JWS SIAP LAWAN JS DI PILWAKO MANADO


Manado, MS

 

Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Kota Manado, masih dua tahun lagi. Namun tensi politik sudah  memanas. Sederet figur sudah terang-terangan akan maju di hajatan pesta demokrasi di ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tersebut.

Teranyar datang dari Jantje Wowiling Sajow (JWS). Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Minahasa itu siap maju di Pilwako Manado 2020 mendatang.

Termasuk menantang rekan separtai, James Sumendap (JS), yang sudah terlebih dahulu menyatakan diri akan maju memperebutkan kursi Top Eksekutif di ‘Kota Tinutuan’.

Mantan Bupati Minahasa itu, mengaku tak gentar melawan Bupati Minahasa Tenggara  (Mitra) itu.  “Saya siap maju di Manado (Pilwako, red) melawan JS,” lugas JWS, kepada harian ini, Rabu (10/10) kemarin.

Politisi Banteng Moncong Putih secara tegas menyatakan  siap melawan JS bersama ‘sekutunya’. Baik dari biaya politik hingga tarung merebut hati rakyat Manado. “Biar JS dengan sekutunya, saya tak gentar. Meski dengan dana pribadi sendiri, saya siap. Karena maju di pesta politik, tentu perlu kos politik,” sambung salah satu sosok yang dikenal petarung itu.

JWS pun sempat menyindir keberhasilan JS menjadi Bupati Mitra dua periode. “Dia (JS,red) itu menang, karena tidak ada lawan. Coba ada lawan. Belum tentu menang,”  singgungnya.

“Karena takut kalah, ya itu, semua partai dilobi untuk mendukungnya. Jadi menang tanpa lawan. Mitra dan Manado itu beda. Kita lihat saja nanti,” timpal JWS.

Disinggung soal kendaraan politik yang akan digunakan nanti, JWS mengaku siap bersaing di internal partai. Pun begitu, ia juga akan menyiapkan jalur alternatif lainnya untuk meraih tiket di Pilwako Manado. “Kalau tidak melalui jalur partai, saya akan maju lewat jalur perseorangan atau independen. Yang pasti, saya akan maju di Manado,” tegasnya lagi.

Bagi JWS, tak ada yang mustahil dalam mewujudkan impiannya itu. “Yang penting niatnya. Saya siap membangun dan mensejahterakan masyarakat Manado. Itu tujuan utama saya untuk maju di Manado nanti. Siapapun lawannya nanti, saya siap hadapi. Yang penting bersaing secara sehat,” ujar JWS.

Kala ditanya soal target di pemilihan legislatif (Pileg) 2019, salah satu calon anggota DPR RI dari PDIP, terkesan dingin. “Mengalir saja. Kalau dipilih dan dipercayakan masyarakat, ya terima kasih. Tapi saya tetap akan maju di Manado,” kuncinya.

TAUFIK: ITU POLITICAL CHOICE JWS

Hasrat JWS untuk maju di Pilwako Manado, dinilai merupakan pilihan politik alternatif dari mantan Bupati Minahasa itu. Itu menyusul pertarungan untuk memperebutkan kursi DPR RI di Sulut, dianggap sangat ketat.

“Saya kira itu political choice dari JWS. Dan itu hal yang lumrah. Kan JWS seorang politisi,” tanggap Taufik Tumbelaka, salah satu pemerhati politik Sulut kepada harian ini, Rabu malam.

“Tentu sudah ada kalkulasi politik dari JWS, sehingga memberanikan diri untuk maju di Manado. Pasti sudah ada hitung-hitungan. Apalagi perebutan kursi di DPR itu sangat sengit. Jadi itu bisa jadi pilihan politik alternatifnya,” sambung jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Pun begitu, JWS dinilai perlu ekstra kerja keras untuk menyosialisasikan diri di Manado. “Karena JWS masih kurang populer di Manado. Jadi mesti rajin turun sosialisasi dan berinteraksi dengan warga Manado,” bebernya.

“Cuma untungnya JWS pernah Bupati. Jadi lebih gampang untuk bersosialisasi. Apalagi banyak tou Minahasa yang berkirah di Manado,”  tambah putra Gubernur pertama Sulut itu.

Bagi Bung Taufik, sapaan akrabnya, Pilwako Manado itu memiliki gengsi yang berbeda. Sehingga tak heran, banyak tokoh politik yang mengincarnya. Termasuk JWS dan JS. “Apalagi GSVL (Godbless Sofcar Vicky Lumentut, red), sudah tidak bisa maju, lagi karena aturan, kepala daerah tidak boleh lebih dari dua periode.  Jadi semua nanti akan main di tanah rata. Tidak melawan incumbent. Kecuali wakilnya (Mor Bastiaan, red)  akan maju,”  ulasnya.

Ia pun optimis banyak wajah baru yang akan maju di Pilwako Manado. “Pasti nanti akan banyak kejutan di Pilwako Manado. Selain wajah lama, penantang-penantang baru pasti akan bermunculan. Lihat saja nanti,”   tandasnya. 

