Material Karangetang Mengancam, Warga Sitaro Waspada


Aktivitas kawah Gunung Karangetang beberapa pekan terakhir ini kian mengkhawatirkan. Kondisi itu membuat warga Kampung Kinali dan Winangun Kecamatan Siau Barat Utara (Sibarut) meningkatkan waspada.

Ketakutan warga dikarenakan lucuran material lava menumpuk di Kali Sempihi yang berada dekat dengan kedua kampung tersebut. Plt Kepala BPBD Sitaro, Charlton Bob Wuaten ST mengatakan, hingga saat ini pihaknya tetap melakukan pemantauan, meski belum ditetapkan status siaga darurat. "Kita terus patroli dan memperingatkan warga di dua desa tersebut. Memang ini belum berpotensi karena lokasi kali cukup jauh dari pemukiman, namun kita merekomendasikan untuk tidak beraktivitas dekat Kali Sempihi," ujarnya, Selasa (8/1).

Pemberlakukan status siaga darurat menurutnya tidak sembarang. Penetapannya harus memenuhi indikator terlebih dahulu. “Data dari Dinkes, hingga saat ini muntahan abu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Karangetang, belum mempengaruhi masyarakat. Sejauh ini belum ada lonjakan jumlah penderita ISPA. Meski begitu kita tetap menyarankan masyarakat menggunakan masker," terangnya.

Terpisah, warga Kampung Kinali, hingga saat ini was-was. Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Kinali Charles Dauhan. Ia mengatakan, akibat aktivitas gunung ini membuat warganya resah. "Sebab Kampung Kinali pernah dilanda bencana lucuran material gunung pada 2010 silam dan menewaskan empat orang. Sehingga wajar jika banyak masyarakat saya resah," terangnya.

Apalagi di Kinali, lanjutnya, memiliki tiga aliran lava. Makanya, mereka terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Seperti pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta rutin memberikan laporan. “Warga juga sudah siap jika ada instruksi evakuasi. Meski khawatir, namun situasi masih aman dan terkendali," pungkasnya. (haman)


Komentar