Dewan ‘Serang’ Dinas Koperasi dan UMKM


Kritik tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) meletup. Gerak Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Sulut disasar. Instansi ini dinilai tak proaktif menjemput bola ke masyarakat.

 

Komisi II DPRD Sulut menyorot kinerja instansi ini yang dinilai tak kelihatan bantuan-bantuannya. Selain itu, dewan pun mempersoalkan ada kegagalan terhadap lelang.

 

"Saya meminta data tentang jatah untuk kelompok penerima bantuan. Karena sampai saat ini untuk kelompok yang diusulkan dewan belum terealisasi. Kemudian siapa-siapa ini yang masuk dilelang.  Ini membuktikan kalau dinas koperasi tidak proaktif," ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulut, Noldy Lamalo, saat hearing bersama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut, Senin (29/10).

 

"Kenapa dinas tidak datang ke dewan. Semua ini kan masalah komunikasi. Datang ke kantor, jangan sampai ada aspirasi dewan yang tidak terakomodir," sambung Lamalo.

 

Ketua Komisi II DPRD Sulut, Cindy Wurangian menyampaikan, hingga kini bantuan dari dinas tersebut tak kedengaran. "Karena bantuan-bantuan itu bukan hanya di koperasi. Jadi ada permohonan proposal yang datang ke dinas tapi juga ada melalui anggota dewan," ungkap politisi Golkar ini.

 

Para wakil rakyat berharap instansi ini bisa kooperatif kepada masyarakat. Hal itu karena setiap kali pengurusan warga butuh dana untuk fotocopy proposal.

 

"Jangan so berapa kali fotocopy tapi tidak diterima. Jangan cuma minta maaf. Kita ke masyarakat nda hanya bilang minta maaf di sana," ketus Wurangian.

 

"Makanya kami minta data di dinas koperasi. Siapkan data untuk 2019. Jangan cuma banyak formalitas dan bantuan ke masyarakat sangat minim. Karena bantuan itu tidak lewat dewan, kita hanya membantu memfasilitasi," sambungnya.

 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut, Marcellino Lomban mengatakan, terkait proposal kelompok sebenarnya tetap jalan. Hanya saja tak sempat dikomunikasikan ke dewan kalau ada gagal tender sehingga tertahan.

 

"Sebenarnya tidak gagal lelang. Tapi sudah dua kali lelang pemenangnya tidak sanggup untuk item-item tertentu," pungkasnya. (arfin tompodung) 


Komentar