2.010 ORANG MENINGGAL, 5.000 DIPERKIRAKAN TERTIMBUN


Jakarta, MS

Tabel AKANG.  BOLEH JUGA TARUH DI GRAFIS (Kl talalu panjang,  Minta Tolong REDPEL sesingkat akang)

 

Data dan Fakta Terbaru Gempa dan Tsunami Sulteng*

 

- Korban jiwa: 2.010 orang

Terdiri dari 1.601 orang di Palu, 171 orang Donggala, 222 orang di Sigi, 15 orang di Parigi Moutong dan 1 orang di Pasangkayu, Sulbar.

- Korban luka: 10.679 orang

- Korban hilang: 671 orang

- Pengungsi: 82.775 orang

Sebanyak 74.044 orang tersebar di 112 titik di Sulteng, sedangkan 8.731 orang di luar Sulteng.

- Rumah rusak: 67.310 unit

- Rumah peribadatan: 99 unit

- Fasilitas kesehatan: 20 unit

- Desa terdampak parah, Desa Jono Oge dan Mappanau. Bangunan rusak 366 unit dan kemungkinan rusak 168 unit.

 

*Data BNPB

 

?====================

Cat: Grafis taru akang peta Palu/Sulteng. Dp latar gambar kondisi kota Palu usai bencana....

 

2.010 ORANG MENINGGAL, 5.000  DIPERKIRAKAN TERTIMBUN /// jdl

 

Jakarta, MS

Data terbaru dampak gempa dan  tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) diungkap. Korban meninggal melampaui angka 2.000. Sementara ribuan lainnya diperkirakan masih tertimbun. Kabar gembira, Kota Palu mulai bergeliat.

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulteng mencapai 2.010 orang. Seluruh jenazah sudah dimakamkan.

 

"Jumlah korban jiwa per pukul 13.00 WIB, 2.010 orang meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (9/10).

 

Perincian 2.010 korban meninggal itu terdiri atas 1.601 korban jiwa di Palu, 171 korban di Donggala, 222 korban di Sigi, 15 korban di Parigi Moutong, dan 1 orang di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

 

"Pemakaman massal 934 jenazah, pemakaman keluarga 1.076 jenazah," ujarnya.

 

Sementara itu, korban luka mencapai 10.679 orang, yakni 2.549 luka berat dan 8.130 luka ringan.

 

8.276 ORANG DIEVAKUASI KE LUAR SULTENG

 

Gempa dan tsunami telah membuat banyak orang meninggalkan Sulteng. Data menyebutkan, total ada 8.276 orang sudah dievakuasi keluar Sulteng . Mereka dievakuasi dengan berbagai cara.

 

"Total 8.276 orang dievakuasi," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (9/10).

 

Ia kemudian merinci proses evakuasi ribuan orang itu. 6.157 orang dievakuasi melalui jalur udara dengan pesawat Hercules, 1.908 orang dievakuasi menggunakan kapal laut dan 211 orang melakukan evakuasi sendiri melalui jalur darat.

 

"Sebagian besar dari mereka yang dievakuasi bukan warga asli Palu," jelas Sutopo.

 

RIBUAN ORANG DI BALAROA DAN PETOBO BELUM DITEMUKAN

 

Tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban akibat gempa dan tsunami di Sulteng. Fokus pencarian korban kini tertuju pada dua wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Balaroa dan Petobo, di Palu.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga saat ini diperkirakan masih ada 5.000 orang yang tertimbun tanah di wilayah Balaroa dan Petobo.

 

"Jumlah itu menurut informasi yang disampaikan kepala desa. Tapi masih belum terverifikasi," ujar Sutopo dalam konferensi pers.

 

Menurutnya, ada 1.445 unit rumah di Balaroa. Sementara, jumlah rumah yang rusak di Petobo diperkirakan ada 2.050 unit.

 

Luas wilayah Petobo 180 hektar. Sebagian besar wilayah Balaroa dan Petobo tertimbun lumpur. Kondisi bangunan di permukaan telah rata dengan tanah.

