Karyawan dan Sekuriti PT Conch Dipolisikan

Diduga Sekap dan Perlakukan Kasar Empat Bocah


Laporan : Endar YAHYA

Kabar tak sedap kembali menyasar PT Conch North Sulawesi Cement. Perusahaan yang beraktivitas di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) itu diterpa persoalan. Kali ini terkait perlakuan kasar dan penyekapan yang diduga dilakukan oknum petugas sekuriti dan karyawan terhadap empat bocah ingusan.

 

Kabar itu terkuak Selasa (6/11) kemarin saat orang tua korban yang mendampingi anaknya menyambangi Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Bolmong untuk melaporkan peristiwa tersebut. Empat bocah malang yang diduga menerima perlakuan tak menyenangkan oleh oknum petugas sekuriti PT Conch masing-masing berinisial MT (13), SL (12), JK (13) dan CE (13). Mereka merupakan warga asal kelurahan Inobonto Satu, Kecamatan Bolaang.

Enta Maninggio, ibu korban MT menuturkan, anaknya dan ketiga temannya disekap selama enam jam oleh oknum security PT Conch saat sedang bermain di kompleks pelabuhan. Kata dia, peristiwa itu terjadi pekan lalu.

"Iya pak, anak saya dan temannya minggu lalu disekap dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang oleh sekuriti dan karyawan PT Conch karena dituduh mengambil besi di areal perusahaan, padahal anak saya hanya bermain dan menunggu soma (jala) terisi ikan," tuturnya.

 

Beruntung anaknya diselamatkan oleh salah satu warga Inobonto bernama Medi Lumilu yang bekerja sebagai sekuriti di PT Conch. Menurut Enta, keberadaan anaknya diketahui oleh Medi setelah mendengar suara tangisan mereka.

"Anak saya diselamatkan dan disuruh pulang seorang sekuriti PT Conch asal Inobonto dari sekapan, karena menangis akibat lapar dan dimarahi seorang karyawan perusahaan," ujarnya.

Kedatangan Enta dan anaknya ke Mapolres dikarenaka  tidak tau lagi mau mengadu kesiapa. "Kami kesini untuk melapor dan meminta penegak hukum agar kiranya bisa memproses kasus ini," harapnya.

Kabar mengejutkan ini langsung direspon Pemerintah Kabupaten Bolmong. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Farida Mooduto mengaku, akan mengunjungi keluarga korban untuk melakukan pendampingan. Selain itu, mereka berjanji akan mendatangi PT Conch.

"Besok instansi kami akan mengunjungi korban untuk melakukan pendampingan, setelah itu kami akan mengunjungi PT Conch untuk melakukan konfirmasi," kata Farida.

Dia mengaku sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Sebab jika kabar itu benar, kondisi psikologis anak nantinya akan terganggu akibat perlakuan buruk yang mereka terima sebelumnya.

"Setelah ini kami juga akan memberi pemahaman terhadap keluarga korban agar lebih proaktif dan lebih memperhatikan anak-anak mereka," tandas Farida. (***)


Komentar