JS Bidik Koptan Siluman di Mitra


Ratahan, MS

 

Fenomena kemunculan kelompok tani/nelayan (koptan) dadakan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) diduga makin marak. Modus pembentukan koptan bergaya siluman tersebut disinyalir hanya untuk menggerogoti penyaluran bantuan sosial dari pemerintah.

Kondisi ini menyeret perhatian serius Bupati James Sumendap (JS). Instansi terkait diingatkan untuk pro aktif dan selektif dalam penyaluran batuan sosial terhadap koptan-koptan di Kabupaten Mitra.

“Saya minta instansi teknis terkait dapat memperhatikan hal ini. Koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan akan sangat bermanfaat ketika penentuan penyaluran bantuan sosial dilakukan bagi koptan yang ada,” ungkap bupati, Senin (8/10) kemarin.

Menurutnya, penyaluran bantuan sosial kepada para koptan seharusnya bertujuan untuk mengembangkan usaha kelompok yang ada bukan sebaliknya digunakan untuk kepentingan diluar koptan. “Ini kan mubasir namanya. Bantuan yang ditujukan untuk pengembangan tak jalan karena salah sasaran,” tukas bupati.

Dia mengatakan, pada tahun-tahun berjalan ini, pihak pemerintah akan memberikan perhatian besar terhadap para petani dan nelayan melalui kelompok yang ada. “Saya tak ingin bantuan bagi koptan salah sasaran. Jadi instansi terkait haruslah selektif dalam memberikan bantuan sosial. Sebab bantuan ini adalah untuk kepentingan mereka yang benar-benar berusaha dibidangnya masing-masing,” pungkas bupati.

Sementara, sejumlah warga pun menilai penentuan pemberian bantuan sebaiknya harus memenuhi syarat dalam penerimaannya. “Paling tidak ada riwayat koptan ataupun para anggota koptan. Agar bantuan sosial yang diberikan dapat memberikan efek positif bagi koptan dan anggota didalamnya. Jika bantuan hanya diterima koptan siluman, tentu tak ada efek pengembangan disana,” ucap Meki Lontaan warga Mitra. (recky korompis)


Komentar