Sulut Siaga Bencana


Manado, MS

Cuaca ekstem yang menerjang sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), mulai berdampak buruk. Di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), hujan lebat disertai angin kencang telah memporak porandakan sekira 26 rumah milik warga, Senin (29/10).

Kondisi tersebut mulai memantik reaksi siaga beberapa petinggi pemerintah daerah. Himbauan kewaspadaan riuh berkumandang di bumi Nyiur Melambai. 

Walikota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) menghimbau warga Kota Multidimensi untuk waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Menurut dia, curah hujan yang cukup tinggi saat ini mulai terjadi di Kota Manado. Itu merupakan fenomena yang kerap muncul menjelang akhir tahun. “Oleh sebab itu, saya mengimbau warga Kota Manado untuk waspada terhadap banjir dan tanah longsor, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan daerah perbukitan," tandas Walikota GSVL.

Jika hujan terus menerus selama beberapa hari, dia meminta warga yang berada di zona rawan bencana untuk mengungsi. "Agar terhindar dari musibah yang tidak kita inginkan bersama, jika hujan terus-menerus, saya mengajak warga kota yang ada di bantaran sungai dan perbukitan untuk menyingkir dulu di tempat yang aman. Misalnya, ke rumah saudara kita yang lokasinya aman dari banjir dan longsor," harapnya.

Walikota Manado dua periode itu mengatakan, selain banjir dan tanah longsor, ancaman alam lainnya yakni pohon tumbang. Hal ini sangat beralasan mengingat hujan yang turun disertai angin dengan kecepatan di atas rata-rata. "Saya juga mengingatkan seluruh warga Kota Manado, waspadai pula adanya pohon tumbang akibat angin kencang. Pemerintah akan terus melakukan penebangan pohon-pohon penghijauan yang sudah tua dan lapuk serta berbahaya bagi warga," lugas GSVL.

Hal senada dikatakan Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman (JFE). Ia berharap, cuaca ekstrem saat ini dapat diwaspadai seluruh masyarakat Kota Bunga. “Letak Tomohon berada di wilayah pegunungan. Ancaman tanah longsor sangat berpeluang terjadi. Masyarakat dihimbau untuk siaga. Pemerintah di seluruh kelurahan diharapkan terus mengingatkan masyarakat,” tandas JFE.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), himbauan serupa telah dikeluarkan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD). Bahkan, di wilayah perbatasan ini telah diberlakukan sistem siaga. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor maupun bencana lainnya akibat curah hujan yang tingggi disertai angin kencang di bulan Oktober hingga Januari mendatang.

Kepala BPBD Bolmut Musliman Datukramat menjelaskan, posisi siaga mulai akan dilakukan di saat musim penghujan. Dia pun menjelaskan, kalau pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan para camat-camat yang ada di enam kecamatan agar selalu mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan di kaki bukit untuk tetap waspada. “Kami akan segera melakukan koordinasi dengan para camat agar masyarakat yang tinggal dibantaran sungai dan perbukitan, waspada akan bencana tersebut,” pungkas Datukramat.

Bagi dia, sejumlah wilayah yang berpotensi besar terhadap bencana banjir dan tanah longsor, hampir mencakup di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bolmut. “Sedini mungkin, kami sudah mengantisipasi akan hal ini, pasca pergantian musim kemarau ke musim penghujan,” kunci Datukramat.

Anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut Reba Pontoh meminta pemerintah terus memantau segala perkembangan. Menurutnya bencana kapan saja bisa datang. Namun, jika diantisipasi melalui kewaspadaan yang tinggi, masyarakat Bolmut akan terhindar dari bencana. “Selain Pemkab, tentunya seluruh elemen masyarakat harus waspada, sebab bencana kapan dan dimana saja bisa terjadi, apalagi masyarakat yang ada di pesisir laut, dekat dengan sungai maupun yang ada didaerah pegunungan,” kunci Reba.

Terkait kondisi ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta masyarakat untuk waspada terhadap adanya peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Untuk potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat Enggano, Perairan Selatan Banten, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudera Hindia Barat Enggano - Banten, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Perairan utara Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat. “Masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” kata Deputi Bidang Meteorologi, Drs Mulyono R Prabowo yang dikutip melalui situs resmi BMKG.(tim ms)


Komentar