Ketua TPK Padang Didakwa

Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi di Bolmut


Manado, MS

Roda penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan Sapi Induk di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terus bergulir. Teranyar, palu dakwaan menyasar Ketua Tim Pengelolah Kegiatan (TPK).

 

Episode pembuktian kasus Sapi Induk yang didanai oleh Dana Desa (Dandes) Desa Padang, Kecamatan Bintauna tahun 2017 melangkah maju. Berkas terdakwa IK alias Ismail, memasuki babak baru.

 

Kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 206 juta itu telah resmi bergulir di meja hijau.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU), akhirnya  mendakwa bersalah kepada Ketua TPK itu dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (9/1) kemarin.

 

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto (jo) Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” ulas JPU di hadapan Ketua Majelis Hakim, Vincentius Banar.

 

Seperti diketahui dalam dakwaan JPU, terdakwa Ismail dalam kasus ini bertindak sebagai Ketua TPK Desa Padang. Dalam berkas terpisah kasus ini juga telah menyeret Kepala Desa (Kades) Padang, Buyung Mopulu.

 

Singkatnya, proyek yang berbadrol Rp 300 juta ini ditemukan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaanya. Salah satunya ditemukan spesifikasi sapi yang diatur oleh Dinas Peternakan Kabupaten Bolmut. Dalam pengadaan sapi oleh terdakwa atas perintah Sangadi Buyung Mopulu (berkas terpisah) kepada saksi Haji Sugito sebanyak 33 ekor, hanya 7 ekor yang memenuhi spesifikasi sapi bali induk. Sedangkan untuk 26 ekor masih kategori bibit.

 

Alhasil berdasarkan perbuatan terdakwa, negara mengalami kerugian sebanyak Rp 206.440.000. (kharisma)


Komentar