Polemik Penyaluran Kartu Lansia, Oknum Caleg Diduga Bermain


Manado, MS

 

 

Aroma tak sedap membungkus penyaluran Kartu Lanjut Usia (Lansia) di Kota Manado. Indikasi keterlibatan tim sukses (TS) salah satu oknum calon legislatif (Caleg) menyeruak. Hal itu memantik reaksi kritis wakil rakyat di Kota Berdoa.

 

Salah satu tindakan yang dijabal yakni pengawasan penyaluran anggaran yang ‘dikemas’ dalam Kartu Lansia. Seperti dilakukan personil Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, sejumlah legislator ‘Bintang Mercy’ menyambangi Kantor Kecamatan Paal Dua, Selasa (8/1).

 

Diakui anggota Fraksi Demokrat Roy Anter, agenda pengawasan ini dalam kapasitas sebagai anggota DPRD. Apalagi,  program tersebut masuk bagian Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. "Ini program baik yang dilakukan Pemkot Manado. Kami sebagai wakil rakyat berkewajiban untuk memonitor penyalurannya," terang Anter.

 

Apalagi, menurut dia, kegiatan populis itu berkaitan dengan Komisi I yang membidangi pemerintahan, hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang diketuainya. Kecamatan merupakan mitra kerja Komisi I. “Perjalanan program ini sudah sesuai apa yang mereka sebagai wakil rakyat turut tetapkan, karena manfaat yang diperoleh bagi Lansia sangat besar.Namun, kami mempunyai catatan sendiri yang mutlak diperbaiki, seperti pemberian dana segar ini jangan sekaligus, sebab membuat para lansia terlihat harus menunggu lama baru memperolehnya,” urai politisi vokal partai Demokrat Manado ini.

 

“Pun, pihak kelurahan pada tahapan berikutnya harus ambil bagian sehingga tak bergerombolan di kantor camat,” sambung Anter.

 

Masih Anter, terkait kabar keterlibatan tim sukses (TS) oknum caleg atau partai memanfaatkan program pemerintah, dia tak menampik mendengar informasi tersebut. Anter pun menegaskan, program ini bukan program caleg atau partai tertentu, melainkan program pemerintahan GSVL-Mor saat mencalonkan diri pada Pilkada 2015. "Didalamnya ada memberi intensif kepada Lansia di Kota Manado," koarnya.

 

Merujuk informasi yang dirangkum, salah satu Lansia dari Kelurahan Liwas mengaku mendapat bantuan dari seorang oknum caleg. "Ia, saya dibantunya," singkatnya sembari menyebutkan apa saja terkait yang ditanyakan.

 

Sebelumnya, pada rapat paripurna DPRD Manado, Senin (7/1) lalu, legislator Markho Tampi menuding, penyaluran Kartu Lansia dimainkan oknum caleg atau partai. Menurut dia, ada oknum TS dari caleg tertentu ketangkap tangan sedang mencatatkan nama warga untuk mendapatkan bantuan lewat program ini.

 

Bagi Tampi, itu murni tugas pemerintah seperti camat, lurah atau pun kepala lingkungan (pala), bukan hak oknum caleg yang hendak masuk lembaga dewan.

 

Kata dia, sedikit berbeda dan masih bagian tupoksi jika mereka sebagai wakil rakyat saat ini yang menyalurkan, meski sebagai caleg.

 

Tapi sayangnya, itu tidak dimintakan sehingga mereka turut mempergunjingkan luas di tingkat lembaga dewan dan khalayak ramai. "Kan, lebih elegan jika para anggota DPRD saat ini yang bekerja meski sebagai caleg juga. Sebab, itu jelas karena kami masih satu koordinasi dengan pemerintah dan mengetahui siapa warga atau konstituen," sambungnya.

 

Informasi lain terkuak, sejumlah Lansia di Kecamatan Wanea ada yang tak kecipratan program Pemkot Manado ini. Kabarnya, beberapa nama meski sudah mendaftar dan tercatat sebagai calon penerima hilang saat akan mengambil haknya. Malah, salah satu Lansia berusia 75 tahun yang jelas harus menerimanya, menelan pil pahit untuk tertunda mendapatkannya. Padahal, syarat mendapatkan dana segar tersebut dari usia 65 tahun ke atas.

 

Sedangkan, untuk besaran penyalurannya per Lansia diketahui berjumlah Rp 125 ribu dan mereka menerima untuk dua bulan, yakni November dan Desember 2018 lalu dengan total Rp 250 ribu.

 

Tak sampai di situ, rencananya akan ada penyaluran kedua dan naik Rp 150 ribu per lansia. "Kami berharap itu segera disikapi agar tak berlaku di tahap kedua," ujarnya.

 

Saat dikonfirmasi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manado Marwan Kawinda, mengaku menyeriusi kabar tersebut. Dia telah menginstrusikan ke setiap Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk melakukan pengawasan ketat. "Laporan awal dari Panwascam tidak ada oknum caleg dalam penyaluran tersebut," pungkasnya.

 

Didapati informasi, penyaluran Kartu Lansia telah dilakukan di Kecamatan Wanea, Wenang dan Paal Dua.(devy kumaat)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors