Biodiesel Solusi Perbaikan Harga Kopra


Polemik harga kopra kian menjadi bulan-bulanan. Keluh para petani itu perlahan mulai mendapat titik terang. Teranyar, pihak Pertamina kini mencarikan  solusi dengan memproduksi biodeisel.

 

Problem masyarakat Minahasa Tenggara (Mitra) kans terjawab. Langkah tersebut dinilai akan menjadi salah satu upaya perbaikan nasib petani Sulawesi Utara (Sulut) akibat harga kopra  yang anjlok. Terlebih khusus bagi masyarakat daerah Kabupaten yang notabene sebagai daerah penghasil kelapa.

 

Produksi biodiesel oleh pihak Pertamina tersebut sudah diputuskan pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo. Dimana solusi perbaikan harga kopra yakni dengan menaikkan penggunaan minyak nabati seperti kopra dan sawit yang menjadi bahan baku biodiesel.

 

 

"Pemerintah tak bisa mengintervensi harga kopra karena itu bukan bahan pokok masyarakat. Namun pemerintah sudah mengambil kebijakan untuk menaikan harga minyak nabati untuk kebutuhan produksi biodiesel," ungkap Gubernur Sulut, Olly Dondokambey akhir pekan lalu.

 

Menurut dia, menaikkan harga minyak nabati seperti kopra dan sawit terhadap kebutuhan produksi biodiesel karena membutuhkan sebanyak 20% minyak tersebut. "Pihak pertamina memproduksi biodiesel yang membutuhkan 20% minyak nabati. Nah dengan sendirinya minyak nabati, sawit dan kopra ini terserap untuk memproduksi biodiesel," tukasnya.

 

Soal permintaan pasar dikatakan gubernur sudah jelas dimana ketika banyak permintaan harga akan semakin tinggi. "Kalau permintaan pasar kan jelas, semakin banyak permintaan harga semakin tinggi. Dan kita harus memanfaatkan sekarang," kata gubernur.

 

Mengenai masalah kerugian oleh petani kopra saat ini, ditepis gubernur yang juga memiliki perkebunan kelapa. "Kalau rugi kami kira tidak, kalau pendapatan menurun itu pasti. Sebab kalau kita jual tempurung saja, biaya produksi akan tertutup," pungkas gubernur.

 

Sekadar referensi, biodisel dapat dibuat melalui proses metanolisis berbagai minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak kedelai dan lain-lain. Minyak kelapa memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodisel karena ketersediaannya yang berlimpah. (recky korompis)


Komentar