Siapkan Generasi Tanggap Potensi SDA

UGM Gelar Workshop Panas Bumi


Tomohon, MS

Terobosan jitu diimplementasikan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Guru-guru perwakilan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Bumi Nyiur Melambai dihimpun. Workshop panas bumi sebagai muatan lokal (Mulok) digelar.

Adanya potensi sumber daya alam (SDA) panas bumi di Jazirah Utara Selebes jadi pemantik digulirnya seminar ini. Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi UGM, Ir Pri Utami MSc PhD saat kegiatan berlangsung mengatakan, Sulawesi Utara (Sulut) merupakan provinsi yang paling banyak menggunakan panas bumi. Tentu sebagai sumber energi bersih dan terbarukan dalam menopang kebutuhan listriknya.

"Alam pegunungan volkanik Sulut ditandai dengan banyaknya manifestasi panas bumi. Adanya proses pemanfaatan sumber energi ini, baik secara langsung maupun untuk pembangkit listrik, seharusnya menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda," ungkap Utami di Sekolah Menengah Atas Negeri Satu Tomohon (SMANTO), Senin (6/8).

Diuraikannya, workshop ini dimulai Tahun 2015. Diawali dengan pengenalan tentang energi panas bumi kepada guru-guru. Dilanjutkan dengan penyusunan bahan ajar dan buku panduan oleh tim UGM. Tahun 2016, dilakukanlah penjaringan masukan dari para guru tentang silabus, isi dan bobot materi serta proses pembelajaran.

"Pada workshop kali ini telah diserahkan buku ajar untuk siswa. Bahkan slide panduan mengajar bagi para guru," imbuh Utami yang juga Ketua Tim Penyusun Buku Mulok Panas Bumi ini.

Menurutnya, Provinsi Sulut akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memberikan pembekalan panas bumi pada siswa tingkat SLTA. Utami selaku peneliti panas bumi yang telah lama berbakti di Sulut ini juga memotivasi para guru untuk kreatif dalam pengajarannya. Ia menyarankan, guru-guru hendaknya mengambil contoh-contoh potensi alam Sulut.

"Sekolah-sekolah sebaiknya melakukan kunjungan langsung di lapangan. Tentunya dengan bekerja sama dengan para praktisi industri panas bumi serta operator lokasi-lokasi pariwisata di daerah ini," pungkasnya.

Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut melalui Kepala Cabang Tomohon dan Minahasa, Melinda Mamesakh SPd, menyampaikan apresiasinya. Ditujukan kepada UGM atas kepeduliannya terhadap pendidikan tingkat lanjutan atas di Sulut.

Sementara, Kepala SMANTO, Dra Meytha J Tambengin MM bersyukur. Pihaknya bangga karena menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dirinya pun memacu semangat para peserta workshop. Sehingga mampu melakukan pengajaran panas bumi di tengah-tengah keragaman kesiapan yang dimiliki setiap sekolah. Tampil selaku narasumber yakni tim peneliti panas bumi, Dr Khasani dan Dr Indra Perdana. (hendra mokorowu)


Komentar


Sponsors

Sponsors