Oknum Kadis Minut Diduga Aniaya Isteri

Dipicu Keberadaan ‘Pelakor’


Airmadidi, MS

Kasus kekerasan terhadap perempuan kembali mencuat. Kali ini, oknum pejabat di Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), pelakunya. Disinyalir, penganiayaan ini dipicu keberadaan pelakor, sebutan anyar untuk wanita pengganggu laki orang. 

Perbuatan tak terpuji ini diduga dilakukan oknum kepala dinas (Kadis) di jajaran Pemkab Minut. Ini terkuak pasca postingan di media sosial di Facebook, dari akun seorang wanita yang diduga isteri pejabat tersebut, Sabtu (3/11) akhir pekan lalu. Wanita itu mengunggah beberapa foto bukti bagian tubuhnya yang memar, diduga akibat penganiayaan oknum kadis tersebut.

Dia mengungkapkan, penganiayaan oleh oknum kadis itu, terjadi setelah dia mencium dugaan perselingkuhan antara suaminya dengan pegawai staf di kantor dinas.

Selain itu ia, ia mengunggah foto percakapan di aplikasi whatsapp antara suaminya dengan staf. Salah satunya, si kadis sempat bertanya pada pegawainya apakah sudah tidur. "So bobo?" dan dilanjutkan dengan percakapan layaknya pasangan yang sedang kasmaran.

Sang istri juga menyebutkan, suaminya selalu mengajak staf tersebut ikut dalam tugas ke luar daerah, sehingga juga menimbulkan keluhan di kalangan staf lainnya.

"Masa selama TL (tTugas Luar, red) selalu perempuan ini yang berangkat. Padahal dia hanya staf dan masih banyak staf lain. Bahkan staf lain sampai mengeluh, kenapa dia terus yang TL. Suami saya selalu pilih TL yang lama, bahkan kemarin ke Pangkal Pinang selama 2 minggu dan ada pelakor itu. Eh pulang TL justru istri yang disalahkan bahkan dipukul. Istri di rumah selalu dimaki-maki bahkan dianiaya. Tolong Bupati Minut perhatikan hal-hal yang begini. Pilihlah pejabat kepala dinas yang attitudenya baik. Maaf sekali lagi saya share di sosmed untuk jadi pelajaran buat yang lain," tulis sang istri.

Sementara, upaya mengkonfirmasi kepada oknum kadis berinisial TS tersebut tak membuahkan hasil. Saat dihubungi lewat nomor ponsel +62852444416xxx, yang terdengar hanyalah pemberitahuan kalau ponsel tak aktif atau di luar jangkauan.

Dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum kadis tersebut menuai kecaman dari warga. Bahkan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan diminta untuk mencopot oknum tersebut. "Sebaiknya bupati mencopot oknum tersebut dari jabatan kadis. Kalau bupati enggan mencopotnya, pindahkan saja dia jadi kadis perlindungan perempuan," sindir warga.(risky adrian)


Komentar