Polda-Garda NKRI Sepakat Tangkal Radikalisme


Manado, MS

Bekerja sama dengan Garda NKRI, Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan disalah satu hotel di kawasan Megamas Sabtu (24/11) akhir pekan lalu. Mengundang pembicara dari berbagai kalangan, diskusi tersebut mengangkat tema ‘Menolak Paham Radikalisme dan Intoleransi, Bersama Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa’.

Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan, realitas yang terjadi saat ini sikap radikalisme itu muncul dari kecurigaan yang berlebihan terhadap satu kelompok. Dan tidak mengedepankan tabayun terlebih dahulu. Sementara itu menurutnya, toleranai kerukukunan berjalan meningkat di Manado jauh dari radikalisme apalagi terorisme.

"Padahal secarq geografis wilayah kita Sulut berdekatan langsung dengan negara Filipina, yang diketahui bersama ada daerah dibagian selatan yang merupakan basis gerakan radikalisme terorisme. Namun, identitas masyarakat Sulut memiliki benteng kerukunan yang telah terjadi sekian lama. Saya pernah kesana, ada terdapat toko-toko yang dengan sengaja menjual senjata, bahkan saya pernah ditawari untuk membelinya,"ujar Abdul Gafur.

 Sementara itu, Pegiat Muda NU Sulut Taufik Bilfaqih menuturkan, radikalisme itu terjadi terhadap berbagai pengamalan. Komisioner Bawaslu Manado itu menjelaskan, saat ini tumbuh juga radikalisme terhadap pemilu, pemahaman politik yang setengah-setengah akhirnya berujung ke fikiran radikal terhadap pemilu itu sendiri. Namun, yang paling krusial adalah radikalisme dibidang  sosial, ekonomi yang semuanya itu bisa berujung pada konflik.

"Akan tetapi kita Masyarakat Indonesia memiliki kekayaan plural dan majemuk. Beribu budaya dan adat istiadat yang semuanya mengajarkan turun temurun persaudaraan dan kebhinekaan. Menurut saya paham radikalisme itu muncul atas pemahaman  keagamaan yang salah. Ada monopoli kebenaran, di internal semua kelompok keagamaan, mengolok kelompok lain. Itu semua yang memicuh pada tindakan yang radikal,"terang Bilfaqih.(**)


Komentar