JS KLAIM LAWAN YANG AKAN GUNDAH

Tekad James Sumendap (JS) untuk maju di Pilwako Manado, tak sekedar isapan jempol. Bupati Mitra itu, mengaku siap menyerahkan tampuk kepemimpinannya di tanah Patokan Esa, demi bertarung di  di Tanah Wanua Wenang.

Malah politisi kawakan PDIP itu, mengklaim Pilwako Manado akan menjadi harga diri orang Mitra. Itu bila dirinya maju dan menjadi orang nomor 1 di ibukota provinsi Sulut tersebut.

“Sebetulnya ini bukan masalah 5 tahun di Mitra. Tapi ini harga diri Mitra yang dipertaruhkan diluar Mitra. Artinya kalau menang, itu semua berkat doa rakyat Mitra,” lugas Ketua DPD PDIP Mitra, Rabu kemarin.

Ia pun mengaku tak gentar melawan seluruh kandidat atau pun politisi yang akan maju di Pilwako Manado. Termasuk JWS yang telah menyatakan siap melawan JS di Manado. Tak hanya itu, JS malah menyebut, para calon yang akan ikut di Pilwako Manado, akan risau dengan kehadirannya.

“Kalau saya bertarung di Manado, para petarung politik disana yang akan gundah. Saya akan menantang mereka (calon wali kota, red) yang sudah siap-siap di Manado,” ungkapnya.

Diketahui, tekad untuk maju di Pilwako Manado, dikumandangkan JS usai dilantik dilantik sebagai Bupati Mitra dua periode oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, Selasa (25/9) lalu.

Bagi ‘Sang Gladiator’ julukan JS, ada tiga target utama yang ada dibenaknya. Pertama, mengamankan amanat partai untuk memenangkan pasangan Joko Widodo dan Amin Ma’ruf di Pilpres 2019 mendatang. Kedua, membangun Kabupaten Mitra bersama pasangannya Wakil Bupati Yoke Legi dan ketiga Pilwako Manado.

Diketahui, isu JS akan maju di Pilwako Manado, telah berhembus sejak tahun 2015 lalu. Namun dalam dinamika politik, JS hanya maju di Pilwako Mitra dalam kapasitas sebagai petahana. Kepiawaian politik JS mengantarkannya sebagai satu-satunya kandidat yang melawan kotak kosong di pilkada serentak di 5 kabupaten kota di Sulut.

JS bersama pasangannya Jocke Legi pun sukses menang di pilkada Mitra  melawan kotak kosong dan mengantarkannya sebagai Bupati Mitra dua periode.

DPD PDIP BUKA PELUANG

Bak gayung bersambut. Asa JWS dan JS untuk maju di Pilwako Manado, mendapat sinyal positif dariDewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut.

Kedua kader Banteng Moncong Putih beserta kader lainnya, diberi peluang untuk tarung di Ibukota 2020 mendatang. Pun begitu, DPD meminta seluruh kader untuk memprioritaskan dahulu target partai di Pileg dan Pilpres.

“Siapapun kader yang nanti akan maju di Pilwako Manado 2020 mendatang, sah-sah saja. Tapi kita harus kejar target dulu di Pileg. Termasuk di Manado,” tanggap Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Lucky Senduk, saat dikonfirmasi, Rabu kemarin.

“Salah satu syarat agar bisa mengusung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, kita harus memang dulu di Pileg. Supaya tidak harus koalisi dulu, baru bisa usung walikota sebagai syarat di pilwako. PDIP harus bisa usung sendiri. Kalau pun harus koalisi, PDIP yang jadi pengusung utama, seperti di Minahasa,” lugasnya lagi.

Untuk bisa mengusung calon walikota dan wakil walikota, PDIP minimal mesti mendapat 8  kursi di DPRD Kota Manado pada 2019 mendatang.  “Itu dulu yang kita perjuangkan. Makanya kita harus fokus sekarang pileg dan pilpres. Kalau kita menang siapapun bisa.  Apakah, JWS, JS, Andrei Angouw, Sanny Parengkuan, atau kader lain,  silahkan gotong royong kerjasama menangkan pileg,” pinta Lucky.

“Jadi jangan dulu fokus di 2020. Harus kerja dari sekarang untuk pileg dulu.  Nanti kalau sudah menang, kita akan lihat survei. Siapa yang disukai masyarakat. Siapa tau kemudian masyarakat suka Richard Sualang, atau Andrei Angouw, atau JS dan JWS dipasangkan,” paparnya.

Ia pun menyarankan JWS untuk fokus memenangkan Pileg terlebih dahulu. “Paling tidak harus menang untuk suara di Kota Manado dulu. Agar punya pengaruh untuk peningkatan suara di Pilwako. Supaya dia disayang masyarakat di Manado,” imbau Lucky.

“Yang pasti, semua kader punya peluang yang sama. Tapi yang terpenting saat ini, semua harus gotong royong memenangkan Pilpres dan Pileg, termasuk di Manado,”  pungkasnya.( arfin tompudong/ recky korompis)


Komentar


Sponsors

Sponsors