Kasus DBD di Kotamobagu Menggila, Dinkes dengan RSUD Beda Data


Kotamobagu, MS

Teror Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kian meresahkan publik Nyiur Melambai. Serangan penyakit mematikan itu terus melonjak tajam. Sejumlah pasien sampai meregang nyawa. Ratusan lainnya berjejer hampir di seluruh rumah sakit yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Semisal di Kota Kotamobagu. Di awal tahun 2019 ini, terinformasi sudah ada puluhan warga yang terjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue tersebut. Fenomena memiriskan itu tak ditampik, Kepala Dinkes Kotamobagu, Devie Ch Lala.

Ia mengaku telah ada  35 warga yang terkena penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegepty. “Sampai hari ini, data yang kami terima ada 35 kasus DBD. Para penderita berasal dari 4 kecamatan yang tersebar di Kotamobagu. Dan kesemuanya tengah dalam penanganan medis,” ungkap Devie.

Menyikapi hal itu, Dinkes mengklaim intens melakukan tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Untuk menekan penyebaran penyakit DBD, kami terus melakukan PSN. Itu efektif untuk memutus mata rantai perkembangan nyamuk. Sebab fogging bukan satu-satunya cara untuk menekan kasus DBD, sebab pengasapan hanya mematikan nyamuk dewasa saja,” jelasnya.

“Penyakit ini bisa menyerang kapan saja kalau lingkungan tidak bersih. Itulah mengapa kami selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar memperhatikan kebersihan, guna mencegah berkembang-biaknya nyamuk yang menularkan penyakit mematikan itu,” tambah Devie.

Sementara itu, data berbeda diperoleh harian ini dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Tercatat, hingga kini sudah ada 73 kasus DBD yang ditangani. Rata-rata penderita mulai dari usia 5-40 tahun.

“Jumlah yang masuk dan dirawat selama bulan Januari sudah 73 orang,” kata Humas RSUD Kotamobagu, Gunawan Ijom. Pun begitu, Gunawan menyebut dari ke 73 penderita DBD yang ditangani tak semua berasal dari Kotamobagu saja. “Yang dari luar Kotamobagu juga ada. Karena  RSUD Kotamobagu adalah rumah sakit rujukan,” urainya.

“Seluruh pasien yang didiagnosa  DBD itu berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan medis. Dan saat ini seluruh pasien tengah dirawat secara intensif,” tandasnya.(yadi mokoagow)


Komentar