Dua Perusahaan Abaikan Panggilan Kejaksaan

Terkait Temuan 1,3 Miliar Dalam Proyek RSUD MWM


Airmadidi, MS

Upaya Korps Adhayaksa menggenjot pengembalian kerugian negara dalam proyek rehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis (MWM) Airmadidi, tak berjalan mulus. Dua dari empat perusahaan pelaksana proyek yang kena temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum menunjukkan sikap kooperatif. Surat panggilan yang dilayangkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Airmadidi diabaikan.

"Keempat perusahan ini sudah dipanggil untuk mengembalikan dugaan kerugian negara yang jumlahnya mencapai Rp 1.309.122.058. Dua perusahan, yakni CV BOP’S dan CV Amin Anugerah langsung beritikad baik datang dan mengembalikan uang dengan total jumlah Rp 187.967.870. Namun dua perusahan lainnya yakni  PT Cahaya Miracle dan  PT Karya Tri Putra yang harus mengembalikan dugaan kerugian sebesar Rp 1.121.154.095, tidak memenuhi panggilan," beber Kepala Kejari Airmadidi Rustiningsih SH MSi.

Temuan ini, sebut dia, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sedangkan pemanggilan terhadap empat perusahaan tersebut berdasarkan surat perintah penyelidikan bernomor 04/R1.16/Fd.1/09/2018.

"Ada empat jenis pekerjaan yang digarap empat perusahaan dengan nilai kontrak berbeda yang ditemukan ada kerugian negara, dan kerugian itu sedang kita upayakan agar segera dikembalikan oleh pihak perusahaan terkait," ujarnya lagi.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Airmadidi Antonius Silitonga SH menambahkan, untuk dua perusahaan yang tidak memenuhi panggilan akan dipanggil kembali pada 11 Oktober 2018. “Kami akan memanggil kembali dua perusahan tersebut, namun jika mereka tetap tidak kooperatif memenuhi panggilan maka proses hukum temuan ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegas Silitonga bersama Inspektur Minut Umbase Mayuntu yang ikut hadir di kantor Kejari Airmadidi.

Dari informasi yang berhasil dirangkum Media Sulut, total anggaran yang dikucurkan pemerintah lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk empat jenis pekerjaan dalam proyek pembangunan RSUD MWM ini bernilai total Rp 19.895.388.000. Pekerjaannya meliputi pembangunan gedung rawat inap anggaran sebesar Rp 7.570.000.000 yang dikerjakan oleh PT Cahaya Sinar Miracle diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp 486.618.179. Pembangunan gedung poliklinik dengan anggaran sebesar Rp 9.442.000.000 yang dikerjakan oleh PT Karya Tri Putra diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp 634.535.916. Pembangunan gedung laundry anggaran sebesar Rp 1.007.268.000 yang dikerjakan oleh CV Amin Anugrah diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp 58.738 972. Kemudian pembangunan lanjutan rawat inap dengan anggaran sebesar Rp 1.876.120.000 oleh CV BOP’S yang diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp 129,228.989. (risky adrian)


Komentar


Sponsors

Sponsors