KONI GATE SERET GTI

Proyek Rp2,3 Miliar Minta “Tumbal”


Manado, MS


Jagat politik Nyiur Melambai, goncang. Penahanan oknum Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara (Sulut), penyebabnya. GTI alias Greety, diseret dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi Hall B, gedung Komite Nasional Indonesia (Koni), Manado.

Hingga Minggu (21/10) malam, GTI masih meringkuk di balik terali besi. Ini dibenarkan Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Kombes Pol Deddy Sofiady.

“Iya Benar," ujar Deddy, saat dikonfirmasi Media Sulut, kemarin.

Pendalaman kasus terus digodok. Bukti keterlibatan orang lain pun diburu. Tanpa kenal lelah, penyidik Polda Sulut terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi berbanderol Rp2,3 miliar itu. "Kita lagi sidik, jadi masih terus berproses," tegasnya.

Kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi gedung Hall B Koni Manado, kian menjulang, setelah Polda Sulut melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka. Dua oknum lain yang “menemani” GTI di tahanan adalah SN dan MP. Penahanan dilakukan sejak Kamis (18/10) malam, pekan lalu.

Informasi diperoleh, penahanan dilakukan ketika ketiga tersangka dipanggil untuk menghadiri pemeriksaan di Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulut, Kamis pagi, sekira Pukul 08.00 Wita. Setelah 10 jam melalui pemeriksaan, penyidik menggiring ketiganya ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pukul 20.33 Wita, ketiganya kembali ke Markas Polda Sulut dan ‘dikurung’ dalam ruangan penyidik. Tak lama kemudian, ketiga tersangka digiring ke ruang tahanan Polda Sulut, guna proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini terungkap ketika penyidik Polda Sulut menemukan kejanggalan proyek rehabiltasi gedung. Yang jadi temuan awal, gedung bagian Hall B didapati hanya dipercantik bagian luarnya saja, sedangkan bagian dalam tidak diperbaiki. Dari hasil penyelidikan sampai pada penyidikan, penyidik menemukan dugaan kerugian uang Negara sekira Rp1 miliar.(kharisma kurama)


Komentar