Mengaku Salah, Kadis TS Akhirnya Minta Maaf

Terseret Dugaan Selingkuh dan KDRT


Airmadidi, MS

 

Skandal dugaan selingkuh sekaligus melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyeret oknum Kadis Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), TS alias Toar, berujung di kepolisian.  Upaya mediasi ditempuh Toar. Polsek Airmadidi jadi mediator.

Oknum Kadis bersama sang Istri, Pingkan Langelo sebagai pelapor dipertemukan di Mapolsek Airmadidi, Selasa (6/11) kemarin. Toar pun akhirnya meminta maaf kepada sang istri serta seluruh pihak yang merasa dirugikan atas kasus yang telah menyedot perhatian publik Nyiur Melambai tersebut.

Ia mengaku salah paham dan khilaf sehingga menyebabkan terjadinya tindak kekerasan terhadap sang istri yang selama ini mendampinginya. Apalagi, kasus itu sempat menyerempet nama pejabat di Polresta   Manado. "Saya minta maaf. Saya hanya salah paham saja. Saya dan istri sepakat untuk menempuh jalur mediasi untuk perkara ini. Saya tak akan mengulanginya lagi," ungkap Toar kepada wartawan.

Terkait dengan ancaman pencopotan jabatan, sebagai efek dari perbuatannya, Toar mengaku pasrah.  “Saya sudah pasrah. Apapun yang akan terjadi, saya siap menerima konsekuensinya. Sekalipun harus kehilangan jabatan (nonjob, red),” katanya dengan suara pelan.

Tak lupa, Toar juga meminta maaf kepada para awak media. Itu menyusul kurang pro aktifnya sang kadis saat coba dimintai konfirmasi serta klarifikasi sejak kasus itu mulai berkembang pada akhir pekan lalu.  “Saya minta maaf juga kepada rekan-rekan jika selama ini, cara saya belum berkenan kepada rekan-rekan media,” kunci Toar.

Sementara sang istri, di hadapan penyidik, dengan hati yang rela dan tulus menerima permintaan maaf dari sang suami yang telah menyakitinya sekaligus menyetujui perkara itu diselesaikan secara mediasi. “Ia (Toar, red), sudah mengakui kesalahannya. Saya menerimanya. Saya pun berharap kekerasan itu untuk yang terakhir kalinya dia lakukan,” singkatnya.

Kapolsek Airmadidi Iptu Hendrik Rantung sendiri ketika dikonfirmasi, membenarkan telah mengfasilitasi upaya mediasi dari pelapor dan terlapor. Meski begitu, proses hukum terhadap laporan tindak penganiayaan akan tetap berjalan.  “Kasus ini tetap kami proses, sampai nantinya dilakukan gelar perkara. Memang ada upaya mediasi,  tapi proses penyelidikan tetap jalan,” jelas Rantung. Ia juga menampik isu adanya nama pejabat kepolisian yang terserempet dalam kasus itu. “Itu tidak benar,” tandasnya.

Diketahui, kasus itu meledak pasca sang istri mengumbar dugaan tindakan tak terpuji suami lewat media sosial (medsos) Facebook, Sabtu ((3/11) akhir pekan lalu. Lewat unggahan di akun pribadinya, Pingkan beberapa foto bukti bagian tubuhnya yang memar, diduga akibat penganiayaan oknum kadis tersebut.

Tak hanya itu, lewat ciutannya, sang Istri  menyebut, penganiayaan itu  terjadi setelah ia mengendus dugaan perselingkuhan antara suaminya dengan pegawai staf di kantor dinas. Curahan hati dari sang istri itu banjir respon dan simpati dari netizen.

Bahkan sebagian warga mendesak agar kasus itu diproses secara hukum. Tak hanya itu, beragam kalangan juga mendesak agar Bupati Minut untuk turun tangan. Merasa mendapat dukungan dari berbagai pihak, sang istri pun akhirnya melaporkan perbuatan tak terpuji suaminya ke aparat kepolisian.

Aspirasi warga pun langsung direspon Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan.  Ia mengaku akan segera bersikap dan memberi sanksi kepada oknum Kadis yang diduga telah melakukan perselingkuhan serta melakukan tindak kekerasan kepada istri.

Senada didendangkan Sekda Minut, Jemmy Kuhu MA. Oknum kadis disebut akan diperiksa secara internal. Jika terbukti melakukan perbuatan tak terpuji, oknum kadis dipastikan akan dikenakan sanksi disiplin. Karir oknum Kadis Arsip dan Perpustakaan Minut itu pun kini berada di ujung tanduk. (risky adrian)


Komentar