Kontroversi Harga Kopra, Deprov ‘Digoyang’


Manado, MS

Gedung Cengkih kembali riuh. Gelombang tuntutan penyelesaian polemik harga kopra, mengencang. Wakil rakyat didesak ambil sikap.

 

Aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, dilakukan pengunjuk rasa dari gabungan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Kolektif Perjuangan Rakyat (Kopra) Sulut, Senin (26/11).

 

Pendemo menyuarakan, bagi masyarakat Sulut, kopra tidak hanya tentang hasil tani tapi juga sebagai identitas daerah serta masyarakat. Sebagaimana juga daerah Sulut dikenal dengan sebutan Bumi Nyiur Melambai. “Pemda harus membuat suatu peraturan daerah untuk mengontrol komoditas pertanian,” ungkap salah satu orator, Arselita Anu.

 

Pada aksi itu, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan para pengunjuk rasa. Pertama, mereka meminta DPRD Sulut harus mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut agar segera menstabilkan harga kopra. Kemudian harus membuat regulasi peraturan daerah untuk mengontrol harga komoditas pertanian terutama kopra.

 

Pemerintah pula perlu menghadirkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelolah dan memproduksi hasil pertanian sebagai bentuk industrialisasi di sektor pertanian. Pendidikan ke masyarakat harus diberikan untuk mengkonsumsi hasil produk lokal seperti minyak kelapa kopra. “Pemerintah harus mempertegas sistem ekonomi bangsa dengan kembali pada Pasal 33 UUD 1945,” tuturnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut, Wenny Lumentut menyampaikan, terima kasih atas penyampaian aspirasi oleh elemen petani kopra. Ia menegaskan, sejujurnya sebelum massa datang, pihaknya  selalu melakukan pembahasan dan beremuk dengan eksekutif mencari jalan keluar. “Bagaimana solusi agar kopra dapat dinaikkan. Kita tahu bersama bahwa kopra bukan komoditas strategis yang dilindung pemerintah. Kopra mengikuti pasar bebas  dan suplai. Saat ini juga stok di pabrik Bitung sudah menumpuk. Coba lihat, full. Lihat siapa yang  beli kalau bukan pabrik. Kami minta yang menyampaikan aspirasi dapat bersabar kami tidak tinggal diam, kami akan bekerja terus sebagai wakil rakyat yang baik. Supaya harga kopra dapat dinaikkan,” ucap politisi Gerindra ini. 

 

Diketahui, turu hadir menerima pendemo Anggota DPRD Sulut Billy Lombok, Rocky Wowor, Audy Wongkar dan Netty Agnes Pantouw.(arfin tompodung)


Komentar