Kasus Pembunuhan Papakelan Dipicu Persoalan Sepele


Tondano, MS

Motif pembunuhan lelaki BK alias Ber, warga Kelurahan Airmadidi Atas, Minahasa Utara, Minggu (26/1) dini hari pukul 00.10 Wita, terungkap. Dari hasil penyidikan aparat Kepolisian Resort (Polres) Minahasa, kasus ini ternyata dipicu oleh masalah sepele.

Pelaku pembunuhan berinisial RP alias Refan, warga Kelurahan Papakelan, Tondano Timur, adalah rekan kerja korban di salah satu toko bangunan. Bahkan sebelum peristiwa pembunuhan itu, keduanya sempat meneguk minuman keras (miras) bersama.

Dari keterangan polisi, kronologis peristiwa berawal pada Sabtu (25/1) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu pelaku Refan dan korban Ber menerima upah dari pemilik toko bahan bangunan di Kelurahan Wewelen, tempat keduanya bekerja. Refan dan korban kemudian menuju tempat kos bersama lelaki Rian, salah satu teman kerja mereka. Di tempat kos milik Rian tersebut, mereka terlibat pesta miras.

"Setelah minuman habis, korban dan pelaku naik ojek menuju rumah pelaku di Papakelan. Di sana keduanya kembali mencari minuman keras di warung milik Maksi Rumbay. Baik pelaku maupun korban sama-sama meneguk minuman sampai habis," jelas Kapolres Minahasa, AKBP Denny Situmorang SIK.

Tak sampai di situ, pesta miras antara pelaku dan korban berlanjut di rumah Sonny Katuuk. "Setelah minuman pelaku dan korban kemudian berpisah. Pelaku pulang ke rumahnya di Papakelan sementara korban berjalan kaki sendirian ke arah Tondano," ujarnya.

Namun pelaku yang saat itu sudah berada di rumah merasa tak enak meninggalkan korban yang sudah dalam keadaan mabuk berjalan sendirian. Akhirnya pelaku memutuskan untuk kembali mencari korban.

"Entah karena khawatir terjadi sesuatu terhadap korban yang adalah teman kerjanya maka pelaku memutuskan mencarinya. Saat itu pelaku menemukan korban masih berada di jalan raya Papakelan. Namun keduanya yang sudah dalam pengaruh minuman keras malah terlibat adu mulut," tutur Kapolres.

Korban dalam keadaan mabuk mengeluarkan kata-kata makian terhadap pelaku sehingga membuatnya marah. Pelaku yang saat itu juga sudah mabuk akhirnya memukul korban sampai terjatuh. Kemudian pelaku menganiaya korban dengan menggunakan sebatang kayu sampai korban meninggal dunia.

Kapolres menyebut, kasus pembunuhan ini awalnya diketahui petugas SPKT Polres Minahasa usai menerima laporan masyarakat bahwa di jalan raya menuju Kelurahan Papakelan ada seseorang lelaki yang tidak memilik identitas yang tergeletak berlumuran darah. Setelah menerima laporan tersebut, petugas SPKT dan anggota Reskrim serta Unit Identitfikasi langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP.

"Perkara ini sementara ditangani oleh penyidik unit dua satuan reskrim, dan untuk motif pembunuhan murni diakibatkan minuman keras," tandas Kapolres.

Di sisi lain, dirinya menghimbau masyarakat di Kabupaten Minahasa agar tidak mengkonsumsi miras yang dapat merugikan diri sendiri. "Kasus ini adalah slah satu contoh bahaya dari minuman keras, bahka  teman sendiri pun dibunuh hanya gara-gara kelebihan minum. Makanya masyarakat mohon jauhi minuman keras ini yang dampaknya bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain," pesan Kapolres. (jackson kewas)


Komentar