 

Dijelaskan, Balaroa dan Petobo adalah dua wilayah yang terdampak likuefaksi, dimana kondisi tanah berubah menjadi lumpur. Proses pencarian terus dilakukan dengan bantuan 7 unit alat berat dan eskavator.

 

"Upaya terus dilakukan. Ditargertkan 11 Oktober sudah selesai. Kalau tidak ditemukan, nanti akan dibahas bersama. Apalagi tanggal 11 itu sudah dua pekan, sehingga sudah dinyatakan hilang," terang Sutopo.

 

MASA TANGGAP DARURAT BERAKHIR 11 OKTOBER

 

Masa tanggap darurat gempa dan tsunami di Sulteng akan berakhir  Kamis 11 Oktober besok. Informasi itu disampaikan BNPB. Masa tanggap darurat ini bisa berubah dengan alasan berbagai hal.

 

"Jadi tanggap darurat akan berakhir  pada 11 Oktober. Apakah ini dilanjutkan atau tidak dilanjutkan memang ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan," tutur Kepala BNPB, Willem Rampangilei.

 

BNPB sudah memperkirakan masa tanggap darurat di wilayah yang terkena gempa dan tsunami di Sulteng itu. Masa tanggap darurat itu bisa saja diperpanjang atau berubah menjadi masa pemulihan.

 

Masa tanggap darurat bisa berhenti berdasarkan beberapa faktor, salah satunya kapasitas daerah dalam melayani masyarakat yang mengungsi sudah semakin baik. Perbaikan-perbaikan secara darurat juga disebutnya akan dilakukan di masa tanggap darurat.

 

"Nanti kita evaluasi setelah itu pemerintah dalam hal ini BNPB memberikan supervisi ke pemda, kita bicarakan dengan Pemda. Tentunya yang berhak menetapkan adalah pemda. Setelah tanggal 10 nanti kita evaluasi baru dari sana kita putuskan perlu diperpanjang atau tidak (masa tanggap darurat itu)," imbuhnya.

 

"Setelah selesai maka transisi darurat ke pemulihan. Setelah tanggal 11 (Oktober) ini kita akan memasuki masa transisi darurat atau masa tanggap darurat akan diperpanjang," sambungnya.

 

Selain itu, Williem menjelaskan akibat dari dampak gempa dan tsunami yang menerjang Sulteng juga mengakibatkan korban jiwa dari siswa-siswa. Ada puluhan siswa yang meninggal.

 

"Siswa yang meninggal dunia ada 22, yang hilang 33, yang luka berat 1 masih dalam perawatan. Untuk guru dan tenaga kependidikan itu yang terdampak total semuanya itu meninggal 22, hilang 14, yang masih rawat inap ada 2," papar Willem.

 

KOTA PALU MULAI NORMAL

 

Aktivitas warga Kota Palu,  berangsur normal pascagempa dan tsunami. Pantauan di lapangan, geliat aktivitas warga tampak, hari Selasa (9/10) kemarin. Warung-warung yang sebelumnya tutup kini sudah kembali dibuka. Sekolah mulai aktif, termasuk di sejumlah kantor.

 

Sarana transportasi, seperti angkutan umum, masih lumpuh. Tapi angkutan online sudah ada yang beroperasi.

 

Aris (32) salah satunya. Dia mulai kembali bekerja pada Senin (8/10). "Saya antre baru dapat premium hari Minggu. Sinyal lancar, bensin aman, baru mulai (cari penumpang)," kata Aris.

 

Menurutnya, banyak penumpang yang ingin melihat kondisi Kota Palu pascagempa dan tsunami. Saat ‘narik’, Aris bahkan mendapatkan 23 penumpang.

 

"Kebanyakan (penumpang) tamu dari luar. Biasanya mereka pengin foto, pengin selfie, begitu foto selfie, (mereka) cabut. Ada beberapa antar sembako," bebernya.

 

 

Dipastikan, kondisi Kota Palu dan sekitarnya akan terus membaik pada beberapa waktu ke depan. (dtc/mrd)

2.010 ORANG MENINGGAL, 5.000  DIPERKIRAKAN TERTIMBUN 

 


Komentar


Sponsors

Sponsors