Jokowi: Hati-hati Banyak Politik Sontoloyo!


TENSI politik nasional jelang Pilpres dan Pileg, kian meninggi.Berbagai manuver politik gencar dilakukan para politikus. Termasuk menebar negatif campaign dan black campain.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut menyikapinya. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta publik berhati-hati karena masih ada kepentingan yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Mohon maaf, kita ini segala hal selalu dihubungkan dengan politik, padahal kehidupan itu tidak hanya politik. Ada sosial, ekonomi, tapi kenapa selalu dihubungkan dengan politik? Itulah kepandaian politikus kita," ucap Jokowi di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10) kemarin.

Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh pada politikus yang berniat memecah belah bangsa. "Hati-hati, banyak politik yang baik-baik, tapi juga banyak sekali politik yang sontoloyo. Ini saya ngomong apa adanya saja sehingga mari kita saring, kita filter, mana yang betul dan mana yang tidak betul. Karena masyarakat saat ini semakin matang dalam berpolitik," kata Jokowi saat membagikan 5.000 sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat.

"Jangan sampai kita dipengaruhi oleh kepentingan politik sesaat yang mengorbankan persatuan, persaudaraan dan kerukunan kita," imbuh Jokowi.

Dalam acara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir. Acara penyerahan sertifikat ini dihadiri sekitar 5 ribu penerima warga Jakarta Selatan dari 18 kelurahan.

Sebelumnya Jokowi juga sempat menyinggung soal politik kebohongan ketika memberi kata sambutan dalam HUT ke-54 Partai Golkar. "Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri. Dan mari kita perkuat politik pembangunan, politik kerja, politik berkarya. Pembangunan bangsa untuk menghadirkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pembangunan SDM bangsa yang unggul, yang siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Sehingga kemajuan Indonesia, kejayaan Indonesia betul-betul dapat terwujud," pesannnya kala itu.(dtc)

 


Komentar