Awal 2019, Tilang Elektronik Hadir di Manado


Langkah Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) patut diapresiasi. Ikhtiar mewujudkan program Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) terus dipecut. Ide brilian kali ini diwujudkan dengan program tilang elektronik.

 

Kebijakan yang dilakukan Korps Bhayangkara besutan Irjen Pol Bambang Waskito itu, dinilai bersesuaian dengan instruksi Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian untuk melahirkan program-program yang terbaik. Teranyar, tilang elektronik akan direalisasikan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulut pada  awal Januari 2019 mendatang. Ditlantas Polda Sulut akan memberlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Kota Manado.

 

Hal ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulut, Kombes Pol Drs Ari Subiyanto, Selasa (6/11) kemarin. Dia menjelaskan, E-TLE akan membawa Kota Manado menjadi salah satu Smart City yang ada di Indonesia.

 

"E-TLE akan bertujuan untuk menangani pelanggaran rambu, marka, pelanggaran apil, pelanggaran batas kecepatan dan pelanggaran helm secara modern (elektronik)," terangnnya.

 

Lanjut perwira tiga bunga itu, saat ini pihaknya sementara melakukan persiapan dan akan segera melaksanakan uji coba.

 

“Ya November ini sedang dipersiapkan sarana prasarana dan Desember mendatang akan dilaksanakan uji coba,” jelasnya.

 

Beberapa lokasi di Kota Manado akan dijadikan pilot project antara lain Pertigaan Paal 2, Pertigaan Rike, Perempatan Teling dan Jalan Ringroad.

 

Ia menambahkan, pelanggaran akan terekam CCTV atau speedcam, kemudian selanjutnya data pelanggaran diverifikasi oleh petugas posko E-TLE Subdit Gakkum untuk mengecek validitas pelanggaran dan data kendaraan bermotor.

 

“Pelanggar nantinya akan dikirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik ranmor melalui PT Pos Indonesia atau melalui hp/whatsapp (pengiriman dilakukan 3 hari setelah pelanggaran),” tandasnya.

 

Para pelanggar nantinya akan melakukan konfirmasi ke Posko E-TLE atau aplikasi yang sudah disediakan. Ini untuk mendapatkan surat tilang biru dan kode BRI virtual/BRIVA sebagai metode pembayaran melalui Bank BRI dengan batas waktu pembayaran 7 hari.

 

“Jika denda tilang tidak dibayar atau tidak dikonfirmasi, maka STNK akan diblokir sementara dan dimasukan ke dalam data cari kendaraan pelanggaran,” tegas perwira sarat prestasi itu. (kharisma kurama)


Komentar