MANUVER CAWAPRES SANDI DI SULUT

Sambangi Kantor Sinode GMIM


Manado, MS

Sepak terjang Calon Wakil Presiden (Cawapres) Republik Indonesia (RI), Sandiaga Uno di Sulawesi Utara (Sulut), sedot perhatian warga Nyiur Melambai. Itu menyusul ‘safari politik’ pendamping Prabowo Subianto di sejumlah ikon keagamaan dan situs sejarah di Sulut.  Terutama lawatan eks Wakil Gubernur DKI Jakarta di Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (5/11) kemarin.

Kunjungannya di organisasi gereja terbesar di jazirah utara pulau Sulawesi itu, disambut hangat oleh sejumlah pimpinan sinode GMIM. Pesan persaudaraan pun dilantunkan salah satu pengusaha sukses berdarah Gorontalo itu. Sandi, sapaan akrabnya, mengaku kehadirannya di  Kantor Sinode GMIM untuk membawa pesan damai dari Calon Presiden (Capres) Prabowo dan Hasyim Hadikusumo.

"Inilah wujud nyata keberagaman kita. Kami melihat perbedaan itu sebagai aset, yaitu lokomotif untuk kita terus membangun bangsa. Menurut saya, di balik kegiatan bersilahturahmi, ada rejeki dan umur panjang yang Tuhan janjikan kepada umat," ungkapnya.

Ia bertekad untuk terus melakukan silahturahim serta bersinergi dengan berbagai komponen bangsa. Jebolan  Wichita State University, Amerika Serikat itu, tidak menginginkan jika momen Pemilihan Presiden (Pilpres) akan memecah belah bangsa.  “Pemilu, baik Pilpres dan Pileg mestinya mempersatukan bangsa demi membangun masa depan Indonesia,” lugas Sandi yang didampingi sederet elit partai pendukung Prabowo-Sandi di Sulut.

Di hadapan para petinggi GMIM, Sandi memaparkan sederet visi dan misi pasangan Prabowo-Sandi. Kedua akan fokus pada pembangunan ekonomi. Semisal, membuka lapangan kerja serta memperhatikan pelaku-pelaku ekonomi menengah ke bawah.  “Konsep  ini salah satunya saya dipelajarinya dari mantan Menteri Ekonomi RI, AA Maramis yang juga putra asli Minahasa,” bebernya.

Baginya, perbedaan di Indonesia akan semakin melekat kuat jika mengadopsi jargon Sulut, torang samua basudara. “Saya rasa, Tuhan menciptakan kita berbeda untuk saling melengkapi. Tuhan pasti menjadikan Indonesia lebih baik lagi kalau kita banyak bersyukur. Jadi, siapa pun yang terpilih, kami yakin itu adalah pilihan Tuhan untuk Indonesia lebih baik," tandas eks Politisi Gerindra itu.

Sekretaris Umum, Pdt Evert Tangel pun mengapresiasi kunjungan Cawapres Sandi dan rombongan di kantor Sinode GMIM. Apalagi menurut dia, Cawapres Sandi getol mengedepankan kebersamaan. “Mengatasnamakan Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, kami sangat mengapresiasi Bapak Sandiaga Uno yang sudah berkenan mengunjungi Kantor Sinode GMIM,” ungkap Tangel yang menyambut kehadiran Sandi dan rombongan.

Tangel juga sempat memaparkan secara umum tentang GMIM serta eksistensi organisasi gereja terbesar di Sulut yang memiliki jemaat sekitar 800 ribu jiwa tersebut. "Kami bersyukur, pertemuan ini sedang menggambarkan persatuan negara kesatuan Republik Indonesia. Meski berbeda-beda, tapi satu dalam mempertahankan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia," pungkas Tangel.

ZIARAH DI MAKAM KYAI MODJO

Sebelum mengunjungi dan bersua dengan pimpinan Sinode GMIM, (Cawapres) Sandiaga Uno, terlebih dahulu menyambangi makam Kyai Modjo di Kampung Jawa Tondano (Jaton), Minahasa. Cawapres nomor urut dua ini menaburkan bunga dan minyak wewangian di makam pahlawan yang semasa dengan Pangeran Diponegoro tersebut.

Ia mengaku bangga berkesempatan mengunjungi Tanah Toar Lumimuut. Apalagi disambut langsung oleh keluarga keturunan Kyai Modjo. Kata dia lagi, berkat perjuangan para pahlawan, Indonesia akhirnya bisa merdeka dan berdiri sendiri. Itu patut disyukuri.

"Dalam kekinian, generasi Bangsa Indonesia harus mampu menangkap aspirasi dan amal bakti para pahlawan, termasuk Kyai Modjo. Insya Allah, mereka (arwah pahlawan-red) bisa diterima di sisi Allah SWT," ujar Sandiaga kepada sejumlah wartawan.

