Tersangka Kasus Sapi Bertambah, Dandes Bolmut Diradar


Kasus dugaan korupsi sapi induk di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terus ‘memakan korban’. Satu per satu tersangka dijerat. Jeruji besi menanti.

 

Usai menetapkan Sangadi (Kepala Desa, red) Padang Kecamatan Bintauna, BM alias Buyung sebagai tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolmut kini telah menetapkan lagi IT alias Ismail, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pada pengadaan sapi induk di Desa Padang sebagai tersangka baru.

 

"Untuk tersangka kasus pengadaan sapi induk tahun 2017 tidak hanya kepada Sangadi, namun juga kepada IT alias Ismail sebagai Ketua TPK dengan nomor: Print-52/R.1.19/Fd.1/10/2018 tertanggal 22 Oktober 2018," terang Kepala Kejari Bolmut Moch Riza Wisnu Wardana, melalui Kepala Seksi Intelejen Robertho Sohilait.

 

Sohilait menambahkan, penetapan  IT sebagai tersangka berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa sebelumnya. "Telah ditemukan bukti yang cukup kuat sehingga kami menetapkan IT sebagai tersangka baru," tambahnya.

 

Ditanya kapan proses penahanan kepada kedua tersangka tersebut, pria berdarah Ambon ini menegaskan jika dalam waktu dekat akan dilakukan penahanan.

 

"Saat ini proses penuntasan seluruh berkas dugaan korupsi pengadaan sapi induk tahun 2018 ini akan lengkap. Setelah itu kami akan melakukan penahanan," tandas Robertho.

 

Selain melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus pengadaan sapi induk tahun 2017 di Desa Padang Kecamatan Bintauna, Berto sapaan akrabnya tidak menampik jika sedang melakukan tahapan penyelidikan terhadap sejumlah kasus yang terkait dengan Dana Desa (Dandes) di Bolmut.

 

"Ada beberapa laporan masyarakat Bolmut terkait realisasi Dandes dan saat ini kami terus mendalaminya," kunci Sohilait.

 

Diketahui, kasus dugaan korupsi terhadap pengadaan sapi induk Desa Padang yang didanai oleh Dandes tahun 2017 ini merugikan negara sekitar Rp 208 juta lebih dari pagu anggaran Rp 300 juta. (nanang kasim)


Komentar