PT CARGILL DIULTIMATUM

Seminggu Harga tak Naik, Petani Ancam Demo Ulang


Amurang, MS

Kekecewaan petani kelapa, memuncak. Anjloknya harga kopra selang setahun, jadi pemantik. PT Cargill di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pun jadi sasaran demo.

Ratusan petani kelapa dari Kabupaten Minsel dan Kabupaten Mnahasa Tenggara (Mitra), bersatu. Mereka menyambangi PT Cargill, perusahaan pembeli kopra asal Amerika Serikat (AS), Rabu (21/11) kemarin. Kekecewaan mereka pun diluapkan di depan para petinggi PT Cargill.

Robby Sangkoy, penanggungjawab demo, dalam orasinya menyampaikan, tiga hal menjadi tuntutan dasar petani kelapa. "Yang pertama, kami meminta agar harga kopra segera dinaikkan. Yang kedua, kami meminta PT Cargill untuk mengutamakan pembelian kopra asal Minsel dan yang ketiga, kami meminta PT Cargil untuk mengutamakan tenaga kerja dari Kabupaten Minahasa Selatan," tegas Rosa, sapaan akrabnya.

Diapun memberikan deadline kepada PT Cargill untuk menaikkan harga kopra usai pelaksanaan demo. "Jika dalam seminggu harga kopra belum naik, kami akan kembali melakukan demo di tempat ini dalam jumlah yang lebih besar," ancamnya.

Negosiasi yang diminta pihak perusahaan pun ditolak. Rosa mendesak managemen PT Cargill untuk menyampaikan jawaban mereka, langsung kepada petani. "Kami menolak permintaan negosiasi. Kalau ada yang akan disampaikan, sampaikan itu langsung kepada petani," tegas Rosa.

Sementara itu, Manager Plan PT Cargill, Imelda Tandako mengatakan, mereka tidak bisa menaikkan harga kopra saat ini. Pasalnya, penentuan harga ditentukan pasar minyak dunia. "Bukan kami yang menentukan harga. Kami hanya ikut harga pasar. Memang, akhir-akhir ini harga minyak dunia merosot jauh," ungkap Tandako.

Dijelaskannya pula, harga minyak kelapa dunia, jika dirupiahkan hanya Rp9 ribu per liter. "Jadi, harga kopra mestinya sepertiga dari harga minyak dunia," ujarnya.

Kendati demikian, Imelda mengaku akan menyampaikan aspiras warga Minsel kepada pimpinannya. "Aspirasi masyarakat ini nanti akan kita sampaikan kepada pimpinan kami," janjinya.

Terkait isu bahwa PT Cargill mempermainkan harga kopra, dia membantahnya. Menurut Tandako, isu itu tidal benar. "Ada isi bahwa kami mempermainkan harga kopra. Itu sama sekali tidak benar," pungkasnya.

 

Rosa Tantang OD

Perjuangan mendongkrak harga kopra terus berlanjut. Robby Sangkoy, pemimpin demo yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Selatan (Minsel), mengaku prihatin dengan harga kopra yang kian terpuruk.

Untuk menaikkan harga kopra, jelas Rosa, sapaan akrabnya, butuh campur tangan pemerintah. "Siapa bilang pemerintah tidak bisa mengintervensi kenaikan harga kopra. Itu seharusnya bisa," tegas Rosa, usai menggelar demo.

Namun, intervensi harga itu perlu keberanian dari pemerintah. "Kalau berani, saya tantang Gubernur Sulawesi Utara (Sulut, red), pak Olly Dondokambey untuk memproteksi minyak kelapa. Caranya adalah dengan membatasi peredaran minyak sawit di Sulawesi Utara," tantang Rosa.

Dia beralasan, dengan cara itu harga produk kelapa di Sulut akan membaik. "Kalau tidak ada lagi minyak sawit beredar di Sulut, saya yakin harga minyak kelapa dan kopra akan naik," ungkapnya.

Contoh kebijakan menolak produk maupun usaha ke suatu daerah, kata Rosa, sudah ada. "Saya angkat jempol kepada Bupati Mitra pak James Sumendap. Dia bisa proteksi pemilik warung di Mitra dengan tidak mengeluarkan izin pendirian Alfamart dan Indomaret. Itu untuk melindungi usaha warung warga. Nah, kalau pak OD (Olly Dondokambey, red) bisa lakukan seperti itu, saya angkat jempol untuk beliau," imbuhnya.

"Jangan hanya katakan hebat tapi tidak mampu memberdayakan ekonomi kerakyatan," pungkasnya.(rul mantik)


Komentar