Logo Alumando Didesain Sekkot Bitung

Karya Legendaris 27 Tahun Silam


Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Audy Pangemanan, berbangga. Saat lomba desain logo untuk alumni SMA Negeri 1 dan 2 Manado (Alumando), hasil karyanya dinobatkan sebagai pemenang. Itu sekira 27 tahun silam.

Diakui, goresan sejarah ini tak akan terlupakan. Sebab, sampai saat ini logo tersebut dipakai para alumnus sekolah favorit tingkat menengah atas negeri di Kota Manado. "Dulu, datang pengumuman mengenai sayembara pembuatan logo Alumando. Dan saya pun berminat," kenang Pangemanan memulai ceritanya, Rabu (23/1) kemarin.

Ia saat itu duduk di kursi kelas 2 Jurusan Fisika (sekarang IPA, red) SMAN 1 Manado. Sementara belajar, seorang guru pelajaran bahasa menyampaikan pemberitahuan akan adanya perlombaan tersebut.

Selanjutnya setelah resmi mendaftar, Pangemanan secara manual memulai mendesain di atas buku gambar yang ketika itu disodorkan pihak panitia. "Bahan menggambarnya cuma pakai pensil dan spidol di jaman itu," imbuhnya.

Tak disangka, karya dari salah satu lulusan terbaik Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN), menjadi pemenang pertama.

Ganjarannya, 10 unit perangkat buat sekolah diperolehnya. Selain itu, mendapat izin Kepala Sekolah (Kepsek) saat itu Alm Ferry Makalew, untuk ke Jakarta termasuk bonus uang saku. "Momen yang indah, karena itu kreasi sendiri bagi pelajar di momen tersebut," imbuh Pangemanan.

Pangemanan yang juga satu lulusan dengan Wakil Walikota (Wawali) Manado Mor Dominus Bastian, menjelaskan, logo tersebut berarti, pohon kelapa berbuah dimana menjelaskan tanaman khas Sulut, yaitu kelapa yang semua bagiannya berguna. Serta, dilambangkan juga semua alumni berusaha untuk sukses dan berhasil setelah lulus, lantas berbuah kemudian membawa manfaat bagi orang lain. Disematkannya pula ungkapan terkenal ‘Si Tou Tomou Timou Tou’ didalamnya.

Tak sampai situ, daunnya yang banyak melindungi ‘kelapa-kelapa kecil yang baru bertunas dibawahnya. Bermakna, menjaga nama baik sekolah termasuk nama baik alumni dua sekolah itu. Lingkaran didalamnya pula, menunjukan persatuan dan kesatuan dan keutuhan ditambah gambar gerigi yang melambangkan semangat bekerja, berinovasi, bergerak maju.

Di sisi pewarnaan, dengan dasarnya biru sebagai gambaran laut, dan cakrawala. Pertanda kedewasaan berpikir dan bertindak. "Warna hijau, melambangkan kepedulian dan menjaga lingkungan serta putih, menunjukkan kesucian dan kedewasaan berpikir kita," sambungnya.

Disinggung mengenai kehadirannya di momentum perayaan natal bersama dan temu kangen di Jakarta, Jumat (24/1) besok, Pangemanan belum memastikan. Karena, menurut dia, ada tugas daerah yang dikerjakan. “Tapi tidak menutup kemungkinan berangkat,” lugasnya.

Disampaikan juga jika dirinya akan menerima penghargaan atas karya tersebut, Pangemanan enggan menanggapi lebih. "Meski berharap dapat hadir tapi tugas nanti tetap diselesaikan dahulu," pungkasnya.(devy kumaat)


Komentar