Kasus DBD Bolmong Membludak


Teror Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengancam. Masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kini jadi korban. Ratusan kasus terendus telah mendera daerah Tanah Totabuan ini.

 

Wabah penyakit bawaan nyamuk Aedes Aegypti tersebut belakangan mulai menjadi masalah serius bagi masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong mencatat, hingga di penghujung tahun 2018, sudah 208 kasus positif DBD.

 

“Dari Januari sampai akhir tahun ini, ada ratusan kasus,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Bolmong dr Sahara Albugis.

 

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Bolmong Wiyono mengakui, tahun ini memang ada ketambahan data dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu kurang lebih hanya 30 kasus. Sedangkan tahun ini mencapai 208 kasus. Kasus ini mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

 

Tahun ini, Dinas Kesehatan Bolmong sendiri mengambil beberapa langkah untuk mengantisipasi DBD. Diantaranya dengan membuka pengaduan atau pelayanan 1X24 jam di Puskesmas terdekat, yang tersebar di wilayah Bolmong. “Jika ada laporan dari pihak masyarakat dan Puskesmas, maka kami akan langsung melakukan tindakan untuk penanganan pasien DBD,” ujar Wiyono.

 

Sementara itu untuk langkah pencegahan, pihaknya telah memerintahkan Puskesmas yang tersebar se-Bolmong. Ini agar mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Karena saat ini lagi hangat masyarakat bercerita tentang fogging. Mereka mau jika ada yang sakit panas langsung dilakukan fogging. Namun, kami dari Dinas Kesehatan bukannya tidak mau melakukan fogging, tapi ada standar operasi prosedurnya (SOP), kenapa harus difogging dan tidak,” terangnya.

 

Dia mengungkapkan, untuk prosedur pelaksanaan fogging, pihaknya akan turun ke lapangan untuk pemeriksaan etidimiology di lokasi dimana pasien tinggal dan itu setelah ada laporan serta hasil laboratorium. “Kalaupun dalam pemeriksaan tidak ditemukannya jentik serta sarang nyamuk dan beberapa kriterianya, maka lokasi tersebut tidak layak fogging. Tetapi kami mengimbau kepada masyarakat serta pemerintah desa dan kelurahan, untuk melakukan PSN, yaitu pemberantasan sarang nyamuk,” papar Wiyono. (endar yahya)

 

Berikut Data Jumlah Kasus DBD dari Januari sampai November

 

1. Passi Barat           4 Kasus

 

2. Pangian              10 Kasus

 

3. Tungoi                 1 Kasus

 

4. Pusian                 10  Kasus

 

5. Imandi               120 Kasus

 

6. Werdhi Agung    16 Kasus

 

7. Doloduo              13 Kasus

 

8. Mopuya              29 Kasus

 

9. Komangaan         2 Kasus

 

10. Poigar                2 kasus

 

11. Lolak                  1 Kasus


Komentar