MINAHASA KIAN HEBAT


Tondano, MS

 

Asa publik Tanah Toar Lumimuut menantikan adanya kemajuan nyata di Kabupaten Minahasa perlahan mulai terjawab. Di awal kepemimpinan Bupati Ir Royke Oktavian Roring M.Si dan Wakil Bupati Robby Dondokambey S.Si (RR-RD), komitmen mewujudkan kemajuan diberbagai bidang jadi prioritas. Sederet terobosan inovatif yang berpusat pada kepentingan masyarakat digagas. Kerja keras yang dilakukan mulai menampakkan hasil saat RR-RD melewati 100 hari kerja di awal masa kepemimpinan mereka.

 

Meski terbilang masih baru dalam menggerakkan roda pemerintahan di Tanah Minahasa, namun hasil kerja 100 hari RR-RD mampu menampakkan kemajuan di berbagai aspek vital. Satu per satu janji politik yang pernah dilontarkan pada masa kampanye Pilkada lalu pun mulai ditepati. Sebut saja pemberian jaminan kesehatan gratis, bantuan sosial kemasyarakatan melalui dana duka, hingga pembentukan Reaksi, Respon, Relief Daerah (RR-RD) Call Center sebagai sarana efektif dalam menjawab langsung keluhan masyarakat. Tiga program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini dengan cepat terealisasi sejak keduanya memegang kendali penyelenggaraan pemerintahan. Keberhasilan ini sekaligus jadi jawaban atas komitmen yang dibangun RR-RD sejak awal memimpin Kabupaten Minahasa.

 

“Intinya saya dan pak wakil bupati ingin menunjukkan bahwa apa yang pernah kami sampaikan pada saat kampanye dulu bukan hanya sekedar janji, namun itu adalah suatu tanggung jawab yang harus kami realisasikan di hadapan masyarakat Minahasa,” papar Bupati Roring.

Pasangan pemimpin pilihan rakyat Minahasa yang dilantik 25 September 2018 itu memang tak menunggu waktu lama untuk memberi bukti. Sejak awal kepemimpinan pun RR-RD langsung tancap gas. Baru di hari ke-3 menjabat Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, keduanya langsung menjalin kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan untuk pemberian jaminan kesehatan bagi 78,29 persen warga yang menggunakan Fasilitas Kesehatan Tingkat III. Tak menunggu lama, per 1 Oktober 2018 program pemberian jaminan kesehatan gratis bagi penduduk Minahasa melalui Kartu BPJS langsung disempurnakan mencapai 100 persen.

“Di APBD 2019 kita juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 35,8 Miliar untuk  mengcover jaminan kesehatan bagi masyarakat melalui BPJS. Ini juga dalam rangka penerapan Universal Health Coverage di Kabupaten Minahasa,” tandas Roring.

Tak berhenti di situ, sederet program strategis dan pro rakyat yang terfokus di bidang sosial kemasyarakatan terus dipacu. Janji memberikan santunan bagi warga Minahasa yang dilanda dukacita langsung ditepati, dan sejak 1 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2018 RR-RD telah memberikan bantuan Dana Duka kepada 820 keluarga penerima dengan total anggaran mencapai Rp 2,05 Miliar. Terobosan inovatif pun dilakukan, yakni penyerahan langsung dokumen Akta Kematian dan Kartu Keluarga kepada keluarga yang berduka pada acara pemakaman sekaligus pemberian santunan sebesar Rp 2,5 juta.

“Untuk tahun ini kita juga telah mengalokasikan anggaran bantuan dana duka melalui APBD 2019 sekitar Rp 11,2 Miliar. Memang tak ada yang menginginkan dukacita terjadi, namun kita juga menyadari bahwa setiap manusia pasti ada batasan usianya,” ujarnya.

“Intinya pemerintah memberi bantuan duka untuk meringankan beban keluarga, sekaligus memberikan kemudahan bagi keluarga untuk segera mendapatkan dokumen baik akta kematian maupun kartu keluarga. Itu yang kami terapkan pada 100 hari kerja pertama dan akan diberlakukan tahun ini,” tambahnya.

Menilik hasil kerja pada 100 hari belakangan, RR-RD terbukti memang telah banyak memberikan kontribusi untuk kepentingan masyarakat. Bahkan untuk menjawab langsung keluhan yang disampaikan masyarakat dibentuk Reaksi, Respon, Relief Daerah (RR-RD) Call Center sebagai sarana untuk memberi pelayanan secara langsung (reaksi) kepada masyarakat, sekaligus respon, dan menindaklanjuti dan menyelesaikan (relief) dengan cepat berbagai keluhan masyarakat daerah. Sarana ini terbukti efektif. Contohnya dalam penyelesaian keluhan warga terkait persoalan harga dan kelangkaan stok LPG bersubsidi yang langsung diselesaikan secara cepat melalui instruksi Bupati Minahasa tentang pengawasan dan pengendalian distribusi LPG 3 Kg. Hebatnya, RR-RD bahkan ikut melibatkan berbagai pihak berkompeten, termasuk TNI dan POLRI agar penyaluran LPG kepada masyarakat sampai dan tepat sasaran.

