Pelantikan Wakil Dekan di Unsrat Berpolemik

Dianggap Tak Sesuai Prosedur


Laporan: Sonny Dinar

Gejolak terjadi di tubuh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Pelantikan wakil dekan (WD) dan sejumlah pejabat belum lama ini jadi pemantik. Nada protes itu datang dari Dekan Fakultas Hukum (FH), DR Flora Kalalo.

 

Senin (9/10) lalu, telah dilakukan pelantikan WD dan sejumlah pejabat di lingkup Unsrat Manado oleh Rektor Prof Dr Ellen Kumaat. Kalalo melayangkan protes karena peneguhan sejumlah WD seperti di FH Unsrat itu dianggap tidak sesuai dengan yang direkomendasikan.

 

Hal tersebut berbuntut pada tidak hadirnya Kalalo yang dinilai sebagai wujud protes atas kebijakan rektor yang kontroversial ini. Kepada awak media, Kalalo membenarkan ketidakhadiran dirinya pada pelantikan sejumlah pejabat di FH Unsrat. Ia menilai rektor tidak mematuhi ketentuan administrasi yang berlaku.

 

”Saya tidak hadir, iya karena rektor melanggar aturan. Sebagai Dekan Fakultas Hukum, saya mengusulkan nama lain, tapi dilantiknya lain. Tidak sesuai yang diusulkan dari Fakultas,” ujar Flora tegas.

 

Masih Kalalo, rektor disebut telah melakukan berbagai pelanggaran administrasi dalam proses pengangkatan pejabat di FH. Dimana rektor telah melanggar Peraturan Rektor Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Dosen sebagai pimpinan organ pengelola Fakultas dan Pascasarjana di lingkungan Unsrat. Rektor juga dituding melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2011 tentang Statuta Unsrat secara prinsip dan substansial. Selain itu, rektor mengabaikan Putusan PTUN Manado.

 

Sementara, mantan Rektor Unsrat Prof Dr Lucky Sondakh menguraikan terkait periode dirinya menjabat rektor. "Waktu kita rektor. Demokratis dan iko itu Chain of Command dalam implementasi Keputidan yang demokratis. Mulai dari Rapim Rektorat, Rapim Rektorat plus Dekan dan Ketua Lembaga. Keputusan Demokratis ini dilaksanakan melalui prosedur birokratis. Ikut Chains of Command yang musti disiplin taat azaz sesuai keputusan demokratis dan usulan dari bawah," ujar Sondakh lewat pesan whatsappnya.

"Efisien, produktif tuk kemajuan Unsrat. Jadi untuk jabatan di Fakultas. Rektor memilih salah satu dari nama-nama  yang diusulkan oleh Dekan Fakultas, berdasarkan prinsip delegation of authority dan Chain of Command, hietarchy pengambilan keputusan," sambungnya lagi. (sonny dinar)


Komentar