Materi Dakwaan Tuntas, Perkara Embung Dikebut


Tondano, MS

Geliat penanganan hukum perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Embung di Desa Wasian, Kakas Barat, medio 2015, terus dipacu. Korps Adhyaksa besutan Rakhmat Budiman bergerak cepat. Materi dakwaan untuk persidangan kasus yang menyeret oknum pejabat teras Pemkab Minahasa berinisial RM serta dua tersangka lain, JJ dan TM, tuntas. Bola perkara dipastikan segera menggelinding ke meja hijau.

Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Intelejen Noprianto Sihombing mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado terkait penyerahan berkas perkara dan tersangka. "Setelah proses pelimpahan maka kita tinggal menunggu jadwal persidangan dari pihak pengadilan. Yang pasti kita upayakan secepatnya," kata Sihombing, Senin (22/10) kemarin.

Kata dia, tiga tersangka untuk sementara masih dititipkan di Rumah Tahanan kelas 2B Papakelan Tondano berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Nomor: 650-651-652/R.1.11/ft.2/10/2018. "Berdasarkan surat tersebut lamanya waktu titipan penahanan adalah selama 20 hari, namun akan dikondisikan dengan kesiapan penyelesaian perkara. Jadi bisa saja belum sampai 20 hari sudah dilimpahkan ke pengadilan," tandasnya.

Setelah pelimpahan perkara ke pengadilan nanti, semua proses hukum yang berkaitan dengan tiga tersangka akan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak PN Tipikor Manado. "Jadi apakah mereka nantinya akan menjalani proses tahanan rutan selama persidangan, tahanan rumah atau tahanan kota, itu kewenangan sepenuhnya pihak pengadilan apabila perkaranya sudah dilimpahkan," timpalnya.

Yang pasti, lanjut Sihombing, dalam semua perkara hukum yang ditangani, pihak Kejari Minahasa sangat menjunjung tinggi asas hukum equality before the law. "Artinya dalam menangani suatu perkara hukum kita tidak memandang bulu, apakah itu pejabat atau ASN, kalangan pengusaha ataupun masyarakar biasa semuanya diperlakukan secara sama. Jadi itu kita buktikan dengan adanya surat penahanan terhadap tiga tersangka ini," pungkas jaksa muda itu.

Sekedar informasi, Embung merupakan semacam waduk buatan untuk penampungan air hujan untuk kebutuhan irigasi pertanian khususnya saat musim kemarau panjang. Indikasi adanya permainan pada proyek bernilai Rp1,9 Miliar yang digarap Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa itu awalnya terendus penyidik tindak pidana korupsi Polres Minahasa awal 2017 silam.

Tiga oknum diduga terlibat. RM yang kini tengah menjabat sebagai kepala dinas di salah satu instansi pemerintahan di Kabupaten Minahasa terseret dalam perkara saat menjabat Kepala Dinas Pertanian Minahasa medio 2015 sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut. Sedangkan dua tersangka lain berinisial JJ sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta seorang wanita berinisial TM sebagai Direktur PT GWT selaku pihak ketiga yang dipercayakan sebagai pelaksana pekerjaan.

Proyek ini berdasarkan hasil audit BPKP terindikasi merugikan negara hingga mencapai Rp200 juta. (jackson kewas)


Komentar