Selain itu, anti korupsi. “Saya tertarik di situ dan masuk,” sambung GSVL.

Terkait dugaan keterlibatan dalam perkara dana bencana yang dikait-kaitkan dengan kepindahannya di Nasdem, GSVL langsung mengklarifikasi. “Kalau ada yang mengaitkan dengan persoalan-persoalan yang ada di Manado, dimana saya dipanggil sebagai saksi bukan sebagai apa. Kenapa saya dipanggil, saya walikota waktu kejadian. Karena berdasarkan laporan, diduga ada terjadi penyimpangan, maka teman-teman pengelola kan sudah dipanggil. Sebagai walikota, saya tau persis dari awal. Apalagi, saya mengusulkan untuk mendapatkan bantuan itu. Ya, dimintai keterangan,” lugasnya sembari menambahkan sudah memberikan penjelasan kepada pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sebelumnya, langkah GSVL untuk berkiprah di Partai Nasdem, cukup menggegerkan konstelasi politik nasional,  terutama di Sulut. Berbagai opini, baik pro maupun kontra  bersahut-sahutan di media sosial (medsos). Termasuk asumsi negatif. Keputusan politik mantan Ketua DPD PD Sulut untuk pindah ke Nasdem, sempat dituding untuk menghindar dari panggilan Kejagung RI, terkait kasus dana bencana banjir tahun 2014 silam.(erfiena kaawoan)

 

 


Komentar