110 RIBU WARGA MANADO DICOVER BPJS

Legislator: Itu Janji Kampanye GSVL-Mor


Manado, MS

Janji kampanye Godbless Sofcar Vicky Lumentut dan Mor Dominus Bastiaan (GSVL-Mor) direalisasikan. Kali ini, terkait dukungan pemerintah melalui jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Terkini, sekira 110 ribu warga Kota Tinutuan telah dicover BPJS.

Hal tersebut dinilai sebagai terobosan yang baik. Oleh sebab itu, masyarakat pun diminta untuk segera menyambangi Kantor BPJS guna memastikan apakah terakomodir.

Demikian anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, Vanda Pinontoan, Rabu (23/1). "Ini informasi baik untuk seluruh masyarakat Kota Manado, karena Pemkot (Pemerintah Kota) Manado telah mengcover sebanyak 110 ribu jiwa melalui program BPJS bersubsidi bagi warga masyarakat kurang mampu," terang Vanda.

Dengan demikian, kata Vanda, kepastian terkomodir dalam program ini, harus diketahui masyarakat. Artinya, apakah ada anggota keluarga yang mendapatkan atau tidak. Sebab, bantuan ini masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado tahun 2019. “Itu telah disepakati pemerintah dan DPRD Manado saat pembahasan waktu lalu,” tandasnya.

Menurut dia, saat mendatangi Kantor BPJS untuk pengecekkan, warga perlu membawa Kartu Keluarga (KK) secara manual atau mengecek secara online di aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Negara (JKN).

"Bantuan bermanfaat dan warga berhak mendapatkan jaminan lewat bantuan-bantuan sosial yang akurat serta transparan pengisian datanya," ujarnya.

Sementara itu, legislator Manado Michael Kalonio mengingatkan, gelontoran program pemerintah saat ini berasal dari produk pemilihan kepada daerah (Pilkada). Hal tersebut disampaikan saat kampanye GSVL-Mor, yang kala itu diusung partainya yakni Partai Demokrat.

"Artinya bukan milik partai tertentu saja dan ketika dibahas menjadi bagian pihak legislatif dan eksekutif di Kota Manado," tegasnya.

Dia berharap penyerahan bantuan jaminan sosial ini benar-benar sesuai mekanisme dan transparan. Sebab, merujuk informasi akurat yang diperoleh, ada indikasi dimanfaatkan oknum-oknum dari partai tertentu sehingga sempat pula diusulkan penundaan penyalurannya.

Tapi untungnya, Kalonio menyebutkan, masyarakat sudah tidak bisa dipengaruhi lewat kepentingan politik. "Saluran itu besar manfaat bagi masyarakat, tapi tetap diingatkan, kalau ada juga hasil saat kampanye lalu. Jadi jangan ikut menungganginya," pungkas politisi vokal ini.(devy kumaat)


Komentar