Mulyani Bahas Pentingnya Pajak dan Pendapatan Negara

Berbagi Ilmu Soal Fiskal di Unsrat


Laporan: Sonny Dinar

Sang navigator keuangan Indonesia, Sri Mulyani SE MSc PhD, bertandang di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) ini, membagi wawasannya dalam kuliah umum bertajuk ‘Kebijakan Fiskal Indonesia’. Suntikan energi pula ikut diberinya bagi kemajuan perguruan tinggi ternama di Bumi Nyiur Melambai tersebut.

 

Dalam kuliah umum, Kamis (17/1), mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memaparkan lima hal. Pertama terkait kebijakan Fiskal dalam Perekonomian Indonesia. Kemudian yang kedua kondisi Perekonomian Global, realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018, kebijakan Fiskal dalam APBN 2019 serta Provinsi Sulawesi Utara dan Kebijakan Transfer ke daerah dan Dana Desa.

 

"Dalam konsep Presiden Ir Joko Widodo, Sulawesi Utara adalah pintu depan menghadap dunia.  Dengan dibukanya Tax Center di Universitas Sam Ratulangi, ini adalah salah satu instrumen yang luar biasa penting yaitu APBN di mana pajak merupakan bagiannya," papar Sri Mulyani dalam kuliah umum.

Disampaikannya, ketika pajak dan pendapatan negara berjalan dengan baik maka akan mempengaruhi ekonomi bangsa. "Kenapa Fiskal penting? karena dia bisa menciptakan perekonomian yang lebih inklusif," ujarnya sembari berharap, Unsrat akan terus menjadi salah satu universitas yang terus membangun manusia untuk menciptakan kualitas manusia yang lebih baik.

 

Kehadiran Menkeu Sri Mulyani disambut hangat Civitas Akademika Unsrat. Rektor Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA menjelaskan, Unsrat bukan mengejar peringkat 31 bahkan posisi 22 di Sinta. Atau juga status Badan Layanan Umum (BLU) yang diraih saat ini serta Akreditasi A. Namun perguruan tinggi tersebut punya visi menjadi universitas yang unggul dan berbudaya.

“Unsrat bertekad menghasilkan sumberdaya dan karya sebagai institusi tumou tou untuk memanusiakan manusia. Lingkungan revolusi industri dan globalisasi intoleransi serta radikalisme yang makin menjadi adalah sebagian tantangan yang butuh aksi demi pemerataan dan kokohnya NKRI. Unsrat butuh sentuhan Sang Dewi Padi," ucap rektor.

Disampaikannya, ketika diresmikan Tax Center pusat pajak yang ada di Unsrat, niscaya tercipta kesejahteraan yang melonjak. Unsrat mendukung prioritas pembangunan SDM dan infrastruktur revitalisasi maritim. Kedudukannya sebagai penghubung dengan efisiensi jalur optimalisasi produksi dan ekspor. “Dengan parameter terukur serta pelestarian lingkungan, pemanfaatan efektif daerah yang subur juga melestarikan local wisdom, budaya dan nilai-nilai luhur," tutur Kumaat.

 

Lanjutnya, kebhinekaanan tanpa tunggal ika bisa menghasilkan anarki. Tunggal ika tanpa ke-bhineka-an bisa melahirkan hegemoni. Sedangkan Bhineka Tunggal Ika yang integritas menciptakan harmoni. “Paduan aneka ragam yang indah bagaikan pelangi dan simponi. Unsrat mendukung terciptanya ini melalui program Pemerintahan Jokowi, (Joko Widodo)," pungkasnya.

 

Diketahui, selain membawakan kuliah umum di hadapan seluruh civitas akademika Unsrat Manado, Menkeu Sri Mulyani yang hadir bersama suami tercinta Tonny Sumartono ‎di Provinsi Sulut. Itu untuk mengecek infrastruktur dan proyek strategis di daerah ini yakni Palapa Ring di wilayah Indonesia Timur dan Tengah. (***)


Komentar