Dua Terdakwa Korupsi Dana Premi Anggota DPRD Bolsel Tersudut


Manado, MS

Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan dana premi asuransi kesehatan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel) berlanjut. Dua terdakwa yang diseret ke kursi pesakitan, Abdul Malik Musa dan Merry Una, tersudut menghadapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fajar Tri Kusuma Aji.

Keduanya hanya tertunduk lesu kala mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado, Senin (29/10) kemarin.

Terdakwa Merry yang terjerat dalam kapasitas sebagai konsultan perusahaan pemenang tender pada pengadaan premi asuransi kesehatan anggota DPRD Bolsel dituntut hukuman penjara 2 tahun dan uang pengganti sebesar Rp 242 juta. Tak hanya itu, terdakwa terancam tambahan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan jika tidak membayar uang pengganti.

Sementara terdakwa Abdul Malik Musa yang terjerat dalam kapasitas sebagai Sekretaris DPRD Bolsel sekaligus Pengguna Anggaran (PA) dalam proyek tersebut, dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dengan uang pengganti Rp 3 juta dan jika tidak dibayarkan diganti dengan pidana penjara 9 bulan serta denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pasal 3 junto pasal 18 undang-undang nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," urai JPU dihadapan Majelis Hakim.

Kasus ini diketahui mencuat sejak 2012 silam. Dalam materi dakwaan disebutkan, sekitar bulan Juni 2012 sampai Agustus 2012 bertempat kantor DPRD Kabupaten Bolsel, ada kegiatan pengadaan premi asuransi kesehatan bagi 18 anggota DPRD dengan pagu anggaran Rp270 juta. Dimana, setiap anggota dewan mendapat asuransi sejumlah Rp15 juta. Adapun, sumber dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bolsel tahun anggaran 2012.

Memasuki pertengahan tahun 2012 dan atas desakan ketua dan anggota DPRD diadakanlah tender. Terdakwa Musa yang kala itu menjabat Sekretaris DPRD juga selaku Pengguna Anggaran (PA), sebagaimana SK Bupati untuk melakukan tender. Pelelangan dimenangkan oleh CV Citra Lestari KSO PT AXA Financial Indonesia. Terdakwa Merry selaku konsultan mengatasnamakan AXA Finansial. Terdakwa mengajukan permohonan pembayaran seratus persen kepada sekertariat DPRD, dan terdakwa Musa selaku Sekretaris DPRD kemudian menyetujui dan menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM).

Selanjutnya dana masuk ke rekening PT AXA Financial Indonesia, rek BRI-Molibagu. Padahal tidak ada kantor perwakilan AXA Financial di Molibagu.

Perbuatan terdakwa kemudian ketahuan, ketika ada salah satu anggota keluarga dari Anggota DPRD yang sakit. Dimana saat akan mengklaim polis, ternyata kosong. Akibat perbuatan para terdakwa, negara merugi Rp275 juta. (kharisma kurama)


Komentar