Dia berharap, Provinsi Sulut, khususnya Jaton ke depan bertambah maju. Celetuknya pula, kecantikan panorama alam Minahasa sangat mengagumkan. Hal itu pun membuat dirinya terkesima. "Ini seperti ada cuplikan dari surga. Semoga pariwisata di sini bisa semakin berkembang," asanya.

Sandiaga berpesan, kerukunan di Jazirah Utara Selebes yang sudah lama terbina haruslah terus dijaga. Ditegaskan dia, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 adalah pemersatu bangsa. Hal terpenting ialah keberagaman yang sudah menjadi aset Bangsa Indonesia.

"Indonesia itu satu dan tidak terpisahkan. Perbedaan itu justru kekayaan kita. Mari kita hasilkan solusi-solusi untuk bangsa dengan menjunjung tinggi kekeluargaan karena kitorang samua basudara," tandasnya.

Cawapres Sandiaga Uno juga sempat melakukan sholat di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo Kampung Jaton, Kota Tondano. Sebelumnya, Sandiaga telah melakukan ziarah di makam pahlawan nasional Walanda Maramis.

‘JUAL’ PROGRAM EKONOMI PRO RAKYAT

‘Safari politik’ Cawapres Sandiaga Uno di Sulut, Senin (5/11) kemarin, diawali dengan  pertemuan bertajuk Deklarasi Persaudaraan di Lapangan Ketang, Ternate Baru Manado.  Dalam kesempatan itu, Sandi memaparkan berbagai program andalannya bersama Prabowo Subianto jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.

Terutama tentang konsep ekonomi kerakyatan. Ia berjanji, bersama Prabowo  akan fokus pada sektor ekonomi.  “Saya dan Pak Prabowo akan buat kebijakan-kebijakan ekonomi yang pro rakyat. Salah satunya dengan melakukan pembatasan impor bahan-bahan pangan,” lugasnya di hadapan para peserta deklarasi.

Sandi mengklaim, konsep itu bertujuan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat serta menjembatani jurang  pemisah yang terlalu besar antara yang kaya dengan miskin di Indonesia.  “Kita harus utamakan hasil produksi sendiri. Produksi pertanian kita melimpah ruah.  Tapi herannya, keran impor masih saja dibuka. Kan, kasihan petani kita. Sudah kerja keras, tapi hasilnya dijual murah. Itu yang akan kita perjuangkan," lugas Sandi berapi api.

Meski begitu, Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengajak seluruh elemen masyarakat Sulut untuk mengedepankan tali persaudaraan atau tidak terbelah karena perbedaan pilihan politik di Pilpres. Pengusaha berdarah Gorontalo itu, mengingatkan para pendukungnya untuk mengutamakan kampanye Teletubbies.

“Mari kita berkampanye teletubbies, kampanye yang berpelukan dan sejuk. Karena Torang semua bersaudara,” kunci Sandi yang disambut dengan tepuk riuh peserta deklarasi.

Usai melakukan deklarasi persaudaraan di Lapangan Ketang, Ternate Baru Manado, baru Sandi dan rombongan mengunjungi makam pahlawan nasional Walanda Maramis, Ziarah ke makam Kyai Mojo di Tomohon Minahasa dan melawat di Kantor Sinode GMIM.

Setelah itu, Sandi bertemu dengan para kader, calon anggota Dewan partai koalisi, dan relawan di kawasan wisata kuliner Jalan Roda, Jalan Walanda Maramis Manado. Kemudian, meresmikan Rumah Juang Prabowo Sandi di Jalan Sam Ratulangi, Kompleks Wanea, Wenang, Manado. Agenda Sandi, Senin kemarin, ditutup dengan pelatihan OK OCE dan bertemu generasi milenial, di Jalan Pogindon Raya, Maasing, Manado.

 

 

Sedianya, Selasa  (6/11) hari ini, Sandi masih akan melakukan sejumlah agenda di Sulut. Seperti senam bersama emak-emak, mengunjungi pasar di Manado dan salah satu media cetak di Sulut. “Beliau, di Sulut agendanya 2 hari. Untuk hari ini (Kemarin, red), semua agenda dari kunjungan dan pertemuan beliau, berlangsung lancar dan baik,” ungkap Audi Lieke, Penanggung Jawab Urusan Luar Daerah Sandiaga Uno di Sulut, kepada harian ini, Senin kemarin.

“Sedangkan besok (Hari ini, red), beliau akan melakukan senam bersama ibu-ibu dan serta mengunjungi Pasar. Lokasinya di Pasar Bersehati Jalan Nusantara Calaca Wenang Kota Manado. Setelah semua agenda tuntas, beliau akan segera bertolak ke Ternate,” tandasnya. (hendra mokorowu/arfin tompodung)


Komentar