Hari ini, Tanggap Darurat Bencana Sulteng Berakhir


Masa tanggap darurat terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), berakhir Jumat (26/10) hari.  Pemerintah kini akan fokus membangun hunian sementara (huntara) bagi para korban bencana.

Kebijakan pemerintah itu diungkap Menko Polhukam Wiranto seusai rapat koordinasi dengan Kemensos, Basarnas, dan BNPB di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (25/10) kemarin.

"Besok (Hari ini, red) sesuai rencana, tanggap darurat (Di Sulteng, red) selesai. Dulu kita pernah umumkan tanggap darurat selesai 11 Oktober dan kita perpanjang dua minggu. Jadi besok tanggap darurat, kita anggap selesai," ungkapnya.

Bencana di Sulteng disebut masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tapi pemerintah pusat akan terus membantu. “Jadi rapat hari ini untuk memastikan semua pihak terkait siap untuk pengalihan masa tanggap darurat ke masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” terangnya.

"Lalu kita juga membahas huntara, artinya pada saat tanggap darurat selesai, maka yang tertampung di tenda-tenda dan tempat pengungsian lain kita pindahkan ke hunian sementara," sambung Wiranto.

Lanjut Wiranto, pembangunan huntara sedang dimulai. Dan ada tim yang akan memastikan fasilitas pendukung hingga kelayakannya. "Hunian sementara itu lokasinya harus kita pilih di mana, layak huninya gimana, kemudian fasilitasnya pendukung MCK, dapur dan sebagainya itu sedang dipikirkan dan sedang dimulai pembangunannya," terangnya.

Dia menyebut akan menggelar rapat lanjutan untuk membahas pembangunan huntara itu di Sulteng besok. Kementerian PUPR sudah menargetkan 1.200 huntara akan selesai pada pertengahan Desember.

"Sebanyak 1.200 barak, satu barak itu bisa memuat 10 sampai 12 unit. Tetapi kita juga rapatkan lagi ada bantuan tenda yang setara dengan huntara itu sehingga jumlah 1.200 itu akan terbagi dari bantuan tenda dari luar negeri yang kualitasnya setara dengan huntara yang kualitasnya setara PUPR. Itu nanti juga akan kita kaji di sana," urainya lagi.

Beberapa bank sudah membantu membangun huntara dan ada negara tetangga yang menawarkan bantuan. “Namun untuk bantuan dari luar akan diatur persyaratannya,” tandasnya.(dtc)


Komentar