P/KB GMIM Minta Pemerintah Solusikan Harga Kopra

HUT ke-56 Hentak Ratahan


Laporan: Recky KOROMPIS

Momen sarat makna membungkus Ibadah Agung puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Pria Kaum Bapa (PKB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Sejumlah asa ikut membuncah dalam kumpulan para kepala rumah tangga Kristen ini.  Salah satunya mengorek persoalan harga kelapa.

Ribuan anggota PKB GMIM se-Sinode membanjiri lapangan Ompi, Kelurahan Tosuraya, Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Jumat (19/10) pagi hingga siang. Acara diwarnai aksi teatrikal, drama dan lagu yang merefleksikan realitas kehidupan serta pergumulan warga GMIM dewasa ini. Dengan cerita bernuansa pedesaan, hubungan dalam keluarga, pergaulan dan kekerasan rumah tangga sampai kesalahpahaman yang mengakibatkan bentrokan karena termakan berita hoax. Di dalamnya pula berisikan semangat nasionalis dan menjunjung tinggi keharmonisan. Pementasan ini berhasil memukau umat yang hadir di ibadah agung.

 

Dalam khotbahnya yang didasarkan pada bacaan Alkitab Kisah Para Rasul pasal 15 ayat 22 sampai 34, Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR Hein Arina MTh mengatakan, pelayanan GMIM harus mengikuti pola yang dilakukan Rasul Paulus. “Rasul Paulus ini adalah orang yang hebat, tidak hanya sebagai seorang pekerja keras tetapi dia mampu mengatur pelayanan dalam penginjilan dengan baik. Sehingga, Injil Yesus Kristus bisa tersebar luas, meskipun media yang digunakan hanyalah surat yang ditulis tangan. Berbeda dengan kita sekarang yang terbantu dengan teknologi, ada WhatsApp, twiter, facebook, dan lain-lain,” ujar Pdt Arina.

 

Menurutnya, refleksi yang diperankan dalam acara perayaan HUT ke-56 PKB GMIM tahun 2018 di Ratahan, menunjukkan apa yang dialami dan menjadi pergumulan gereja saat ini. Olehnya, PKB GMIM harus lebih berperan dalam mengatasi persoalan tersebut. Sementara itu, Ketua PKB Sinode GMIM Penatua DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dalam sambutannya meminta pemerintah baik provinsi, kabupaten dan kota se-Sulut agar ikut mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi petani kelapa dengan harga kopra turun drastis. “Selaku Ketua PKB Sinode GMIM, saya meminta pemerintah di provinsi Sulawesi Utara (Sulut) juga kabupaten dan kota di wilayah pelayanan GMIM untuk mari kita cari solusi membantu petani kelapa kita dengan meningkatkan harga kopra. Karena, sekarang ini petani kelapa kita belum bisa menikmati hasilnya dengan baik karena harga kopra yang turun. Kalau boleh kita bantu dengan dana talangan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita,” tukas Penatua Vicky Lumentut.

 

Selain itu, Walikota Manado dua periode tersebut, mengapresiasi kerja panitia yang dipimpin Bupati Mitra James Sumendap SH. “Terima kasih saya kepada panitia yang diketuai Bupati Minahasa Tenggara, sahabat saya James Sumendap, yang telah bekerja keras melaksanakan ibadah agung dan tuan rumah hari ulang tahun ke-56 PKB GMIM,” tandas Penatua Vicky Lumentut.

 

Dirinya mengajak seluruh PKB GMIM agar siap bersatu dengan rajin bersekutu, giat berdoa dan bekerja. “PKB GMIM harus menjadi contoh dan teladan di tengah keluarga. Harus siap bersatu, artinya Saya Ingin Ada Perubahan Bersama Tuhan. Bapak-bapak harus menjadi imam, nabi dan raja di tengah keluarga, masyarakat dan dimanapun berada. Tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk sebelumnya, dan mari jadi Terang dalam keluarga serta lingkungan disekitar kita,” ajak Penatua Vicky Lumentut.

 

Usai ibadah agung, didampingi Sekretaris PKB Sinode GMIM Pnt Rommy Pondaag SH MH, Bendahara Penatua Hanny Jost Pajouw SE Ak MSi, Panglima Panji Yosua James Karinda SH MH, Pdt Roy Lengkong STh serta Pnt Drs Arie Turangan, Penatua Vicky Lumentut mendatangi beberapa gereja yang menjadi lokasi pelaksanaan lomba di wilayah Ratahan. Baik lomba Cakalele, Kolintang, Vokal Group dan lain sebagainya. (***)


Komentar