“Yang pasti apa yang menjadi hak masyarakat akan kami kawal sepenuhnya, baik itu LPG bersubsidi, beras sejahtera dan lain sebagainya. Makanya saya harap RR-RD Call Center dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, kalau ada yang tidak sesuai harapan segera laporkan dan pasti kami tindaklanjuti dengan cepat,” kata ROR.

Di awal masa kepemimpinannya, RR-RD juga telah menunjukkan rasa solidaritas kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Bahkan keduanya kerap mendatangi langsung dan menyerahkan bantuan untuk keluarga yang menjadi korban bencana, baik korban bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, angin puting beliung, dan gelombang pasang. Prioritas pada sektor sosial kemasyarakatan juga terlihat jelas dengan meningkatnya pemberian bantuan sosial bagi anak-anak terlantar dan penyandang disabilitas, bantuan di panti-panti sosial, dana hibah untuk pembangunan rumah ibadah, insentif pimpinan agama dan berbagai program lainnya.

 

Masih ada banyak capaian dan keberhasilan lain yang berhasil ditorehkan RR-RD pada 100 hari kerja di awal masa kepemimpinan mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati Minahasa. Meskipun tidak harus menjadi kewajiban bagi kepala daerah untuk menyusun dan melaksanakan  rencana program 100 Hari kerja, sebab sistem perencanaan memang hanya mengenal perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan perencanaan yang tertuang dalam APBD. Namun demikian, komitmen untuk bekerja memajukan Kabupaten Minahasa membuat keduanya berpacu dan menjadikan 100 Hari Kerja pertama di era kepemimpinannya sebagai muara untuk menepati janji-janji politik serta mewujudkan asa publik.

 

APBD 2019 PRO RAKYAT

 

Hasil kerja 100 hari RR-RD ini jadi motivasi untuk ke depan semakin memberi kemajuan di Tanah Minahasa. Itu terlihat dengan disahkannya APBD 2019 dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu. Sederet program pro rakyat dikemas, sebut saja alokasi Dana Duka Rp 11.2 Miliar, kelanjutan program BPJS Kesehatan gratis sebesar Rp 35,8 Miliar, Bantuan untuk siswa SD kelas 1 dan SMP kelas 7 berupa pakaian seragam, tas dan sepatu sekolah sebesar Rp 7,2 Miliar, Konservasi Danau Tondano sebesar Rp 1,7 Miliar, BPJS Ketenagakerjaan Rp 3,4 Miliar, dan Alokasi Dana Kelurahan sebesar Rp 19,6 Miliar.

“Mulai tahun ini juga, honorer guru digaji 3 kali lipat dari Rp 1 juta menjadi Rp 3 juta, ditambah dana BOS sebesar 15 persen. Ini demi berdayakan guru honorer. Bagi yang akan mengambil S1, S2 dan S3 berprestasi akan diberi beasiswa,” kata Bupati.

“Selain itu, di tahun 2019 ini direncanakan mobil Puskesmas keliling dan Damkar di setiap Kecamatan,” ujarnya lagi.

Bupati mengakui bahwa kemjauan daerah ke depan sangat tergantung pada kontribusi setiap tahun pelaksanaan APBD, dan Tahun 2019 merupakan dasar pencapaian kinerja untuk 5 tahun ke depan.

“Artinya kita siap melanjutkan pembangunan dengan fondasi yang telah ada, seperti yang telah disepakati APBD Tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp. 1.362.762.279.726. Kita berkeyakinan bahwa APBD 2019 yang pro rakyat akan mampu mewujudkan perubahan dan kemajuan di tanah tercinta ini,” kuncinya.

 

TUAI APRESIASI

 

Geliat kepemimpinan RR-RD yang telah membuahkan hasil gemilang di awal masa pemerintahannya menuai respon positif dari berbagai kalangan. Kegigihan merealisasikan janji politik hingga lahirnya program-program prioritas yang berpusat pada kepentingan masyarakat jadi alasan.

“Sebagai pemimpin yang dipercayakan rakyat tentu harus mempertanggungjawabkan semuanya kepada rakyat, dan sejauh ini kepemimpinan RR-RD berhasil mewujudkan itu. Mudah-mudahan dapat berkelanjutan dan semakin banyak melahirkan program-program inovatif lainnya yang menyentuh langsung masyarakat,” ungkap Tokoh Masyarakat Langowan, Jeffry Pay S.Sos.

“Namun harus diakui bahwa ini adalah awal, dan perjalanan ke depan masih sangat panjang, jadi sebagai masyarakat kami tentu berharap sinergitas bupati dan wakil bupati yang terjalin dengan baik saat ini dapat terus dipertahankan sampai akhir periode nanti,” ujarnya lagi.

Senada diungkap Ketua DPRD Minahasa, James Rawung. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai terobosan yang dibangun RR-RD merupakan awal yang baik di masa kepemimpinan mereka.

“Intinya kita di pihak legislatif akan mengawal penyelenggaraan pemerintahan dan akan terus bersinergi dengan eksekutif dalam mewujudkan apa yang jadi keinginan rakyat,” tandasnya. (jackson kewas)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors