KRISIS PNS ANCAM SULUT


Standar ambang batas seleksi kompetensi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), “gugurkan” asa ribuan pelamar. Seleksi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), jadi “eksekutor”. Formasi kursi PNS di beberapa kabupaten mustahil terisi. Krisis PNS pun ancam Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Sederet kegagalan penerimaan CPNS di sejumlah kabupaten, menambah indikator krisis PNS di Sulut. Itu mengikuti jejak hasil seleksi CPNS Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang hanya meloloskan 24 peserta dari 2.535 pelamar. Padahal, formasi CPNS di Pemprov Sulut berjumlah 417 kursi.

Teranyar, standar ambang batas atau passing grade, gagalkan pengisian ratusan kursi CPNS di dua Kabupaten. Kedua Kabupaten itu yakni Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Di Kabupaten Bolmong, dari 1.430 pelamar yang mengikuti ujian CAT sejak Jumat (9/11) hingga Minggu (11/11) kemarin, baru 14 pelamar yang mencapai passing grade. Sementara, Formasi CPNS di Bolmong berjumlah 250 kursi. Beruntung, masih ada sisa pelamar yang akan mengikuti CAT pada Senin (12/11) hari ini.

Dijelaskan Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Bolmong, Umarudin Amba, hari pertama tes CAT hanya dua orang yang mampu mencapai passing grade. Nanti di hari kedua ada tujuh orang yang mencapai passing grade. Pada Minggu kemarin, sudah masuk sesi ke tiga, hanya lima pelamar yang mencapai passing grade. ”Alhamdulillah dari awal ujian CAT sampai saat ini sudah 14 peserta yang lolos passing grade,” aku Amba.

Dikatakannya juga, tes CPNS di Bolmong tidak berbeda dengan daerah lain. “Banyak peserta yang gugur. Padahal tiap sesi itu ada seratus lebih yang menjadi peserta. Kemarin (Sabtu, red) satu sesi tidak ada satu pun peserta yang lulus,” ungkap Amba.

Ia berharap, pada hari keempat yang akan digelar Senin (12/11) hari ini, banyak peserta yang akan lolos. ”Kami berharap banyak peserta yang akan lolos passing grade, karena kita masih kekurangan banyak pegawai,” jelas Amba.

Sebelumya, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow memprediksi banyak peserta yang akan gugur pada ujian CPNS Bolmong. Itu memicu Srikandi Bolmong itu melakukan lobby langsung ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk menurunkan standar passing grade.

 

Hanya Sembilan Peserta Lolos di Bolsel

 

Kondisi yang lebih parah, dialami ribuan pelamar di Kabupaten Bolsel. Dari 1.656 pelamar, hanya sembilan peserta yang lolos. Sedangkan, 1.647 peserta lainnya  tidak mencapai passing grade.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bolsel, Arsalan Makalalag, hasil tes itu akan dibawa ke Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). "Tapi sebelumnya akan kita serahkan kepada pak Bupati (Iskandar kamaru, red) dan Sekda (Sekretaris Daerah). Setelah itu diserahkan ke Panselnas," ungkap Arsalan, Jumat (9/11) lalu.

Sebelumnya, Sekda Bolsel, Marzanzius Arvan Ohy mengaku, pihaknya akan berupaya untuk mencari jalan keluar terkait dengan hasil pelaksanaan CAT. “Nanti ada upaya yang akan kita lakukan, tetapi kita tunggu hasil CAT sampai selesai Jumat nanti,” aku Arvan, sapaan akrabnya.

Hal ini dikatakan Sekda, karena jumlah pelamar CPNS yang lulus passing grade tidak sesuai dengan kuota sebanyak 295. "Keluhan ini berlaku secara nasional. Jadi tidak hanya di Bolsel saja," ungkapnya.

Sementara itu, pengawas tes CAT Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional Provinsi Sulut, Sucipto Makalalag mengatakan, hasil tes itu akan langsung diserahkan ke Panselnas. "Jadi hasil ini yang akan menjadi acuan Panselnas untuk menentukan peserta yang lulus nanti," terang Sucipto.

Dia juga mengatakan, jadwal pengumuman masih menunggu keputusan Panselnas. Yang jelas katanya, tahapan seleksi CPNS ini sesuai jadwal akan berkhir 17 November. Karena masih ada beberapa wilayah juga yang sampai sekarang masih dalam proses CAT. "Intinya, untuk pengumuman nanti, sudah koordinasinya langsung antara Panselnas dan Panselda (panitia seleksi daerah)," pungkasnya.

 

Pelamar Minsel Was-was

Bergugurannya ribuan pelamar di sejumlah kabupaten, jadi momok bagi peserta seleksi CPNS di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Mereka khawatir, nasib sama akan mereka alami.

Data diperoleh, pekan ini, 1.243 pelamar akan mengikuti seleksi dengan system CAT. Dari ribuan pelamar itu, Pemkab Minsel hanya membutuhkan 275 PNS.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Minsel, Roy Tiwa, seleksi akan digelar di Badan Kepegawaian Negara (BKN), Manado. “Jadwal seleksi CPNS Minsel akan dimulai pada Tanggal 12 November 2018. Tempat seleksi di BKN Manado,” ungkap Tiwa.

Untuk lolos seleksi dengan system CAT, jelas dia, tidaklah mudah. Pasalnya, ada batas nilai terendah yang harus dicapai peserta CPNS. “Kalau Passing grade-nya di bawah standar, otomatis tidak akan lulus,” tegas Tiwa.

Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB), papar Tiwa, untuk lolos passing grade, peserta harus mengerjakan sekira 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal,  dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal. “Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKD, red) harus melampaui nilai ambang batas seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018,” terangnya.(tim MS)


Komentar