Terobosan Bupati Tetty Banjir Apresiasi

Sukses Angkat Derajat Petani Captikus Minsel


Komitmen Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu untuk menyejahterakan masyarakat di daerah penghasil hortikura itu tak sekedar isapan jempol. Beragam inovasi dan karya sukses dikreasikan oleh salah satu Bupati perempuan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu.

Teranyar, keberhasilan Tetty, sapaan akrab Paruntu, melobi pemerintah pusat, sehingga minuman tradisional Captikus, bisa jadi produk yang legal. Perjuangan ibunda dari Adrian Joppy Paruntu itu pun menuai banyak apresiasi dari berbagai kalangan.

Politisi Golkar itu dinilai telah mengangkat derajat masyarakat Minsel, khususnya bagi petani Captikus. Mengingat Captikus merupakan salah satu minuman tradisional yang banyak diproduksi oleh warga Minsel.

“Kami bangga dengan terobosan Ibu Bupati ini. Produksi captikus hasil karya warga Minsel sudah bisa diperjual-belikan secara legal. Itu tentu akan memberi nilai tambah bagi Petani Captikus,” ungkap Jendry Mandey salah satu generasi muda Minsel.

“Captikus juga akan dikenal luas sampai manca negara. Itu juga tentu akan memberi kontribusi bagi daerah maupun bangsa, bila hasil produksi minuman tradisional Minahasa akan laku di pasaran,” timpalnya.

Senada disampaikan Legislator Minsel Robby Sangkoy MPd. Terobosan yang dilakukan Bupati Minsel tersebut, dinilai merupakan suatu langka maju dalam menyejahterakan petani Captikus di Minsel. "Ini satu terobosan yang baik. Perjuangan Ibu Bupati dalam menyejaterahkan Petani Captikus sudah jelas. Dan ini harus diberikan apresiasi yang tinggi,” lugas Sangkoy.

“Ini semua merupakan bentuk keberpihakan Bupati terhadap petani. Dan kami akan terus mendukung dan menopang seluruh program, kebijakan serta inovasi Ibu Bupati dalam menyejahterahkan masyarakat sekaligus membangun Minsel untuk menjadi lebih maju lagi,” tandasnya.

 

Tak hanya itu, apresiasi juga datang dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE. Apresiasi itu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh oleh  Kepala  Dinas  Pariwisata  Provinsi  Sulut, Daniel Mewengkang, SE, M.Si saat Launching Captikus 1978 di Gedung Waleta kantor Bupati Senin (7/1) baru-baru ini. 

Olly dalam sambutan tertulisnya menyambut baik dan merespon secara positif terobosan dari Bupati Minsel tersebut.  “Saya menyambut baik dan merespon baik inovasi dari Bupati Minsel,” tegas Olly seperti yang dibacakan oleh Mewengkang.

Olly menyadari bahwa minuman tradisional seperti Cap Tikus ini adalah minuman beralkohol yang tinggi dan selalu menjadi pemicu terhadap tindakan-tindakan kriminal di kalangan masyarakat. Namun disisi lain, Olly juga mengajak warga dan masyarakat Sulut khusus Minsel untuk menyadari juga, bahwa minuman Captikus adalah minuman khasnya daerah yang mampu membawa dampak pertumbuhan ekonomi warga dan masyarakat Sulut pada umumnya.

“Ingat banyak anak-anak petani Captikus yang bisa sekolahke sampai ke perguruan tinggi. Ini semua berasal dari hasil produksi minuman tradisional kita itu (Captikus,red),” urainya. “Jadi sekali lagi kami memberi apresiasi untuk kerjanya Ibu Bupati Minsel,” sambungnya.

Diakhir sambutan tertulis, Olly menyebut dengan hadirnya minuman khas Sulut dari Minsel bermerek Cap Tikus 1978 berlabel resmi dan legal ini, maka Sulut sama seperti Bali yang memiliki minuman khas Tuak Bali. “Begitu juga dengan Negara Spanyol denganh minuman Sangria,” kunci Gubernur seperti dikutip oleh Mewengkang.

Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu SE, mengaku bersyukur. Bupati dua periode itu mengaku keberhasilan itu semua berkat dukungan dari seluruh masyarakat Minsel serta topangan dari pemerintah Provinsi Sulut. Karena kini Minuman tradisional Minsel itu sudah dijual secara legal di Bandara Samratulangi Manado.

"Puji Tuhan, semua perjuangan dan doa masyarakat serta harapan dari petani Captikus sekarang sudah tercapai. Saya tentu sangat senang karena Captikus sekarang bakal mendunia," tandasnya.

Hadir dalam acara launching, Wakil  Ketua  Hubungan  Kerja  Sama  Badan  Pekerja Majelis  Sinode  GMIM,  Pdt Ventje Talumepa, M,Th, Kakanwil  Bea  Cukai  Provinsi  Sulut, diwakili oleh Kasi Humas, Ari Sugiarto, SE,  BNN Sulut,  pihak Angkasa  Pura, Kepala  Dinas  Perindustrian  dan  Perdagangan Provinsi Sulut, , Ketua APINDO Sulawesi Utara Nicho Lieke, Direktur PT. Jobubu Jarum Minahasa Magdalena Warouw, Direktur  Utama  Mega  Mas  Manado  Amelia Tungka,  Store General Manager Transmart Manado, Hendara Simbolon,  Unsur  Forum  Koordinasi  Pimpinan  Daerah Kabupaten Minsel, Ketua  DPRD  Kabupaten  Minsel, Jenny Johanna Tumbuan, SE, Kapolres Minsel AKBP  Fransiskus  Xaverius  Winardi Prabowo, SIK, Kepala  Kejaksaan  Negeri  Minsel, I  Wayan  Eka  Miartha,  SH,  MH,    Dandim Minahasa,  Letkol Infanteri Slamet Raharjo beserta jajaran Sekretaris  Daerah,  Para  Asisten,  Staf  Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kabag, Camat, dan para Lurah/hukum tua serta segenap jajaran pemkab Minsel,  para tokoh agama dan tokoh masyarakat, beserta petani  Captikus  di  Kabupaten  Minsel.*


Komentar