DBD Menggila, Dinkes Sulut Disasar


Teror virus dengue di Bumi Nyiur Melambai jadi pusat perhatian. Lonjakan signifikan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) jadi penyebab. Teranyar, sorotan menyasar instansi pemerintahan terkait, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi ini dinilai sebagai koreksi keras terhadap gerak pemerintah.

Suara kritis ini kembali meletup dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Penghuni gedung rakyat tak henti mendesak agar instansi terkait bergerak cepat untuk menangani penyakit bawaan nyamuk aedes aegypti itu.

"Dinkes harus segera turun tangan lakukan fogging dan penanganan lainnnya," ungkap Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Rita Manoppo, Kamis (10/1).

Baginya, fakta kasus itu sebagai kritik terhadap kinerja instansi terkait yang berwenang. Langkah cepat menurutnya harus diambil sebelum korban bertambah. "Bertindak cepat atau segera turun tangan jangan korban bertambah.

Dan ini koreksi keras untuk instansi," sorot wakil rakyat dari daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya itu.

Menuruntya, situasi sekarang ini sudah sangat kritis karena telah berada di status kejadian luar biasa (KLB).  "Itu urgent, sekarang statusnya awas atau KLB. Harus segera dan cepat bertindak dengan keadaan ini," tandas anggota dewan provinsi (deprov) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Dirinya menyebut KLB karena sudah banyak kasus yang terjadi di seluruh daerah Sulut. Makanya penanganan harus segera dilakukan. "Sudah banyak kasus, jadi segera bertindak," lugasnya. (arfin tompodung)


Komentar