Sidang Perkara Korupsi Embung Bergulir

Ketiga terdakwa saat mengikuti sidang dakwaan di PN Tipikor Manado


Manado, MS

Upaya aparat hukum membongkar perkara dugaan korupsi pembangunan embung di Kabupaten Minahasa masuk babak baru. Tahap persidangan atas perkara korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp 200 juta itu dimulai.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado, Rabu (21/11) kemarin.

Tiga terdakwa yang terseret dalam pusaran kasus, yakni Refly Mambu, James Tampi dan Twinprise Manongko, nampak tertunduk lesu di kursi pesakitan. Salah satu terdakwa bahkan tak mampu membendung tangis saat JPU dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa, Parsaoran Simorangkir SH MH, membacakan dakwaan.

“Perbuatan para terdakwa telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto (jo) Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” ulas JPU, Simorangkir dihadapan Ketua Majelis Hakim, Arkanu dan Hakim Anggota Vincentius Banar dan Edhy Dharma Putra.

Hasil pantauan wartawan di ruang persidangan, terdakwa Twinprise Manongko yang pada saat itu mendengarkan dakwaan tak mampu menahan air matanya.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, pihak penasehat hukum (PH) dari ketiga terdakwa diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk mengajukan eksepsi. Namun, dari tiga terdakwa hanya terdakwa James Tampi yang tidak mengajukan eksepsi.

Diketahui, selama perkara ini ditangani Kejari Minahasa, tiga tersangka sempat dititipkan di Rumah Tahanan kelas 2B Papakelan Tondano berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Nomor: 650-651-652/R.1.11/ft.2/10/2018.

Indikasi adanya permainan pada proyek bernilai Rp1,9 Miliar yang digarap Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa itu awalnya terendus penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Minahasa pada 2017 silam. Bola panas pun menyasar sederet pihak terkait, termasuk perusahaan kontraktor pelaksana pekerjaan.

RM yang kini tengah menjabat sebagai kepala dinas di salah satu instansi pemerintahan di Kabupaten Minahasa terseret dalam perkara saat menjabat Kepala Dinas Pertanian Minahasa medio 2015 sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut.

Sedangkan dua tersangka lain berinisial JJ sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta seorang wanita berinisial TM sebagai Direktur PT GWT selaku pihak ketiga yang dipercayakan sebagai pelaksana pekerjaan. Ketiganya telah resmi menjadi tahanan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa sejak Kamis 11 Oktober usai penyerahan berkas perkara dan tersangka dari penyidik Polres Minahasa.

Embung sendiri diketahui merupakan semacam waduk buatan untuk penampungan air hujan. Fasilitas yang pengerjaannya digarap Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa itu dibuat untuk kebutuhan irigasi pertanian khususnya saat musim kemarau panjang. Kejanggalan dalam proyek pembangunan Embung awalnya berhasil tercium oleh penyidik tindak pidana korupsi Polres Minahasa. Proyek yang diketahui benilai Rp1,9 Miliar itu berdasarkan hasil audit BPKP terindikasi merugikan negara hingga mencapai Rp200 juta. (kharisma kurama)


Komentar